
“Kau ini katanya sebagai satu satunya Raja di dunia Yun ini namun apa yang ada di dunia mu sendiri kau bahkan tidak tahu.” Ucap Qia Qia.
“Dewi gunung itu merupakan gunung terlarang sehingga tidak ada yang berani memasukinya termasuk dengan Paman Jia juga tidak berani memasuki gunung itu.” Ucap Raja Jia Yun Ma.
“Jadi mereka sudah disini lebih dulu dari kalian ternyata.” Ucap Qia Qia sambil terus melihat elang elang besar yang terbang perlahan.
“Jika saya tidak salah Dunia Jia atau dunia Yun ini dulunya dunia Ding, namun semua orang menghilang dan dunia ini menjadi kosong lalu di ambil oleh keluarga Jia.” Ucap Raja Jia Yun Ma.
“Jadi seperti itu, berarti ini dunia ini sangat berkaitan dengan dunia pedang kuno.” Ucap Qia Qia dalam hatinya sambil terus melihat ke arah elang elang besar yang semakin mendekat.
Semua pengawal Raja Jia Yun Ma tampak berusaha mengendalikan kuda kuda mereka yang kini tampak sangat gelisah karena elang elang itu sudah sangat dekat dengan mereka.
waktu terus berlalu dan kini elang elang itu sudah terbang melayang lima puluh meter dari tempat mereka lalu satu persatu mulai turun dan memenuhi jalanan di depan mereka semua.
Ding Zi dan semua orang terlihat turun dari atas elang elang itu dan berbaris di dekat Qia Qia berada.
Qia Qia kemudian berdiri dan berjalan ke arah Ding Zi diikuti oleh Raja Jia Yun Ma dan juga Yun Ji yang berjalan di belakangnya, Qia Qia kemudian berdiri Ding Zi dan rombongan dari Ding Zi yang sebagian sudah menjadi anak buahnya.
“Hormat kepada Dewi Mawar Qia Qia Penguasa sejati Dunia Pedang Kuno.” Ucap Ding Zi yang maju lima langkah sambil kemudian berlutut satu kaki di depan Qia Qia diikuti dengan semua orang yang ada di rombongannya termasuk juga dengan anak anak kecil juga ikut berlutut satu kaki di hadapan Qia Qia.
“Ding Zi, hormat mu aku terima berdirilah.” Ucap Qia Qia sambil tersenyum ramah ke mereka semua yang ada di hadapannya.
“Terima kasih Dewi, maaf kami lebih lama.” Ucap Ding Zi sambil berdiri kembali.
__ADS_1
“Ding Zi, siapa mereka semua.” Ucap Qia Qia.
“Dewi mereka semua adalah keluarga kami dan kami memutuskan untuk mengikuti anda.” Ucap Ding Zi.
“Ding Zi apakah kalian semua sudah yakin untuk meninggalkan dunia Ding ini.” Ucap Qia Qia.
“Dewi, Dunia Ding ini berdiri karena kami tidak bisa menemukan dunia pedang kuno, jadi kami menetap disini namun kami semua akan kembali dan akan selalu mengikuti Dewi, tugas kami adalah sebagai pengawal anda dan kami akan selalu berusaha untuk itu.” Ucap Ding Zi.
Qia Qia kemudian mengaktifkan kekuatannya sebagai penguasa dunia pedang kuno dan sepasang sayap berwarna merah kini keluar dari punggungnya, di atas kepalanya juga kini tampak sebuah mahkota yang merupakan ciri penguasa dunia pedang kuno.
Ding Zi dan semua anggota rombongannya beserta Raja Jia Yun Ma dan yang lainnya yang juga melihat perubahan Qia Qia langsung bersujud tiga kali untuk menghormati Qia Qia dan di sujud terakhir mereka dengan kompak berkata.
"Hormat kami kepada penguasa dunia pedang kuno Dewi Mawar Qia Qia." Ucap semuanya kompak seolah olah mereka sudah berlatih sebelumnya.
“Kalian semua bangun lah dan berdirilah kembali.” Ucap Qia Qia yang menggunakan kekuatannya agar terdengar oleh semuanya yang masih bersujud di bawahnya.
“Terima Kasih Dewi.” Ucap mereka semua kompak sambil kemudian berdiri, kini mereka melihat sosok Qia Qia yang sebenarnya sebagai penguasa dunia pedang kuno.
Qia Qia perlahan melayang turun dan kini melayang setengah meter saja di atas tanah.
“DIng Zi apa yang kau kau ingat melihat ku seperti ini.” Ucap Qia Qia.
“Dewi saya mengingat kejadian masa lalu yang sedikit saya sesali karena menerima tugas dari penguasa pertama sehingga saya tidak ada disana saat kehancuran dunia pedang kuno.” Ucap Ding Zi.
__ADS_1
“Ran Mo apakah kau sedang senggang, aku akan menarikmu ke tempat ku saat ini.” Ucap Qia Qia melalui telepati.
“Dewi saya senggang dan siap untuk Dewi tarik.” Ucap Ran Mo yang di jadikan pemimpin sementara di Dunia pedang kuno oleh Qia Qia, berbicara melalui telepati.
Qia Qia pun kemudian langsung menarik Ran Mo ke hadapan Ding Zi.
“Hormat kepada Penguasa.” Ucap Ran Mo Yang berlutut satu di depan Qia Qia.
“Ran Mo, berdirilah, dan lihatlah siapa yang ada di belakang mu itu.” Ucap Qia Qia.
“Terima kasih Dewi.” Ucap Ran Mo dan dia pun kini langsung berdiri dan melihat ke belakangnya dan melihat sosok Ding Zi.
Ding Zi yang melihat Ran Mo langsung memeluk Ran Mo karena sudah jutaan tahun lamanya mereka tidak berjumpa lalu melepaskan pelukannya itu.
“Dewi, selain keluarga Ran ada satu lagi keluarga yang menjadi pengawal anda yaitu keluarga Ding dan Ding Zi adalah pemimpin keluarga Ding.” Ucap Ran Mo yang kini berdiri di sebelah kanan Ding Zi menghadap ke Qia Qia.
“Ran Mo, aku menarik mu kesini untuk membawa semua keluarga Ding ini ke dunia pedang kuno sedangkan Ding Zi dan yang lainnya akan tetap disini bersama ku.” Ucap Qia Qia.
“Siap Dewi, saya akan mengatur semuanya dan akan membangun rumah rumah baru untuk keluarga Ding.” Ucap Ran Mo.
“Ding Zi, kalian sementara ikut dengan ku melakukan pembersihan dan keluarga mu akan lebih dulu pulang ke Dunia Pedang Naga apakah kau keberatan.” Ucap Qia Qia sambil melepas kembali pedang lava neraka dan menghilangkan sayap serta mahkotanya lalu turun ke atas tanah.
“Dewi saya tidak keberatan, bahkan saya ingin berterima kasih karena sudah sangat lama kami merindukan dunia pedang kuno.” Ucap Ding Zi.
__ADS_1
“Oke, jika demikian sekarang silahkan kau temui keluarga mu dan sampaikan dulu ke semua keluarga mu itu, dan aku juga memperbolehkan apabila keluarga kalian membawa semua hewan yang mengikuti kalian itu.” Ucap Qia Qia yang menyadari jika kini semakin banyak hewan buas yang mengawasi mereka dari dalam hutan itu seolah olah tidak ingin berpisah dengan Ding Zi dan keluarganya.