
Qia Qia berjalan mendekati tempat tidur itu dan menggelengkan kepalanya melihat dua orang wanita dalam satu ranjang seperti itu dia kemudian langsung memenggal kepala kedua wanita itu dan seperti sebelumnya tubuh dan kepala wanita itu langsung menjadi abu dalam beberapa detik saja.
Qia Qia berjalan kembali menuju ke arah meja lalu mengambil kitab itu dan membacanya sekilas.
"Ternyata selain memakan daging sesama manusia kalian juga melakukan ritual kultivasi ganda" ucap Qia Qia dalam hatinya sambil membaca sekilas kitab itu lalu menyimpannya di dalam cincin dimensinya.
Tanpa membuang banyak waktu Qia Qia menguras semua harta yang ada di kamar itu dan langsung menuju kamar lain untuk melakukan hal sama yaitu memenggal kepala mereka dan menguras harta mereka.
Dari rumah itu Qia Qia langsung berteleportasi kembali ke rumah target ketiga yang memiliki kultivasi tingkat pencipta abadi tahap akhir dan kembali muncul di kamar targetnya itu namun dia terpana melihat adegan di kamar itu dimana targetnya sedang melakukan kultivasi ganda dengan seorang wanita yang jauh lebih muda dari pria sepuh yang menjadi targetnya.
Qia Qia sengaja membiarkan keduanya menyelesaikan kegiatan mereka bahkan sampai setengah jam dan saat sang pria terkulai lemas dia langsung mengayunkan pedang lava neraka yang dengan sekali tebas dua leher terputus.
Dia sengaja menunggu dan melihat proses kultivasi ganda itu karena jika dia memotong leher salah satunya akan membuat kegaduhan di rumah itu sedangkan dia ingin menghindari kegaduhan atau kerusakan di rumah itu agar penduduk desa yang lainnya tidak melihat adanya pertempuran apapun jadi tidak akan terlalu waspada saat Kun Yi melakukan latihannya.
"Selamat ya setidaknya aku membiarkanmu menyelesaikan kultivasi gandamu" ucap Qia Qia berbicara sendiri dalam hatinya sambil mengambil dua cincin dimensi yang tergeletak di atas meja yang ada di dalam kamar itu.
Qia Qia kemudian mengambil semua harta yang ada di dalam kamar itu dan setelah semuanya bersih dia kemudian pindah ke kamar lainnya dan melakukan hal yang sama.
__ADS_1
Qia Qia kembali berteleportasi ke rumah ke empat dan melakukan hal sama namun tidak ada hal yang menarik perhatiannya lagi selain yang terjadi di rumah target ke dua dan ketiga.
Tiga belas rumah kini sudah kosong dan Qia Qia langsung menghilangkan semua segel perlindungan yang menutupi ke tiga belas rumah itu agar tidak membuat penduduk desa curiga jika ada salah satu dari mereka yang hendak masuk ke salah satu rumah itu menjadi tidak bisa masuk dan harus menabrak Kubah perlindungannya buatannya.
Tepat satu setengah jam Qia Qia menghabiskan waktunya untuk menghapus keberadaan orang orang yang ada di tiga belas rumah itu dan kini Qia Qia sudah kembali berdiri di geladak perahunya.
"Aku masih tidak menyangka menemukan target yang sedang berkultivasi ganda seperti tadi" ucap Qia Qia berbicara sendiri dalam hatinya sambil melangkah menuju kursi yang sebelumnya dia duduki.
Qia Qia kemudian mengeluarkan kembali kitab tentang kultivasi ganda itu lalu membacanya dengan teliti.
Jadi seperti ini, selama dua unsur yang berlawanan maka bisa berkultivasi ganda dan tidak memerlukan hubungan badan sama sekali aslinya hanya cukup duduk berhadapan dalam sikap lotus sambil menempelkan telapak tangan saja tapi kenapa mereka malah salah mengartikan kitab ini" ucap Qia Qia berbicara sendiri sambil menyimpan kembali kitab itu ke dalam cincin dimensinya dan dia kemudian mengeluarkan sebuah cincin dimensi yang dia dapatkan dari salah satu rumah targetnya lalu memeriksa isinya.
