Dewi Mawar Penakluk Surgawi

Dewi Mawar Penakluk Surgawi
Kota Kayu


__ADS_3

"Nona silahkan di lihat menunya, dan sampaikan apa yang ingin anda nikmati untuk makan siang anda" ucap seorang wanita muda mendatangi meja Qia Qia sambil memberikan sebuah kertas tebal yang berisi menu makanan di rumah makan itu.


"Nona sajikan saja daging rusa bakarnya dan saya minta teh hijau hangat saja" ucap Qia Qia sambil memberikan kembali kertas tebal yang merupakan daftar menu makanan itu.


"Baik Nona, mohon tunggu sebentar saya akan membawakan makanan pilihan anda" ucap wanita muda pelayan rumah makan itu dengan ramah lalu meninggalkan Qia Qia sendirian.


"Eh nanti sore kita jadi ke rumah lelang ngak nich" ucap seorang pemuda di meja sebelah kanan Qia Qia.


"Jadilah, kalian tenang saja aku akan membayar biaya masuknya namun tidak akan membayar pembelian kalian" ucap pemuda lainnya.


"Kira kira apa saja yang akan di lelang ya, apakah kalian tahu" ucap pemuda lainnya dan meja itu di isi empat orang pemuda dan dua orang pemudi.


"Dari apa yang ayah ku sampaikan katanya barang utama disana adalah tiga token untuk ke dunia kecil yang akan terbuka nanti malam, dan ketiga token itu adalah token terakhir dari lima ratus token yang ada" ucap seorang wanita muda yang duduk bersama mereka.


"Dunia kecil yang selalu berpindah tempat dan muncul setiap seratus tahun sekali ini pasti akan menarik minat banyak orang aku yakin harga ketiga token itu akan sangat mahal" ucap salah seorang pemuda.


"Itulah kenapa kita harus ke rumah lelang jadi bisa lihat keseruan disana" ucap salah seorang wanita muda yang duduk di antara mereka.


"Nona, ini pesanan anda" ucap wanita muda yang merupakan pelayan rumah makan sambil menghidangkan makanan dan minuman pesanan Qia Qia.


"Terima kasih" ucap Qia Qia dengan ramah sambil melihat wanita muda pelayan rumah makan itu meninggalkan dirinya.


Qia Qia langsung menikmati hidangan daging rusa bakar itu dan terlarut dalam kenikmatan masakan itu.


"Sungguh nikmat sekali masakan daging rusa bakar ini, dagingnya sangat empuk dan bumbu bumbu nya sangat pas, enak sekali" ucap Qia Qia dalam hatinya sambil terus mengunyah makanannya.

__ADS_1


Hanya memerlukan waktu sebentar saja untuk Qia Qia menghabiskan makanan nya dan juga teh hijaunya.


"Nona berapa semuanya" ucap Qia Qia dengan ramah saat wanita muda pelayan rumah makan kembali datang untuk mengambil piring yang sudah kosong.


"Nona semuanya jadi dua keping koin emas saja" ucap wanita muda pelayan rumah makan dengan ramah.


"In sisanya untuk anda saja, namun bisakah saya tahu dimana lokasi rumah lelang" ucap Qia Qia dengan ramah sambil memberikan lima keping koin emas.


"Nona nanti pas keluar langsung ke kenan, rumah lelang hanya lima ratus meter sebelah kiri anda, namanya rumah lelang kayu hitam, itu milik Paviliun kayu hitam" ucap wanita muda itu dengan ramah sambil tersenyum bahagia menerima tiga Keping koin emas dari Qia Qia.


"Terima kasih atas informasinya" ucap Qia Qia dengan ramah sambil berdiri dan melangkah menuju pintu keluar di lantai satu rumah makan itu.


Qia Qia langsung keluar dari rumah makan itu dan langsung menuju rumah lelang kayu hitam dan sesampainya di sana dia melihat jika antrian sudah sangat panjang ada hampir empat ratus orang yang mengantri di depannya untuk masuk ke rumah lelang kayu hitam yang sangat besar itu.


