
"Wakil pemimpin Ni, saya mempunyai sebuah rumah yang cukup besar dan kosong, saya akan menghadiahkannya saja untuk dewi mawar" ucap pria sepuh itu dengan sangat sopan dan nampak sangat gembira.
"Saya akan membayarnya saja dan menjadikan aset kota mawar jadi anda jangan sungkan karena Dewi Mawar tidak suka mengambil apapun milik penduduk, anda hanya perlu menyampaikan harganya saja kepada saya" ucap Wi Ni dengan sangat ramah ke pria sepuh itu.
"Wakil pemimpin Ni, kediaman di depan itu yang saya maksud kan apakah cocok untuk digunakan sebagai rumah pengobatan, sebaiknya kita kesana untuk melihat nya" ucap pria sepuh itu dengan sangat hormat sambil berdiri dan mengajak Qia Qia dan Wi Ni untuk melihat kediaman di seberang kediamannya.
Mereka berdua kemudian berdiri dan mengikuti pria sepuh itu menuju ke kediaman yang ada di depan kediaman pria sepuh itu.
"Kediaman ini sangat besar dan sangat cocok untuk dijadikan sebagai rumah pengobatan dan juga sebagai tempat para alkemis bekerja" ucap Qia Qia dengan ramah sambil melihat sekelilingnya dan tetap berjalan memeriksa kediaman itu bersama yang Wi Ni dan juga kepala desa itu.
Mereka bertiga kemudian kembali ke teras kediaman kepala desa dan melihat jika kini para prajurit itu sedang asyik menikmati Teh Herbal yang disiapkan oleh istri kepala desa di taman yang ada di pojok kanan halaman kediaman kepala desa itu.
"Jadi berapa yang anda inginkan untuk kediaman anda itu agar semuanya segera selesai karena kami masih harus mengunjungi dua desa lainnya" ucap Wi Ni dengan sangat ramah.
Pria sepuh itu kemudian mengeluarkan surat surat kepemilikan rumah itu dari dalam cincin dimensinya dan menyerahkan kepada Wi Ni.
"Wakil pemimpin Ni, saya membelinya setahun yang lalu tiga ribu keping koin emas dan saya pun menjualnya dengan angka yang sama saja karena bukankah kediaman itu juga akan menjadi keuntungan tersendiri untuk para penduduk desa kedepannya." Ucap pria sepuh itu dengan sangat hormat.
__ADS_1
"Wi Ni, berikan lima ribu keping koin emas saja, agar bisa menjadi modal dia untuk membangun ulang desa ini" ucap Qia Qia melalui telepati ke Wi Ni.
"Baik Dewi" jawab Wi Ni melalui telepati juga.
"Tuan kepala desa ini saya berikan lima ribu keping koin emas dan anda bisa gunakan kelebihannya untuk anda membangun ulang desa anda, karena setelah ini desa ini akan ada di dalam area kota mawar dan anda bisa meluaskan area perkebunan anda, namun saya harap anda menyampaikan kepada saya berapa luas yang kalian ambil nantinya agar saya bisa memiliki data yang nyata" ucap Wi Ni sambil memberikan sebuah cincin dimensi yang berisi lima ribu keping koin emas sesuai saran dari Qia Qia.
"Wakil pemimpin Ni, ini sangat banyak sekali dengan uang sebanyak ini saya bisa melebarkan perkebunan herbal jika boleh saya ingin mengambil sepuluh hektar tanah di lereng gunung belakang untuk menjadi area perkebunan para penduduk desa saya ini jika diperkenankan oleh anda dan juga oleh Dewi mawar" ucap pria sepuh itu dengan sangat hormat dan sangat berbahagia sambil memegang cincin dimensi yang diberikan oleh Wi Ni itu.
"Baiklah gunakan saja dua puluh hektar lereng gunung itu dan aku akan mencatatnya jadi area lainnya bisa digunakan oleh penduduk kota yang lain" ucap Wi Ni dengan sangat ramah.
"Baiklah semuanya sudah selesai dan aku akan melanjutkan perjalanan ke desa kedua jadi cukup sampai disini saja pertemuan kita" ucap Qia Qia sambil meminta Wi Ni menyimpan surat-surat kepemilikan rumah baru itu.
Rombongan Qia Qia meninggalkan desa pertama itu dan kemudian melanjutkan perjalanan menuju desa kedua yang tidak terlalu jauh letaknya dari desa pertama.
"Dewi, kenapa anda langsung setuju menjadikan desa itu menjadi bagian dari kota mawar jika saya boleh tahu" ucap Wi Ni dengan sangat hormat dan saat ini mereka sudah berada di kereta kuda.
"Wi Ni, aku lihat jika hati kepala desa itu sama seperti mu sangat bersih dan tidak memiliki keburukan, itulah yang menjadikan aku bersedia menjadikannya bagian dari kota mawar, mengenai penduduk desa aku tidak terlalu memikirkannya karena jika ada yang jahat bisa kau urus nanti atau cukup para prajurit saja" ucap Qia Qia dengan ramah menjelaskannya.
__ADS_1
"Dewi saya akan selalu mengawasi orang orang yang belum melakukan kontrak jiwa dengan anda dan jika mereka membahayakan yang lainnya maka saya tidak akan segan" ucap Wi Ni dengan sangat hormat dan bersemangat.
"Wi Ni, nanti kau saja yang melakukan kontrak jiwa kepada penduduk yang lainnya karena aku tidak akan selamanya di dunia bulan ini, aku masih memiliki banyak tugas di dunia dunia lainnya di galaksi surgawi ini" ucap Qia Qia dengan santai sambil melihat keluar jendela dan sejauh mata memandang hanya pepohonan besar saja yang dilihatnya.
"Baik Dewi saya akan melaksanakannya dan saya informasikan kepada anda jika desa ke dua merupakan desa tambang yang saat ini menjadi pemasok untuk kebutuhan pembangunan tembok kota dan juga sekte mawar, kita akan sampai disana dalam setengah jam lagi" ucap Wi Ni dengan sangat hormat dan tersenyum hangat ke Qia Qia.
Qia Qia hanya mengangguk dan kembali mengeluarkan dua buah apel emas dan memberikannya satu kepada Wi Ni.
Kereta kuda itu melaju dengan kecepatan sedang dan benar hanya setengah jam untuk sampai di gerbang desa kedua.
Rombongan Qia Qia disambut dengan hangat oleh para penduduk desa itu yang menunggu kedatangannya sejak gerbang desa, mereka berbaris di kiri dan kanan jalan untuk menyambut kedatangan Qia Qia.
"Wi Ni apakah kau menyampaikan jika aku akan mengunjungi desa ini" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Dewi prajurit yang menjadi kusir kita berasal dari desa ini dan dia anak kepala desanya demikian juga dengan desa ke tiga nanti kepala desanya adalah salah satu prajurit yang ikut rombongan kita" ucap Wi Ni sambil tertawa ringan.
"Kalian itu bukannya bilang dari tadi kepadaku jadi aku bisa membawa hadiah untuk orang tua prajurit kita" ucap Qia Qia sambil menghela nafas panjang.
__ADS_1
"Maaf Dewi saya sebenarnya ingin memberi anda kejutan saja" ucap Wi Ni dengan sangat hormat sambil tersenyum hangat ke Qia Qia berbarengan dengan berhenti nya kereta kuda mereka di halaman sebuah kediaman yang sangat besar dan juga sangat mewah untuk sebuah kediaman di dalam desa.