Dewi Mawar Penakluk Surgawi

Dewi Mawar Penakluk Surgawi
Berpetualang 12


__ADS_3

Meskipun pedang lava neraka mengeluarkan panas yang sangat menyengat namun Qia Qia sama sekali tidak merasakan panas itu padahal sekarang daun daun dan rerumputan mulai mengering karena panas yang sangat menyengat itu.


Ding Zi dan semua prajuritnya terlihat mulai meneteskan keringat mereka namun tidak ada seorang pun yang berpindah dari tempat mereka, semuanya tetap berlutut dengan membuka pertahanan jiwa mereka.


Satu jam berlalu dan terlihat jika pakaian Ding Zi dan semua anak buahnya kini sudah sangat basah dengan keringat yang terus keluar dari pori pori kulit mereka.


"Sudah hentikan, tarik semua aura panas mu dan kembali amankan kota saja, mereka sudah terbukti masih setia kepada ku." Ucap Qia Qia  dalam hatinya berkomunikasi dengan pedang lava neraka.


"Baik." Ucap pedang lava neraka yang hanya terdengar oleh Qia Qia dan langsung menarik aura panasnya lalu terbang melesat ke atar kota lagi.


Qia Qia kemudian memberikan kontrak Jiwa ke Ding Zi dan juga semua anak buahnya itu.


"Terima kasih Dewi, kami akan selalu setia kepada Dewi." Ucap Ding Zi dan yang lainnya.


"Kalian semua berdirilah, aku berikan waktu satu jam untuk membersihkan diri dan kembali kesini." Ucap Qia Qia.


"Siap Dewi." Ucap Ding Zi dan juga semua anak buahnya itu sambil kemudian berdiri dan langsung terbang dengan cepat ke arah hutan.


"Jia Yun Ma bawa kemari lagi kereta kudanya." Ucap Qia Qia melalui telepati karena lokasi Jia Yun Ma sudah sangat jauh darinya.


"Baik Dewi." Jawab Raja Jia Yun Ma melalui telepati juga.


Qia Qia kemudian melangkah menuju ke sebuah batang pohon besar yang sudah tumbang  di pinggir jalan itu lalu duduk disana sambil menikmati satu apel emasnya untuk menunggu kedatangan dari semua bawahannya itu.


"Dengan kehadiran Ding Zi dan anak buahnya setidaknya aku bisa memiliki pasukan untuk membantu ku melawan pasukan kaisar iblis, meskipun mereka masih di tingkat ilahi bumi tahap akhir namun mereka jauh lebih kuat dari semua bawahanku lainnya." Ucap Qia Qia dalam hatinya sambil melihat sekelilingnya dan ternyata semua harimau serta singa itu masih bersembunyi di dalam hutan tidak jauh dari lokasinya.

__ADS_1


"Sampai binatang buas ini saja sangat setia kepada kalian, kalian hebat." Ucap Qia Qia kembali dalam hatinya.


Rombongan kerajaan kembali membuat formasi namun tidak ada yang berani menaiki kuda atau kereta kuda karena Qia Qia sendiri masih duduk di atas batang kayu itu.


"Dewi, mohon maaf tapi semua kuda kita masih sangat takut dengan kehadiran harimau dan singa singa itu." Ucap Raja Jia Yun Ma yang kini berdiri di depan Qia Qia bersama dengan Yun Ji dan memang  kereta kuda serta pasukan berkuda menjaga jarak sampai lima puluh meter dari lokasi Qia Qia.


"Ya tidak masalah, kita akan menunggu Ding Zi dan yang lainnya dulu baru ke istana mu, dan kalian harus membiasakan diri dengan kehadiran mereka." Ucap Qia Qia sambil kemudian menghabiskan apel emasnya.


“Dewi apakah anda masih memiliki apel emas itu.” Ucap Raja Jia Yun.


“Masih memangnya kenapa?.” Tanya Qia Qia yang tahu jika Raja Jia Yun Ma menginginkan apel emas karena dulu di dunia lava apel emas ini sangat banyak tumbuh, bahkan di seluruh galaksi hanya dunia lava yang menghasilkan  apel emas terbaik.