Dua orang pria sepuh berpakaian layaknya bangsawan berjalan di depan Qia Qia dan langsung berjalan melewati mereka yang sedang mengantri lalu masuk ke sebuah pintu yang di jaga oleh dua orang penjaga di sebelah kanan pintu tempat orang orang yang mengantri.


"Jadi pintu itu pintu khususnya" ucap Qia Qia dalam hatinya sambil berjalan menuju pintu yang di masuki oleh dua orang pria sepuh itu.


"Nona ini untuk ruangan khusus dan maaf hanya ada ruangan VVIP saja yang kosong senilai lima ratus Keping koin emas, apakah anda akan mengambilnya" ucap salah seorang pria sepuh yang berjaga di pintu khusus itu.


"Benar tuan, jadi dimana saya membayar untuk ruangan VVIP itu" jawab Qia Qia dengan ramah tanpa memperdulikan banyak orang yang sedang mengantri memperhatikannya.


"Nona mari ikut saya" ucap pria sepuh itu sambil membuka pintu dan meminta Qia Qia mengikutinya.


Qia Qia dibawa pria sepuh itu ke semua meja yang ada di dalam ruangan lelang yang di jaga oleh seorang wanita muda dan ada dua orang wanita muda lainnya yang berdiri di belakang wanita muda itu.

__ADS_1


"Nona silahkan, saya akan kembali ke depan" ucap pria sepuh itu dengan ramah.


"Tuan terima kasih sudah mengatar saya, ini untuk anda" ucap Qia Qia sambil tersenyum ramah dan memberikan sepuluh keping koin emas untuk pria sepuh itu dan langsung di terima oleh pria sepuh itu.


"Nona terima kasih, saya permisi" ucap pria sepuh itu sambil tersenyum ramah dan melangkah meninggalkan Qia Qia.


"Nona maaf hanya tinggal ruangan VVIP saja dan biaya nya senilai lima ratus keping koin emas" ucap wanita muda yang duduk menjaga meja itu.


Qia Qia hanya tersenyum dan meletakkan lima ratus keping koin emas di atas meja itu.


"Nona, maaf saya harus menulis nama anda, bisa saya mengetahuinya" ucap wanita muda itu kembali setelah menyimpan koin emas yang diletakkan oleh Qia Qia di atas mejanya ke dalam cincin dimensinya.


"Dewi Mawar, anda bisa menulisnya seperti itu saja" ucap Qia Qia dengan ramah.


"Baik Dewi, ini bukti anda membayar untuk kamar VVIP nomor satu dan silahkan ikuti dia yang akan mengantarkan anda ke ruangan VVIP nomor satu" ucap wanita muda itu dengan ramah sambil memberikan sebuah medali kecil yang bergambar sebuah pohon kayu dan ada nomor satu disana lalu meminta salah seorang wanita muda yang berdiri di belakangnya untuk mengantarkan Qia Qia ke ruangan VVIP nomor satu.


Qia Qia menerima medali itu lalu mengikuti wanita muda itu dan mereka naik ke lantai dua pelelangan lalu memasuki sebuah ruangan besar.


"Nona, ini ruangan anda, dan jika anda membutuhkan kehadiran saya anda bisa menarik tali merah ini" ucap wanita muda itu dengan ramah sambil menunjukkan tali berwarna merah yang menggantung di dekat pintu.


"Baik, terima kasih, dan ini untukmu" ucap Qia Qia dengan ramah sambil memberikan sepuluh keping koin emas untuk wanita muda itu.


"Nona, terima kasih, saya permisi dan lelang masih akan berlangsung dalam dua jam lagi jadi anda bisa beristirahat dahulu" ucap wanita muda itu dengan sangat gembira lalu meninggalkan Qia Qia di ruangan itu.


Qia Qia langsung menutup pintu ruangan dan duduk di sebuah sofa yang menghadap ke panggung pelelangan di lantai satu.

__ADS_1


__ADS_2