Dewi Mawar Penakluk Surgawi

Dewi Mawar Penakluk Surgawi
Meninggalkan desa ketiga


__ADS_3

"Dewi perhiasan perhiasan ini sangat indah dan sangat berkualitas tinggi bahkan desa kami belum sanggup membuat perhiasan perhiasan seperti ini" ucap wanita sepuh itu dengan sangat bahagia menerima pemberian Qia Qia itu.


"Nyonya itu memang saya persiapkan untuk anda sebagai ibu dari bawahan saya semoga anda menyukainya ya" ucap Qia Qia dengan ramah sambil tersenyum hangat ke wanita sepuh itu.


"Dewi, ini sangat banyak sekali saya tidak pantas menerima koin emas sebanyak ini" ucap pria sepuh itu dengan sangat hormat sambil memegang erat cincin dimensi pemberian Qia Qia itu.


"Sudah terima saja bukankah kalian ingin membuat toko perhiasan di desa kalian ini dan koin koin emas itu bisa untuk menjadi modal kalian bukan, tapi ingat satu hal tunggu sampai tembok kota mawar menutup desa dan kawasan tambang kalian saja jadi keamanan kalian akan lebih terjamin" ucap Qia Qia dengan ramah sambil tersenyum hangat ke mereka semua.


"Baik Dewi, sekali lagi terima kasih atas kebaikan anda ini" ucap pria sepuh itu dengan sangat hormat.


"Wi Ni, untuk kemudahan desa ini kedepannya maka nanti jika pembangunan tembok kota sudah sampai sini maka berikan satu pintu gerbang disini jadi perdagangan mereka akan semakin baik lagi" ucap Qia Qia dengan ramah sambil tersenyum hangat ke mereka semua.


"Baik Dewi, saya akan mengingatnya" jawab Wi Ni dengan sangat hormat.


"Tuan apakah ada kendala yang kalian hadapi saat ini atau yang dialami oleh warga desa lainnya" ucap Qia Qia dengan sangat ramah.


"Dewi, kami tidak memiliki kendala apapun karena dengan kami menjadi bagian dari kota mawar yang Dewi pimpin semua masalah kami sudah terselesaikan secara tidak langsung" ucap pria sepuh itu dengan sangat sopan dan juga hormat.


"Baguslah jika demikian, aku akan melanjutkan perjalanan ku karena sudah sangat sore dan sebentar lagi sepertinya akan masuk malam" ucap Qia Qia sambil berdiri dan diikuti oleh semuanya.

__ADS_1


"Jika ada apa apa maka berbincang saja dengan Wi Ni dan dia akan membantu mu kedepannya" ucap Qia Qia sambil melangkah menuju kereta kudanya.


"Baik Dewi sekali lagi kamu ucapkan terima kasih atas semua kebaikan yang anda berikan untuk kami" ucap pria sepuh itu dengan sangat hormat.


Mereka kemudian meninggalkan desa itu dan kembali ke kota mawar dengan kecepatan penuh kereta kuda itu karena jarak kota mawar yang lumayan jauh dari desa ke tiga itu.


"Wi Ni, ada apa kenapa kau seperti bingung begitu" ucap Qia Qia sambil melihat Wi Ni yang sedang melamun.


"Dewi saya sedang memikirkan tambahan biaya untuk membangun tembok kota karena kini sudah sangat panjang" ucap Wi Ni dengan sangat hormat.


"Wi Ni, gunakan saja semua uang yang masih ada padamu, jika kurang baru kau sampaikan kepadaku, berapapun jumlahnya aku akan membantu sebisa mungkin selama itu untuk kebaikan" ucap Qia Qia dengan ramah sambil tersenyum hangat dan senyuman itu membuat perasaan Wi Ni menjadi tenang.


"Wi Ni, aku sudah tidak memiliki keluarga dan di dunia bulan ini kalian semua lah keluarga ku, jadi jangan kau pertanyakan kenapa lagi ya karena itulah jawabannya" ucap Qia Qia dengan suara yang sangat hangat dan menentramkan.


"Dewi, terima kasih anda benar benar pemimpin terbaik untuk kami" ucap Wi Ni masih dengan mata yang berlinang air mata itu.


