Dewi Mawar Penakluk Surgawi

Dewi Mawar Penakluk Surgawi
Persiapan mengambil alih dunia bulan 2


__ADS_3

"Qia sudah lebih dari sembilan ratus ribu tahun kau berlatih namun kau tidak perlu khawatir karena di luar gunung ini kau baru berlatih tiga bulan lebih saja dan selamat ternyata kau kini sudah melebihi ku sekarang kau adalah eksistensi terkuat di seluruh galaksi" ucap Hao Fi sambil tersenyum hangat melihat Qia Qia yang baru saja membuka matanya menghentikan meditasinya.


"Dewi apakah benar saya sudah di atas dewi" ucap Qia Qia dengan sangat hormat sambil melihat ke arah Hao Fi yang berdiri di depannya.


"Qia saat ini aku sudah di tingkat ilahi surgawi tahap awal dan kau sepertinya sudah di tingkat ilahi surgawi tahap akhir" ucap Hao Fi dengan ramah.


Qia Qia langsung berdiri dan bersujud di hadapan Hao Fi sambil berucap "Dewi Hao Fi terima kasih atas semua bantuan dan kebaikan anda saya pastikan jika saya akan memastikan Dewi Hao Ling menjadi pemimpin dunia bulan dan saya pastikan akan segera menghapus semua ras iblis darah yang berhati jahat"


"Qia bangunlah dan kembalilah ke kota mu aku merasakan akan ada peperangan besar di dunia bulan ini jadi sebaiknya kau ada disana di depan semua pasukan mu, ingatlah dunia bulan bukanlah dunia para wanita namun dunia yang sama dengan dunia lainnya jadi pastikan juga ini terjadi" ucap Hao Fi dengan ramah sambil membantu Qia Qia untuk berdiri kembali.


"Baik Dewi Hao Fi saya akan mengingat pesan anda dan saya akan membawa penerus anda ke sini menemui anda" ucap Qia Qia dengan sangat hormat.


"Qia satu hal lagi pesanku sebisa mungkin kontrol tingkat kekuatan mu karena kini satu pukulan mu saja bisa menghancurkan satu dunia dengan mudah inilah salah sebabnya aku dan yang lain mengasingkan diri karena takut tidak bisa mengontrol diri" ucap Hao Fi dengan ramah sambil kemudian menghilang dari pandangan Qia Qia berteleportasi kembali ke kediamannya di desa yang ditemukan oleh Qia Qia.


"Guru aku tidak akan mengecewakan anda" ucap Qia Qia sambil kemudian berteleportasi kembali ke kediamannya di puncak bukit kota mawar dan langsung muncul di dalam kamarnya.


Qia Qia langsung memasuki kamar mandinya guna membersihkan dirinya dan langsung tiduran di atas tempat tidurnya.


"Sebaiknya aku beristirahat dulu malam ini sebelum menemui yang lainnya" ucap Qia Qia sambil memejamkan matanya.

__ADS_1


Malam itu berlalu dengan cepat dan kini matahari pagi kembali bersinar terang Qia Qia pun sudah selesai menikmati sarapannya bersama para bawahannya yang ada di dalam kediamannya itu termasuk juga dengan Wi Ni lalu keduanya duduk di teras sambil menikmati Teh hangat.


"Wi Ni ceritakanlah aku tahu kau sejak tadi ingin berbagi cerita dengan ku" ucap Qia Qia dengan ramah sambil kemudian meminum sedikit teh hangatnya.


"Dewi besok malam kami akan menyerang semua istana dan juga ibukota baik kerajaan maupun kekaisaran dan pasukan laki laki juga sudah berangkat dipimpin oleh leluhur Hao Kong melalui ruang rahasia di bawah sekte" ucap Wi Ni dengan sangat hormat.


"Baiklah jika itu keputusan kalian untuk bergerak cepat jika demikian maka aku juga akan meminta pasukan ku untuk membantu pembersihan dunia bulan" ucap Qia Qia dengan ramah.


