Dewi Mawar Penakluk Surgawi

Dewi Mawar Penakluk Surgawi
info Istana Kuno Li Mei


__ADS_3

"Kun Yi bagaimana dengan dunia kecil apakah bisa kau berikan informasi untukku tentang itu" ucap Qia Qia dengan ramah sambil melihat jika kereta kuda mereka tertahan oleh keramaian penduduk kota di sore hari itu.


"Dewi, dunia kecil itu muncul secara acak setiap seratus tahun sekali, kadang di dunia ini kadang di dunia lain, dan tiga bulan sebelum kemunculannya maka akan tersebar lima ratus token seperti yang kita miliki, dari yang dengar dari ayah saya jika di dunia kecil banyak sekali binatang monster dan di sana ada sebuah istana dengan sebuah pedang besar tertancap di halaman istana namun istana tersebut tersegel sehingga tidak ada yang bisa memasukinya meskipun seorang ahli segel atau array" ucap Kun Yi menjelaskan dengan ramah.


"Lalu kenapa kau ingin masuk kesana" ucap Qia Qia kembali.


"Dewi, tanpa adanya pertarungan maka percuma saya berkultivasi dan di dunia peri ini hanya para perampok saja lawan kami jadi ya dengan ke dunia kecil itu aku bisa sekalian berlatih" ucap Kun Yi dengan ramah.


"Apakah penduduk dunia peri memang sangat ramah dan baik semuanya" ucap Qia Qia sambil melihat keluar jendela dan dia melihat jika kini sudah sangat jarang penduduk kota yang berjalan kaki sehingga kereta kuda bisa melaju dengan tenang kembali.


"Dewi, mana ada dunia yang tenang, dunia peri ini terbagi dua kelompok yaitu kita peri putih dan mereka yang ada di benua hitam adalah peri hitam yang selalu saja mencari cara untuk mengambil benua kita ini, dan anda sepertinya bukan dari dunia peri, karena ras manusia pasti tahu masalah ini" ucap Kun Yi sambil tersenyum hangat ke Qia Qia.


"Benar aku bukan dari dunia peri dan aku memang kesini untuk menetap sementara jadi aku memerlukan bantuan mu untuk menjelaskan lebih lanjut nantinya" ucap Qia Qia dengan ramah.


"Dewi, peri putih dan peri hitam sudah lama berperang namun selalu di tengah laut jadi kita para penduduk tidak pernah merasakan dampak dari peperangan itu, namun aku sangat ingin bisa ikut berperang" ucap Kun Yi sambil tersenyum hangat ke Qia Qia.

__ADS_1


"Ada baiknya kau lebih banyak berlatih dahulu sebelum berperang memangnya lawan lawan mu di medan perang tidak ada pencipta abadi sampai sampai kau sangat bersemangat seperti itu" ucap Qia Qia sambil melihat ke Kun Yi.


"Kata orang orang yang ku kenal katanya tidak ada di dunia peri ini yang mencapai tingkat pencipta abadi paling tinggi hanya tingkat pencipta semi abadi tahap awal saja kok Dewi" ucap Kun Yi sambil memegangi keningnya.


"Kau itu mendengar itu dari mana? Apakah di dunia peri ini tidak ada sekte yang berdiri" ucap Qia Qia dengan ramah.


"Dewi, ada banyak sekte tapi master sektenya saja hanya tingkat pencipta surgawi tahap akhir sedangkan para leluhur hanya semi abadi tahap awal sama seperti para jenderal istana kerajaan, tapi maaf Dewi sendiri sudah di tingkat apa, kenapa aku tidak bisa melihat tingkat kultivasi dewi" ucap Kun Yi sambil melihat wajah Qia Qia dengan teliti sampai sedikit memajukan wajahnya.


Qia Qia kemudian menjitak kening Kun Yi namun tidak menggunakan kekuatannya sama sekali hanya untuk menggoda Kun Yi.