"Wi Ni, pelebaran kota mawar kita ini menjadi sangat luas dan hal ini akan menjadikan pertanyaan besar dari semua pihak terutama dari pihak kerajaan dan kekaisaran oleh karena itu diam diam kau juga harus bersiap untuk berperang melawan mereka jika suatu saat nanti mereka berbuat ulah terlebih dahulu kepada kita, karena aku tidak akan membiarkan siapapun bawahanku di injak oleh orang lain" ucap Qia Qia dengan ramah.


"Dewi hamba paham dan mengerti maksud anda, itulah sebabnya saya secara diam diam merekrut semua tingkat Pencipta untuk menjadi prajurit anda dan nanti jika sekte sudah berjalan maka kekuatan kita akan melebihi kekuatan kekaisaran ataupun kerajaan jadi aku yakin kita bisa berdiri sendiri di dunia bulan ini" ucap Wi Ni dengan sangat bersemangat.

__ADS_1


"Wi Ni, sesuai dengan ucapanku kemarin kepadamu, tugasku disini hanya mempermudah perjalanan Dewi Hao Ling saja, jadi kalian semua nantinya akan berada di bawah kepemimpinan Dewi Hao Ling, aku sendiri akan melanjutkan perjalanan ku ke dunia lainnya, nah oleh karena itu aku menyiapkan kota mawar agar kehidupan kalian semakin makmur saat aku tinggalkan nanti" ucap Qia Qia dengan sangat ramah.


"Dewi terima kasih, kami akan selalu ada disini untuk anda kapan pun anda membutuhkan tenaga kami ini" ucap Wi Ni dengan sangat bersemangat.


"Iya terima kasih juga untuk bantuanmu mengurus kota mawar ya" ucap Qia Qia sambil tersenyum hangat dan memberikan sebuah apel emas kepada Wi Ni.


Wi Ni menerima apel emas itu dengan sangat bahagia dan langsung memakannya perlahan.


Malam semakin larut dan Kereta kuda itu terus melesat di ikuti oleh sepuluh prajurit wanita yang juga menunggangi kuda mereka menuju kota mawar.


Tidak ada halangan apapun yang mereka temui selama dalam perjalanan kembali ke kota mawar dan kini mereka sudah sampai di kediaman Qia Qia di puncak bukit kota mawar, semuanya pun langsung beristirahat karena sudah sangat lelah selama dalam perjalanan itu.


Qia Qia yang sudah membersihkan dirinya kini duduk di kursi ruang tamu kamarnya sambil menikmati Teh Herbal buatan Long Tian dan juga apel emasnya yang dia panen dari dunia mawar.


"Dewi, maaf mengganggu anda apakah anda bisa kesini sebentar karena saya ingin memberikan harta bagian anda dari hasil membersihkan dunia kecil" ucap salah satu bawahan Qia Qia melalui telepati karena hal itu sudah menjadi kebiasaan mereka sejak bergabung dengan pasukan dunia naga dulu.


"Simpanlah semua bagianku untuk membangun ulang dunia kecil kalian itu, dan apakah kau sudah bertemu dengan pemimpin Long Yu di kota naga" ucap Qia Qia melalui telepati juga.


"Dewi, saya sudah bertemu dengan Pemimpin Long Yu tadi siang dan mulai besok kami akan mulai membangun ulang dunia kecil, terima kasih dewi jika demikian maka saya akan menggunakan uang anda ini" ucap bawahannya Qia Qia melalui telepati kembali.

__ADS_1


"Jika seandainya uangnya kurang maka jangan sungkan berbicara kepadaku, aku akan memberikannya lagi untuk kalian agar kalian semua bisa mendapatkan dunia yang selama ini kalian idam idamkan, maafkan aku yang baru bisa memberikan satu dunia untuk kalian tempati, mungkin nanti jika aku sudah bisa aku akan mengeluarkan dunia kecil kalian di galaksi surgawi ini jadi dunia kalian bisa di akui oleh semua orang di galaksi surgawi" ucap Qia Qia melalui telepati kembali.


__ADS_2