"Dewi, kakak Wi Yu sudah menyimpan bola bola peledak di istana istana dan juga di tembok tembok istana serta tembok ibukota yang akan diledakan secara bersamaan, di saat yang sama juga pasukan hamba akan masuk untuk menghabisi raja raja sedangkan pasukan leluhur Hao Kong akan menghabisi kaisar bulan" ucap Wi Ni menjelaskan situasinya dengan sangat hormat.


"Wi Ni aku akan pergi dulu dan tetap berhati hati" ucap Qia Qia dengan ramah sambil tersenyum hangat dan berdiri lalu menghilang dari pandangan Wi Ni.


Wi Ni hanya menghela nafas panjang melihat Qia Qia menghilang dan dia pun langsung melangkah menuju sekte mawar.


"Hormat kami kepada Dewi Qia" ucap para prajurit yang berjaga di depan kediaman Long Tian.


"Apakah penguasa ada di dalam" ucap Qia Qia dengan ramah.


"Dewi Penguasa ada di taman belakang bersama permaisuri Hao Ling" ucap komandan prajurit itu dengan hormat sambil mempersilahkan Qia Qia untuk masuk kedalam kediaman Long Tian.

__ADS_1


"Baik, terima kasih saya akan kesana" ucap Qia Qia sambil tersenyum dan melangkah menuju taman belakang.


"Sudah lama aku tidak kesini dan semuanya masih sama saja" ucap Qia Qia dalam hatinya sambil melihat sekelilingnya dan terus melangkah menuju ke taman belakang.


"Hormat kepada Penguasa dan Dewi Hao Ling" ucap Qia Qia dengan sangat sopan dan juga hormat.


"Qia kau sudah sampai, sini duduklah bersama kami" ucap Long Tian dengan ramah.


Qia Qia kemudian duduk di depan Long Tian dan Hao Ling dengan sopan.


"Maafkan saya mengganggu waktu Penguasa dan juga Dewi Hao Ling namun ada hal yang harus hamba sampaikan kepada anda berdua berkaitan dengan dunia bulan" ucap Qia Qia dengan ramah.


"Qia ada apa, jangan ragu sampaikan saja kepada kami ada apa sebenarnya yang terjadi" ucap Hao Ling dengan sangat ramah sambil tersenyum hangat ke Qia Qia.


"Bawahan hamba yang merupakan para penduduk dunia bulan sudah mulai bergerak dan malam nanti akan memulai penyerangan terhadap kerajaan dan kekaisaran bulan dengan serentak dan jika semuanya lancar maka dalam beberapa hari Dewi Hao Ling dapat kembali ke dunia Bulan dan saya juga ingin menyampaikan pesan dari Nenek anda Dewi Hao Fi jika Dewi Hao Fi sangat menyesal sudah mengasingkan diri selama ini dan berharap jika Dewi Hao Ling kembali memimpin Dunia bulan" ucap Qia Qia dengan ramah sambil tersenyum hangat ke mereka berdua.


"Qia tiga bulan lalu kontrak jiwa kita terputus apakah yang sebenarnya terjadi" ucap Long Tian dengan ramah.


"Penguasa maaf tiga bulan yang lalu saya dalam pelatihan tertutup bersama dengan Dewi Hao Fi dan karena itu juga ikatan kontrak jiwa anda kepada saya terputus dan saya siap jika anda hendak melakukan kontrak jiwa kepada saya kembali" ucap Qia Qia dengan ramah sambil tersenyum hangat dan membuka pertahanan jiwanya.

__ADS_1


"Qia aku tidak akan melakukan kontrak jiwa kepada mu lagi dan aku yakin kau tidak akan berubah dan tetap menjadi Qia Qia yang aku kenal" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat ke Qia Qia.


"Qia benarkah nenek masih hidup, seperti apa wajah nenek, ibu pasti senang mendengar hal ini, kau tunggu sebentar disini aku akan menemui ibu dahulu" ucap Hao Ling sambil tersenyum hangat dan menghilang dari pandangan mereka berdua.


__ADS_2