
"Kun Yi tolong panggilkan ayahmu dan juga tuan kota kesini aku ingin bertemu dengan mereka berdua" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Dewi baik saya pamit dan akan segera membawa ayah dan paman kesini" ucap Kun Yi dengan sangat bersemangat lalu berdiri dan terbang melesat ke arah kota kayu meninggalkan Qia Qia sendirian di taman mawar itu.
"Anak ini sangat bersemangat sekali bahkan tidak menanyakan alasannya kepadaku" ucap Qia Qia berbicara sendiri sambil melihat Kun Yi yang terbang dengan sangat cepat.
"Jia Yu aku memerlukan sepuluh orang sementara mengurus kediamanku di kota kayu dunia peri dan aku minta semuanya di tingkat pencipta Ilahi apakah bisa kau siapkan segera" ucap Qia Qia melalui telepati ke Jia Yu.
"Dewi berikan saya waktu sebentar saja, kebetulan saya sedang di lapangan militer dunia lotus dan saya akan memberikan informasi ini kepada mereka" jawab Jia Yu melalui telepati juga ke Qia Qia.
"Iya, kabari aku jika sudah mendapatkan yang berminat untuk sementara tinggal disini" ucap Qia Qia kembali melalui telepati.
"Dunia peri ini meskipun terlihat tenang tapi entah kenapa aku merasa jika dunia ini penuh dengan misteri" ucap Qia Qia berbicara sendiri sambil berdiri dan berjongkok di samping kolam ikan.
"Dewi sudah siap, saya sudah memilih sepuluh orang yang bersedia untuk mengikuti anda di dunia peri" ucap Jia Yu melalui telepati.
Qia Qia langsung menarik sepuluh orang yang sudah disiapkan oleh Jia Yu itu kehadapannya.
"Hormat kepada Dewi Qia" ucap sepuluh wanita muda yang semuanya memiliki kultivasi tingkat pencipta ilahi dan Qia Qia melihat mereka masih menggunakan pakaian perang karena sedang berlatih di lapangan militer.
__ADS_1
"Kalian semua berganti pakaian saja dulu dan gunakan saja bangunan itu untuk menjadi rumah kalian selama disini, disana pas ada sepuluh kamar untuk kalian gunakan" ucap Qia Qia dengan ramah sambil menunjuk ke bangunan besar di samping bangunan inti yang menjadi kediamannya.
"Baik Dewi, kami permisi dulu untuk berganti pakaian" ucap salah seorang dari mereka dan mereka semua langsung menuju ke kediaman baru mereka.
Qia Qia kemudian kembali duduk di kursinya dan melihat jika Kun Yi sudah terbang mendekat bersama dua orang pria sepuh.
"Hormat kepada Dewi Mawar, maaf jika kami lama" ucap seorang pria sepuh yang datang bersama Kun Yi.
"Dewi ini ayah ku Kun Lo dan ini paman ku Kun Ma yang merupakan tuan kota disini" ucap Kun Yi dengan sangat hormat.
"Senang bisa mengenal anda berdua, silahkan duduk" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Nama ku Qia Qia dan orang orang mengenalku dengan sebutan Dewi Mawar maaf jika aku merepotkan kalian sehingga kalian berdua yang kesini bukan saya yang ke tempat kalian." Ucap Qia Qia lagi dengan ramah setelah mereka bertiga duduk lalu mengeluarkan sebuah poci teh herbal buatan Long Tian dengan tiga gelas giok dan menuangkannya ke ketiga gelas giok itu untuk mereka bertiga.
"Tuan Kun Lo, saya mendengar dari anak anda jika anda seorang pengusaha sukses di kota Kayu dan juga kota kota lainnya dan saya ingin menawarkan kerjasama dengan anda" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Dewi, jika saya bisa tahu, kerjasama seperti apa yang anda ingin lakukan dengan saya" ucap Kun Lo kembali dengan sangat penasaran.
"Tuan Kun Lo, saya hanya ingin berinvestasi di asosiasi kayu hitam milik anda saja, senilai satu miliar tael emas, bagaimana menurut anda" ucap Qia Qia dengan ramah sambil mengeluarkan sebuah cincin dimensi yang berisi satu miliar tael emas lalu menyerahkannya ke Kun Lo.
__ADS_1
"Dewi, dengan uang sebanyak ini maka anda akan menjadi pemilik asosiasi kayu hitam dan maaf saya tidak bisa menyerahkan asosiasi kayu hitam milik saya karena ini adalah perjuangan saya selama ini" ucap Kun Lo sambil menyerahkan kembali cincin dimensi itu.
"Tuan Kun Lo seperti yang saya sampaikan sebelumnya saya hanya ingin berinvestasi bukan ingin mengambil alihnya dan keuntungannya juga saya tidak akan mengambilnya" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Dewi, maksud anda bagaimana, anda berinvestasi tapi tidak mengambil hasil investasi anda?" Ucap Kun Lo dengan sangat kebingungan demikian juga Kun Yi dan Kun Ma.
"Saya minta semua keuntungan yang di dapatkan digunakan untuk membantu penduduk kota kayu dan kota kota lainnya serta desa desa yang ada di dunia peri ini, saya lihat di kota ini banyak yang kurang mampu jadi keuntungan itu untuk mereka yang membutuhkan bantuan, anda bisa membantu langsung atau membuka banyak usaha dan mempekerjakan mereka nantinya, bagaimana apakah anda tertarik dengan kerja sama ini" ucap Qia Qia dengan ramah menjelaskan tentang keinginannya.
"Dewi, jika seperti itu maka saya siap bekerja sama dengan anda, namun apa ini tidak terlalu banyak, dengan uang sebanyak ini bahkan benua ini bisa anda beli" ucap Kun Lo dengan hormat.
"Tuan Kun Lo, tidak seperti itu yang saya inginkan, saya hanya ingin agar ada perubahan untuk para penduduk dunia ini, namun saya tidak ingin mereka manja, jadi uang sebanyak itu saya rasa cukup untuk membuat perubahan di dunia peri ini" ucap Qia Qia dengan ramah sambil tersenyum hangat ke mereka bertiga.
"Baik Dewi, saya akan mengelola uang anda ini dan untuk kontrak kerjasamanya nanti akan saya bawakan ke sini" ucap Kun Lo dengan hormat.
"Ada satu hal lagi yang saya inginkan dari anda yaitu saya ingin Kun Yi bisa disini bersama saya untuk beberapa waktu apakah anda keberatan" ucap Qia Qia lagi dengan sangat ramah.
"Dewi saya tidak keberatan sama sekali, dan semoga saja anak saya ini bisa menjadi lebih baik dan tidak menghilang terus" ucap Kun Lo sambil melihat Kun Yi.
"Tuan Kun Lo terima kasih dan Tuan Kun Ma, apakah anda sudah tahu siapa yang membantai keluarga yang sebelumnya tinggal di kediaman ini?" Ucap Qia Qia dengan ramah sambil melihat ke arah Kun Ma.
__ADS_1
"Dewi, tadi Kun Yi sudah memberi tahu saya dan saya akan segera mengurus mereka saya akan pastikan keadilan di tegakkan dan saya ingin mengucapkan terima kasih kepada anda karena sudah mau membantu saya" ucap Kun Ma dengan sangat hormat.
"Tuan Kun Ma, semoga kakak anda segera membangun banyak tempat usaha di kota kayu ini karena saya lihat dalam perjalanan kesini banyak sekali masyarakat yang kurang mampu disini, apakah ada kendala yang anda hadapi selama anda menjadi Pemimpin dikota ini" ucap Qia Qia dengan ramah.