
"Dewi apakah anda ingin saya memerintahkan mereka untuk menyerang istana kerajaan" ucap Wi Yu dengan hormat.
"Tentunya tidak seperti itu, jika itu kita lakukan sekarang maka akan banyak yang menjadi korban, justru kekacauan kita ini harus menentramkan para penduduk dunia bulan" ucap Qia Qia dengan sangat ramah.
"Maafkan saya Dewi namun bisakah anda menjelaskan secara rinci mengenai hal itu" ucap Wi Ni yang terlihat sedikit kebingungan.
"Wi Yu, perintahkan pasukan pembunuh mu untuk membunuh para perampok saja dulu, dan jika bisa letakan mayat mayat itu di tempat yang akan terlihat atau terlintasi oleh pasukan malam dunia bulan" ucap Qia Qia kembali.
"Hamba mengerti maksud Dewi dengan kekacauan yang menguntungkan bagi para penduduk dunia bulan dan hamba juga memahami maksud anda untuk membiarkan mayat mayat para perampok di temukan oleh para prajurit malam" ucap Wi Yu dengan sangat hormat dan terlihat jika Wi Ni menganggukkan kepalanya pertanda jika dia juga mengerti.
"Segera laksanakan dan cukup di benua terjauh saja, agar pengawasan ke kota kita jadi terlupakan, jika bisa cukup satu mayat saja perharinya namun jika mereka harus membunuh lebih banyak apa bisa di kata lagi" ucap Qia Qia dengan sangat santai seolah olah membunuh para perampok adalah perkara yang sangat mudah untuknya.
"Baik Dewi hamba mohon diri untuk menyampaikan perintah ini" ucap Wi Yu sambil berdiri dan memberikan penghormatan kepada Qia Qia lalu langsung meninggalkan Qia Qia berduaan bersama dengan Wi Ni adiknya.
"Wi Ni, apakah ada yang ingin kau tanyakan" ucap Qia Qia dengan ramah sambil melihat ke arah Wi Ni yang terlihat sedang memikirkan sesuatu yang berat.
"Dewi, apakah ada alasan khusus kenapa anda melebarkan kota sampai menutup seluruh bagian Gunung besar itu" ucap Wi Ni dengan sangat hormat.
"Wi Ni, apa yang kau ketahui tentang gunung itu" ucap Qia Qia dengan ramah membalikan pertanyaan Wi Ni.
"Dewi yang saya ketahui adalah gunung itu sangat luas dan besar dengan memiliki hutan yang sangat luas serta pepohonan hutan itu juga sudah sangat tua" ucap Wi Ni menjelaskan apa yang dia ketahui.
__ADS_1
"Apa kau tahu jika setiap malam pasukan yang terbang menggunakan kapal perang angkasa tidak melintasi puncak gunung itu melainkan mereka memutarinya, sehingga kita setiap malam melihat banyak kapal perang angkasa milik kekaisaran yang berhenti di atas kota kita ini" ucap Qia Qia dengan ramah sambil tersenyum hangat ke Wi Ni.
Qia Qia tahu jika para penduduk kota selama ini tidak memperhatikan kejadian itu karena ada jam malam untuk semua penduduk dunia bulan.
"Dewi saya baru tahu hal ini dan hal lain yang saya ketahui dari puncak gunung itu adalah belum pernah ada seorang pun yang bisa sampai ke puncak gunung karena setahu saya arah untuk kesana sangat curam" ucap Wi Ni kembali dengan suara yang terdengar sangat hormat itu.
"Wi Ni, aku akan bepergian dan mungkin selama beberapa hari aku tidak kembali, jadi kau sementara yang mengurus semuanya di kota ini, jika ada hal yang sangat darurat bertelepati lah kepadaku" ucap Qia Qia dengan sangat ramah.
"Baik Dewi, semoga perjalanan Dewi lancar dan dewi bisa segera kembali ke sini" ucap Wi Ni dengan sangat sopan dan juga hormat.
Qia Qia hanya tersenyum hangat dan langsung berteleportasi ke puncak gunung yang hendak di jadikan bagian dari kota nya.
Qia Qia muncul diatas puncak gunung itu dan melayang dua puluh meter dari permukaan tanah puncak gunung.
Qia Qia kemudian turun dan mendarat persis di atas sebuah batu besar yang datar bagian atasnya.
"Aneh aku belum bisa menemukan apapun yang ganjil di puncak gunung ini tapi pasti ada rahasia besar di gunung ini" ucap Qia Qia sambil melihat sekelilingnya dengan teliti takut jika ada yang terlewat dari pengawasan nya.
Satu jam berlalu sudah dan belum ada satupun yang mencurigakan, Qia Qia pun kemudian turun dari atas batu besar itu lalu memeriksa semua bagian tanah dan batu satu persatu dengan teliti, yang dia takutkan adalah jika ada hal buruk di puncak gunung itu yang akan membahayakan nyawa para bawahannya di kota mawar.
Delapan jam sudah berlalu dan setiap bagian di puncak gunung itu sudah di jelajahi oleh Qia Qia, hal yang membuat dia lama adalah dikarenakan puncak gunung itu seluas kota mawar.
__ADS_1
"Untungnya aku sangat lama tinggal di hutan jadi aku bisa menyesuaikan diri dengan gunung ini" ucap Qia Qia berbicara sendiri sambil melihat sekelilingnya dan dia mencari lokasi yang tepat untuk beristirahat tanpa di lihat oleh siapapun jika ada yang terbang di atas puncak gunung itu.
Qia Qia kemudian berjalan menuju sebuah pohon yang sangat besar dan merupakan pohon tertinggi di puncak gunung itu namun dengan santai dan tetap memeriksa setiap area yang di lewati olehnya.
Qia Qia pun kemudian terbang ke atas dahan tertinggi yang cukup besar untuk duduk di atas dahan pohon itu, dia bersandar di pohon itu sambil beristirahat dan menanti malam untuk melihat kondisi di malam hari.
"Sebaiknya aku membuat segel perlindungan dan segel ilusi untuk berjaga jaga apabila ada hal tidak terduga terjadi disini" ucap Qia Qia berbicara sendiri sambil menggerakkan tangannya.
Cahaya transparan keluar dari telapak tangannya saat telapak tangannya itu terangkat lurus ke atas lalu membentuk sebuah bola cahaya transparan yang menutupi dirinya.
Bola cahaya transparan itu merupakan segel perlindungan dan juga segel ilusi yang membuat Qia Qia tidak terlihat oleh siapapun.
"Sekarang sudah aman, dan tidak akan ada seorang pun yang melihat diriku" ucap Qia Qia berbicara sendiri kembali sambil melihat ke atas langit dan dia melihat jika bulan sudah mulai tinggi.
"Seharusnya sebentar lagi kapal kapal perang angkasa itu sampai di atas kota mawar semoga saja aku bisa mengetahui kenapa mereka menghindari puncak gunung ini" ucap Qia Qia yang berbicara sendiri sambil bersandar di batang pohon.
Bola cahaya transparan buatan Qia Qia pun menyesuaikan diri dan tetap melindungi Qia Qia sepenuhnya.
Malam semakin larut dan bulan serta bintang kini semakin jelas terlihat menghiasi langit dunia bulan.
Suara burung hantu beberapa kali terdengar pelan oleh Qia Qia namun tidak satupun yang dilihatnya.
__ADS_1
Suhu udara juga terasa semakin dingin seiring bertambahnya waktu disana.