Ada lima puluh cincin dimensi yang Qia Qia dapatkan dari tiga belas rumah itu namun hanya satu Cincin dimensi yang membuatnya lebih senang yaitu ada sebuah gulungan kuno yang menceritakan sejarah dunia itu.
Qia Qia membaca gulungan kuno itu dengan sangat teliti dan kini di gulungan kuno itu menceritakan peristiwa wanita berpakaian merah yang sempat dia lihat saat menemukan medali bergambar pedang lava neraka.
Di gulungan kuno itu juga dijelaskan mengenai asal muasal jalan kultivasi yang menjadikan mereka semua menjadi kaum kanibal.
__ADS_1
"Jadi ini semua adalah gara gara pemahaman yang salah dalam kultivasi yang berpikiran jika memakan daging manusia lain bisa membuat kalian menjadi ras manusia paling sempurna dan bisa membuat kalian menjadi kebal jika bisa memakan sampai lima juta orang per orangnya namun kalian di larang memakan daging keluarga kalian sendiri ya setidaknya kalian masih mengerti arti keluarga, sungguh perbuatan yang sangat tercela, dan aku tidak menyesal akan menyesal jika harus menghabisi kalian semua nantinya" ucap Qia Qia berbicara sendiri sambil menyimpan gulungan kuno itu ke dalam cincin dimensinya.
"Jika berdasarkan gulungan kuno ini kalian menghindari hutan hutan dan hanya tinggal di perkampungan pinggir pantai jadi ini bisa lebih memudahkan Kun Yi nantinya dalam berlatih" ucap Qia Qia yang Kembali berbicara sendiri.
"Sepertinya masih ada selain kaum kanibal ini dan mereka semua tinggal di hutan, atau ada kekuatan besar di hutan yang kalian takuti sampai menjauhi hutan" ucap Qia Qia lagi.
Malam semakin larut dan Qia Qia kemudian menghilangkan bola segel yang menutupi tubuhnya itu lalu memeramkan matanya dan tertidur di kursi itu dengan nyenyak karena dengan adanya segel perlindungan di perahu itu dia sungguh merasa aman.
Sementara itu para penduduk desa pinggir pantai itu tidak ada seorang pun yang mengetahui jika tiga belas rumah sudah kosong.
Matahari pagi bersinar dengan sangat terang dan Qia Qia membuka matanya, dan yang pertama di lihatnya adalah Kun Yi yang berdiri membelakanginya sambil melihat ke arah desa itu.
"Dewi anda sudah bangun ternyata" ucap Kun Yi dengan sangat hormat.
"Kun Yi sudah waktunya kau melanjutkan pelatihan mu jadi perahu ini biarkan saja disini kau terbanglah ke desa itu dan habisi mereka semua lalu ambil semua harta mereka dan bakar semua rumah itu pastikan jika semuanya terbakar sampai menjadi abu lalu pastikan juga tubuh dan bagian tubuh mereka kau ikut menjadi abu juga" ucap Qia Qia dengan ramah sambil tersenyum hangat ke Kun Yi.
"Baik Dewi, saya pamit dan akan kembali setelah semuanya menjadi abu" ucap Kun Yi dengan sangat hormat sambil membungkukkan badannya sebagai tanda penghormatan kepada Qia Qia.
__ADS_1
"Pergilah dan jangan terburu buru dalam pembersihan ini" ucap Qia Qia dengan ramah sambil tersenyum hangat ke Kun Yi.
Kun Yi menganggukkan kepalanya dan langsung terbang melesat ke pemukiman penduduk pinggir pantai itu tanpa mengetahui jika sosok terkuat di perkampungan penduduk itu sudah di habisi oleh Qia Qia.