Dewi Mawar Penakluk Surgawi

Dewi Mawar Penakluk Surgawi
Menemukan Warisan Lintas Zaman


__ADS_3

"Bagunan ini sudah berumur lebih dari lima ratus juta tahun dan bisa dipastikan jika bangunan ini ada pada masa dewi Hao Lili, aku sebaiknya tidak merusak segelnya dan langsung masuk ke dalamnya saja" ucap Qia Qia sambil berteleportasi memasuki bangunan kuno tersebut.


"Jadi ini ruang harta, tapi kenapa semua benda disini semuanya benda kuno, coba kita lihat kemana anak tangga ini membawaku" ucap Qia Qia yang muncul di dalam bangunan kuno itu dan melihat sekelilingnya yang sejauh mata memandang dia hanya melihat tumpukan perhiasan dan koin serta tael emas dan beberapa pajangan namun semuanya sudah berumur ratusan tahun.


Qia Qia kemudian mengeluarkan satu bola cahaya dan memegangnya di tangan kanannya lalu berjalan menuruni anak tangga yang selebar satu meter.


Hampir satu jam Qia Qia menuruni anak tangga itu dan beruntung dia memiliki bola kristal cahaya sehingga masih bisa melihat sekelilingnya.


"Jadi ini ruang bawah tanah dan di lihat dari luasnya ini seluas ibukota ini, apakah semua harta yang ada disini juga peninggalan Dewi Hao Lili" ucap Qia Qia berbicara sendiri sambil melemparkan beberapa bola kristal cahaya agar bisa melihat ruangan bawah tanah itu lebih jelas lagi.


Tumpukan perhiasan, koin emas, tael emas, emas batangan, artefak dan benda benda berharga lainnya terlihat memenuhi ruangan bawah tanah itu.


"Dewi Hao Lili maaf apakah ruang bawah tanah dan bangunan tua yang tersegel adalah peninggalan anda juga" ucap Qia Qia melalui telepati ke Hao Lili.


"Qia, itu sudah ada dari jaman ke jaman sepertinya ibu yang tahu soal itu coba kau tanya langsung ke ibu" ucap Hao Lili melalui telepati juga.


"Dewi Hao Fi maafkan saya mengganggu anda, apakah bangunan tersegel dan ruang bawah tanah di bawah istana adalah peninggalan anda" ucap Hao Ling melalui telepati ke Hao Fi.


"Qia itu peninggalan leluhur ku aku dan ibuku juga tidak bisa memasukinya, jika kau bisa memasukinya maka semuanya menjadi milikmu, itu yang turun temurun di sampaikan bahwa siapapun yang bisa memasuki bangunan tersegel maka dia adalah pemilik harta yang ada didalamnya, tapi aku tidak tahu harta apa" ucap Hao Fi melalui telepati.


"Baik Dewi jika demikian saya tidak akan sungkan menyimpan semuanya" ucap Qia Qia melalui telepati.

__ADS_1


"Dewi apakah anda bisa hadir untuk penobatan Dewi Hao Ling cucu anda" ucap Qia Qia kembali melalui telepati.


"Qia aku akan kesana bersama semua bawahan ku kabari saja jika waktunya sudah tiba" ucap Hao Fi melalui telepati.


"Baik Dewi Hao Fi terima kasih, nanti saya akan mengabari anda jika semuanya sudah selesai" ucap Qia Qia melalui telepati lagi.


"Baiklah jika seperti ini maka semuanya sudah sah menjadi hak milikku" ucap Qia Qia sambil tersenyum bahagia dan langsung memasukan satu persatu ke dalam dunia mawarnya.


Semua harta itu dia taruh di halaman kediamannya yang ada di dunia mawar alias dunia kecil yang ada di dalam cincin dimensinya.


Dengan teliti Qia Qia memasukkannya satu persatu karena dia ingin melihat apakah ada benda yang membahayakannya atau tidak.


