Dewi Mawar Penakluk Surgawi

Dewi Mawar Penakluk Surgawi
Keberhasilan Kun Yi


__ADS_3

"Kun Yi kenapa kau ingin menjadi bawahanku bukankah menjadi adik angkatku lebih baik untukmu" ucap Qia Qia dengan ramah sambil membiarkan Kun Yi berlutut di depannya.


"Dewi, saya ingin mengabdikan diri saya untuk Dewi, saya ingin menjadi salah seorang benteng pertahanan Dewi nantinya seperti Jia Ni dan yang lainnya juga" ucap Kun Yi sambil tetap berlutut di depan Qia Qia dan masih membuka pertahanan jiwanya.


"Kun Yi jika kau menjadi bawahanku maka kau harus mengikuti semua perintah ku apakah kau sanggup" ucap Qia Qia dengan ramah.


"Dewi, saya sanggup dan siap mengorbankan nyawa saya untuk Dewi" ucap Kun Yi dengan sangat hormat.


Qia Qia tersenyum dan kemudian memberikan kontrak jiwa kepada Kun Yi karena hal ini memang salah satu rencananya.


"Dewi terima kasih, saya tidak akan mengecewakan anda" ucap Kun Yi sambil kembali bersujud tiga kali lalu berdiri kembali.


"Kun Yi, di sana adalah sebuah kota besar dan menjadi pusat peradaban manusia kanibal jadi tugas mu adalah menghabisi mereka semua dan juga membersihkan semua harta yang ada di kota itu, ambil waktu yang kau butuhkan untuk melakukan penghapusan ini, aku akan menunggu mu disini dan tidak akan membantu mu sama sekali bahkan kali ini aku tidak akan memberikan segel perlindungan untukmu, apa kau sanggup" ucap Qia Qia dengan ramah.


"Dewi saya sanggup dan mohon izin untuk berangkat sekarang" ucap Kun Yi dengan sangat hormat.


"Pergilah dan jaga dirimu baik baik, gunakan seluruh kemampuan mu karena jumlah mereka jauh lebih banyak berkali kali lipat, kembalilah jika sudah selesai" ucap Qia Qia dengan ramah sambil tersenyum hangat ke Kun Yi.


Kun Yi langsung membungkukkan badannya untuk menghormati Qia Qia lalu berbalik dan terbang melesat untuk memasuki kota itu.

__ADS_1


"Kelak ada masanya kau hidup seperti ini berjuang sendirian membela kebenaran, semoga apa yang ku lakukan ini benar benar bisa menjadi pelajaran berharga untukmu" ucap Qia Qia sambil melihat kepergian Kun Yi.


Qia Qia kemudian membuat bola segel perlindungan ilusinya dan setelah tubuhnya di lindungi oleh segel perlindungan dan juga ilusi dia langsung berteleportasi ke atas kota itu untuk melihat serta menjaga Kun Yi.


Qia Qia melihat jika Kun Yi sudah berhasil membunuh lebih dari lima ratus orang dan kini seluruh penduduk kota mengepungnya namun Kun Yi terlihat tersenyum hangat ke orang orang yang hendak membunuhnya itu.


Qia Qia melihat jika Kun Yi kemudian menggunakan kekuatan elemen kayunya dan dari dalam tanah terlihat keluar akar akar kayu yang langsung mengikat kaki serta tubuh orang orang kota itu semuanya, Kun Yi terlihat menggerakkan tangannya dan terlihat jika akar akar kayu itu mengencangkan ikatan mereka sehingga terdengar jerit kesakitan dari kaum kanibal di kota itu.


Satu persatu kaum kanibal itu kehilangan nyawa mereka karena selain kaki, tangan dan tubuh akar kayu itu juga melilit leher mereka dengan sangat erat.


"Anak ini sangat cepat belajar, dia bisa menjadi lebih kuat dariku kelak jika dia tidak berpuas diri kedepannya" ucap Qia Qia sambil tersenyum melihat Kun Yi berhasil membunuh jutaan orang dalam sekali serangan dalam waktu yang singkat.


Dua anak panah itu melesat dengan sangat cepat dan di ikuti oleh beberapa anak panah lagi karena dua pria paruh baya itu berulang ulang kali mengirim serangan tersebut kepada Kun Yi.


Kun Yi yang memang sudah bersiaga melihat ratusan anak panah itu lalu menggerakkan tangannya dengan cepat dan sebuah tembok kayu keluar dari dalam tanah menahan anak anak panah itu sepuluh meter dari lokasinya.


Qia Qia melihat ini semakin bangga dengan bawahan barunya itu karena ternyata Kun Yi memang bersiaga dan tidak berpuas diri setelah berhasil membunuh jutaan orang kaum kanibal kota itu.


Kun Yi terlihat mengangkat tangan kanannya dan akar kayu seukuran kelingking melesat keluar dari dalam tanah lalu membentuk busur dan juga dua anak panah.

__ADS_1


Kun Yi langsung memanah kedua orang paruh baya itu dan dengan cepat anak panah yang terbuat dari akar kayu itu melesat dengan sangat cepat namun terlihat jika kedua orang paruh baya itu berusaha menghindari anak panah yang mengincar mereka namun anak panah yang dikirim oleh Kun Yi seakan memiliki kesadaran jiwa sehingga mengejar pria pria sepuh itu lalu menancap tepat di kening pria pria paruh baya itu.


Kun Yi langsung melesat menuju ke kedua pria paruh baya lalu memotong leher kedua orang itu yang sudah tergeletak tidak bernyawa di atas tanah.


Kun Yi tidak mau membuang waktu dia langsung melesat kesana kesini memeriksa kota kaum kanibal itu dan dia tidak peduli mau wanita maupun anak anak semuanya dia hapus keberadaannya karena dia tahu jika dia membiarkan mereka akan tetap memberikan bahaya kedepannya untuk siapapun yang mendatangi dunia pedang kuno.


Delapan jam berlalu dan kini Qia Qia tidak lagi melihat atau merasakan adanya orang lain di kota itu selain Kun Yi yang sudah resmi menjadi bawahannya itu.


Qia Qia melihat jika Kun Yi kini mengumpulkan semua mayat kaum kanibal itu di lapangan yang ada di tengah kota sambil mengumpulkan semua harta yang melekat di tubuh mereka lalu membakar tumpukan mayat mayat itu sehingga kini asap hitam terlihat di kota itu.


Qia Qia menghilangkan kubah transparan yang menutupi kota kanibal itu karena jika masih ada akan membuat asap pembakaran itu hanya mengumpul di dalam kubah perlindungan.


Kun Yi yang sudah membakar semua mayat mayat itu serta bagian tubuh mereka yang terputus lalu mulai memasuki satu persatu bangunan yang ada di kota kanibal untuk membersihkan semua harta yang ada dan setelah selesai dia membakar bangunan itu.


Qia Qia melihat jika kini Kun Yi sudah hampir selesai dengan pelatihannya sehingga dia memilih untuk kembali ke atas perahu untuk menunggu kedatangan Kun Yi.


Qia Qia kemudian melangkah menuju kamarnya dan karena hari sudah sangat sore jadi dia memilih untuk membersihkan dirinya dan berganti pakaian, kini dia menggunakan pakaian berwarna merah dengan ukiran ukiran mawar di pakaiannya itu serta jubah nya.


Qia Qia melihat dirinya jadi seperti wanita yang merupakan pemilik pertama Pedang Lava Neraka namun wanita itu tidak menggunakan pakaian berukiran mawar hanya Pakaian berwarna merah polos saja.

__ADS_1


__ADS_2