“Dewi bolehkah saya memintanya satu saja, agar anak saya ini dapat mencicipi apel emas yang menjadi kebanggaan dunia lava.” Ucap Raja Jia Yun Ma.


Qia Qia hanya tersenyum saja dan mengeluarkan satu peti kayu besar apel emas yang berisi hampir lima ratus apel emas dan meletakkannya di samping kanan Raja Jia Yun Ma.


“Dewi oh Dewi, masih ingat saja kejadian lima ratus juta tahun yang lalu.” Ucap Raja Jia Yun Ma.


“Sudah jangan banyak komentar namun bagikan itu ke mereka semua dan simpan sisanya, jangan sampai aku berubah pikiran dan mengambilnya lagi.” Ucap Qia Qia mencandai Raja Jia Yun Ma.


“Siap Dewi” Ucap Raja Jia Yun Ma.


“Kalian bergantian kesini, ada makanan enak yang harus kalian coba.” Ucap Raja Jia Yun Ma dengan menggunakan kekuatan qi mendalamnya sehingga terdengar oleh semua pengawalnya itu sambil mengambil dua apel emas lalu memberikan satu untuk Yun Ji.


“Eh Jia Yun Ma, jika cuma berteriak aku juga bisa, kau ini cari mudah nya terus dan tidak mau repot, masih saya pemalas seperti dulu.” Ucap Qia Qia.

__ADS_1


“Dewi, saya hanya mempersingkat waktu saja.” Ucap Raja Jia Yun Ma sambil kemudian menggigit apel emas itu.


Satu persatu pengawal Raja Jia Yun Ma yang juga bawahan Qia Qia mengambil apel emas untuk mereka dan kembali ke barisan mereka lagi.


“Dewi apakah di Dunia Lava Banyak Apel emas seperti ini?.” Ucap Yun Ji.


“Sekarang tidak karena aku belum menanamnya lagi, namun aku memiliki kebun ku sendiri.” Ucap Qia Qia yang tidak mau menceritakan tentang dunia dunia kecilnya.


“Sungguh buah yang sangat berkhasiat, terima kasih Dewi sudah memperbolehkan saya mencicipinya.” Ucap Yun Ji.


“Iya, dan sebaiknya kau saja yang menyimpan sisanya aku tidak yakin dengan ayahmu ini.” ucap Qia Qia sambil melihat jika banyak sekali burung yang terbang melintas di atasnya.


“Baik Dewi, Maaf Ayah.” Ucap Yun Ji sambil memasukkan peti kayu yang masih berisi banyak apel emas itu ke dalam cincin dimensinya.


“Nak, nanti ayah kau beri ya.” Ucap Raja Jia Yun Ma.


“Iya Ayah, satu saja lagi ya.” Ucap Yun Ji mencandai ayahnya itu.


“Kau ini sama saja dengan ibu mu, selalu saja membatasi makanan ayah.” Ucap Raja Jia Yun Ma.


Qia Qia dengan penglihatannya melihat jika Ding Zi dan anak buahnya sedang terbak di atas burung elang raksasa dari puncak gunung yang ada di depannya, yang masih berjarak kurang lebih lima puluh kilometer namun di atas elang itu juga ada banyak anak anak dan juga wanita.


“Jadi dia membawa keluarganya juga untuk ikut dengan ku.” Ucap Qia Qia dalam hatinya sambil terus melihat elang elang besar itu yang berdiameter hampir sepuluh meter sayapnya.


Raja Jia Yun Ma dan Yun Ji yang melihat Qia Qia tampak sangat serius kemudian ikut melihat ke arah pandangan Qia Qia dan mereka kini melihat ratusan elang besar itu.

__ADS_1


“Elang surga, aku bahkan baru tahu jika ada elang surga di dunia Yun ini.” Ucap Raja Jia Yun Ma sambil terus melihat ke elang elang itu.


__ADS_2