Tiga jam berlalu dan kini ruangan bawah tanah itu sudah kosong demikian juga dengan harta yang ada di bangunan kuno sudah di simpan oleh Qia Qia ke dalam dunia mawarnya.


Qia Qia melayang seratus meter di atas bangunan kuno dan melihat jika kini sudah ada istana yang sangat megah dan juga sangat besar disana.


Hao Kong terlihat terbang melesat menemui Qia Qia dan kemudian berhenti dan melayang satu meter di depan Qia Qia.


"Dewi apakah istana itu cocok untuk menjadi istana pengganti kekaisaran bulan yang saya hancurkan" ucap Hao Kong dengan sangat hormat sambil tersenyum bangga.


"Eh Hao Kong berapa banyak artefak istana yang kau punya?" Tanya Qia Qia dengan sangat penasaran.

__ADS_1


"Dewi sebelum anda datang saya sudah membuat ribuan artefak istana dan maaf jika saya tidak memberitahu anda sebelumnya" ucap Hao Kong sambil tersenyum dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal dengan tangan kanannya.


"Kau itu jika bukan bawahanku sudah ku tendang sampai ke kota mawar sekarang ini" ucap Qia Qia mencandai Hao Kong.


"Dewi mari kita lihat istananya jika anda tidak cocok anda bisa memilih yang mana yang sekiranya cocok" ucap Hao Kong sambil menyerahkan sebuah cincin dimensi yang berisi seribu lebih artefak istana.


Qia Qia menerima cincin dimensi itu dan langsung melihat isinya dan dia melihat jika banyak sekali artefak istana yang semuanya berbeda beda bentuknya.


"Kau kenapa membuat begitu banyak artefak istana, untuk apa" ucap Qia Qia sambil memberikan kembali cincin dimensi itu.


"Dewi itu untuk anda saja, saya masih memiliki banyak lagi, saya membuatnya karena saat itu banyak sekali bahan yang saya miliki jadi dari pada bahan bahan itu terbuang ya saya buat saja artefak istana" ucap Hao Kong dengan sangat hormat.


"Baiklah aku terima ini, terima kasih ayo kita melihat hasil karya terbaikmu ini" ucap Qia Qia dengan ramah sambil menyimpan cincin dimensi yang berisi seribu lebih artefak istana ke dalam cincin dimensinya.


Mereka berdua melesat turun dan langsung memasuki istana yang merupakan sebuah artefak itu dan berkeliling di dalamnya.


"Hao Kong harus aku akui istana ini sangat bagus dan aku yakin jika Dewi Hao Ling akan menyukainya" ucap Qia Qia sambil berjalan bersama Hao Kong menuju halaman depan istana untuk menemui para bawahannya yang berasal dari kota mawar yang sebelumnya dijadikan pasukan oleh Hao Kong.


"Dewi semoga saja, dan saya sudah tidak sabar untuk hal itu terjadi, rasanya penantian ratusan juta tahun saya yang menjadi kenyataan ini sangat di luar dugaan saya dan sukar untuk digambarkan yang jelas saya sangat bahagia" ucap Hao Kong dengan sangat hormat sambil mengatur langkahnya menyeimbangkannya dengan langkah kaki Qia Qia yang kadang cepat kadang pelan karena Qia Qia sambil melihat sekelilingnya.


"Bisa aku meminta sesuatu dari mu setelah Dewi Hao Ling menjadi pemimpin dunia bulan ini" ucap Qia Qia dengan ramah sambil tersenyum hangat ke Hao Kong.

__ADS_1


"Dewi apapun itu saya siap dan saya sudah sampaikan jika hidup saya adalah milik anda" ucap Hao Kong dengan sangat hormat.


"Saya akan meminta otoritas khusus untuk kota mawar dan saya minta kau yang menjadi pemimpin di sana, karena Wi Ni harus fokus dengan sekte mawar" ucap Qia Qia dengan ramah sambil menghentikan langkahnya.


__ADS_2