"Masa iya sakit? Bukankah kau sudah mencapai tingkat pencipta surgawi tahap akhir, jika pukulan ringan tanpa kekuatan saja membuatmu kesakitan bagaimana dengan sabetan pedang yang tajam atau anak panah yang sangat tajam atau mungkin serangan Qi dengan kekuatan yang bisa menghancurkan gunung" ucap Qia Qia sambil menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Kun Yi yang seperti anak kecil di depannya.


"Dewi, aku tidak siap jadi ya terasa sakit" ucap Kun Yi sambil tetap mengelus ngelus keningnya.


"Kun Yi, apakah musuhmu akan menunggu mu siap terlebih dahulu sebelum menyerang mu, tentu saja tidak, mereka yang ada akan mencari cara agar kau jadi lengah dan saat kau lengah maka ucapkan selamat tinggal kepada nyawamu, pertarungan hidup dan mati berbeda dengan pelatihan jadi harus selalu siap setiap saat meskipun kau sedang tertidur sekalipun itulah kultivator sejati" ucap Qia Qia dengan ramah menjelaskan kepada Kun Yi yang terlihat masih minim pengalaman dunia nyata kultivator.

__ADS_1


"Dewi, terima kasih sudah membuka pandangan saya, saya ternyata selama ini terlalu naif sampai sampai terlalu percaya diri" ucap Kun Yi dengan sangat hormat dan sedikit menundukkan kepalanya.


"Kun Yi, di luar sana banyak tingkat pencipta Ilahi tahap akhir dan mereka tidak sebaik yang kau kira, kadang ada masanya tidur pun kita harus memegang pedang, apakah kau paham maksud ucapanku" ucap Qia Qia dengan ramah.


"Dewi saya paham dengan maksud ucapan anda dan terima kasih jujur saja saya merasa seperti seekor katak di dalam sumur selama ini, mungkin jika tidak bertemu dewi saya masih menjadi katak itu, oh ya dewi sebentar lagi kita akan sampai dan apakah Dewi sudah di tingkat pencipta ilahi tahap akhir?" Ucap Kun Yi dengan sangat penasaran ingin mengetahui tingkat kultivasi Qia Qia.


"Kun Yi, yang jelas aku sudah di atasmu" ucap Qia Qia dengan ramah dan tidak ingin mematahkan semangat Kun Yi sedikitpun.


"Sepertinya aku harus kembali ke istana kuno lagi untuk berkultivasi" ucap Kun Yi berbicara sendiri namun meskipun pelan tetap dapat di dengar oleh Qia Qia.


"Istana Kuno, istana apa itu?" Ucap Qia Qia sambil melihat Kun Yi dengan tajam.


"Dewi, istana kuno terletak di puncak gunung belakang kota ini dan nanti juga akan terlihat dari kediaman anda, di istana kuno ada ruangan khusus yang memiliki perbedaan waktu sampai seratus tahun dan disanalah saya selalu berkultivasi namun untuk sampai sana tidak mudah karena di gunung itu tidak ada yang bisa terbang, istana itu jika aku tidak salah milik Dewi Li Mei lima ratus juta tahun yang lalu atau mungkin lebih" ucap Kun Yi menjelaskannya kepada Qia Qia dan sontak membuat Qia Qia sangat terkejut mendengar penjelasan dari Kun Yi.


"Kun Yi lalu dimana Dewi Li Mei" ucap Qia Qia dengan ramah sambil berpura pura penasaran.

__ADS_1


"Menurut cerita yang beredar, lima ratus juta tahun lalu dewi Li Mei menghilang dari dunia peri dan sejak itulah kedua benua saling berperang karena saling menyalahkan satu sama lain atas hilangnya Dewi Li Mei bahkan menurut cerita peri hitam di sebut peri pengkhianat karena saat penyerangan besar besaran lima ratus juta tahun lalu peri hitam sedang menutup benuanya namun aku juga tidak tahu apakah cerita ini benar atau tidak namun semua bawahan Dewi Li Mei masih ada di istana kuno dan merawat istana itu sampai saat ini karena mereka percaya jika Dewi Li Mei masih hidup sampai saat ini dan suatu hari nanti akan kembali kesana" ucap Kun Yi menjelaskan sedetail detailnya bersamaan dengan kereta kuda yang mereka naiki itu berhenti.


__ADS_2