Dewi Mawar Penakluk Surgawi

Dewi Mawar Penakluk Surgawi
Ciri Kaum Kanibal


__ADS_3

"Dewi sepertinya daratan ini sangat luas bisa berjuta juta jumlah mereka, apa yang harus kita lakukan dan juga kemana semua nelayan yang saya lihat sebelumnya kenapa mereka bisa menghilang setelah ada Dewi di samping aku" ucap Kun Yi sambil memperlihatkan sekitarnya dan dia menemukan keanehan dimana tidak lagi melihat perahu perahu nelayan.


"Kun Yi, simpan token mu di dalam cincin dimensi mu, agar kita di keluarkan oleh mereka, karena kita tidak akan keluar dari dunia ini sebelum kita membereskan Dunia ini" ucap Qia Qia sambil mengeluarkan tokennya dan memasukan ke dalam cincin dimensinya.


"Baik Dewi, saya mengerti maksud anda" ucap Kun Yi sambil mengeluarkan token dari selipan sabuknya dan memasukan token itu ke dalam cincin dimensinya sendiri.


"Kun Yi, dunia ini dunia para kanibal, namun ada orang orang dari dunia peri juga disini meskipun kita belum mengetahui keberadaan atau kondisi mereka tapi sebaiknya kita mempelajari situasinya terlebih dahulu dan itu tujuan kita" ucap Qia Qia sambil menunjuk sebuah perkampungan penduduk di pinggir pantai dan jarak mereka masih kurang lebih tiga ratus meter.


"Dewi, pakaian mereka dan kita sedikit berbeda, saat saya menghabisi semua orang yang ada di perkampungan penduduk pertama itu saya perhatikan jika semuanya memiliki garis garis berwarna merah di jubah atau pakaian mereka, letaknya di bagian lengan kanan dan kiri mereka, mungkin Dewi masih ingat dengan pakaian pria sepuh yang ada di rumah makan itu" ucap Qia Qia dengan sangat hormat sambil tetap memperhatikan sekelilingnya karena tidak ingin kecolongan sedikit pun juga.


"Kun Yi itu benar, aku ingat jubah pria sepuh itu dan bukan hanya itu di lehernya juga ada tanda merah berbentuk garis apa kau juga memperhatikannya.


Kun Yi kemudian tampak berpikir dan mengingat ngingat orang orang yang dibantainya di pulau tempat kedatangan mereka berdua.


"Benar Dewi, dan leher yang lainnya juga sama memiliki tanda garis berwarna merah" ucap Kun Yi setelah mengingat detail dari para penduduk desa itu.


"Ini petunjuk kita, untuk mengetahui mana kaum kanibal mana bukan, yang jelas aku minta kepadamu jangan ragu untuk menghabisi mereka atau mereka yang akan menghabisi mu nantinya dan jangan pernah meremehkan musuhmu" ucap Qia Qia sambil fokus melihat perkampungan penduduk yang menjadi tujuan mereka.

__ADS_1


"Siap Dewi, pandangan saya sudah terbuka oleh pencerahan Dewi, dan saya sudah siap untuk bertempur dengan mereka, setidaknya inilah kesempatan saya untuk membuktikan kepada diri saya sendiri akan apa yang saya lakukan selama ini" ucap Kun Yi dengan sangat hormat.


"Kun Yi, tujuan ku berkultivasi setinggi tingginya adalah untuk membantu dan menolong orang yang berharga untukku dan kau juga harus memiliki tujuan jadi kapan pun kau merasa lelah kau bisa mengingat tujuanmu itu, jalan mu masih panjang selama kau tidak pernah ragu untuk membunuh lawanmu maka kau akan aman, sekarang konsumsi ini agar stamina mu kambali ke puncaknya" ucap Qia Qia sambil memberikan dua buah apel emas yang dia keluarkan dari dalam cincin dimensinya.


Kun Yi menerima dua apel emas tersebut dengan wajah yang terlihat kebingungan karena apel emas itu seperti apel pada umumnya namun berwarna emas seperti perhiasan pada umumnya.


"Dewi Mawar apakah ini bisa di makan" ucap Kun Yi sambil mengangkat kedua tangannya memperlihatkan apel emas itu.


Qia Qia hanya tersenyum dan mengeluarkan satu apel emas lalu memakannya di depan Kun Yi.


"Jika aku bisa memakannya kenapa kau tidak bisa" ucap Qia Qia dengan mulut yang penuh dengan apel emas yang di gigitnya barusan.


"Dewi ternyata apel perhiasan ini enak dan sangat berkhasiat bahkan meridian dan dan dantian saya menjadi lebih besar dan lautan Qi saya juga semakin luas, sepertinya saya bisa naik tingkat ke pencipta semi abadi hanya dengan dua apel ini" ucap Kun Yi dengan mulut yang penuh apel emas.


"Pelan pelan Kun Yi jangan seperti orang yang sudah tidak makan berbulan bulan seperti itu" ucap Qia Qia dengan ramah dan menahan tawanya melihat mulut Kun Yi yang penuh makanan itu.


Kun Yi hanya mengangguk dan menghabiskan setengah apel emas yang ada di mulutnya lalu mulai menggigitnya lagi sedikit demi sedikit.

__ADS_1


Ada alasan Qia Qia memberikan dua apel emas itu yaitu karena dengan kekuatannya dia mampu melihat jelas orang orang yang ada di perkampungan penduduk itu memiliki garis garis di pakaian mereka dan garis merah di leher mereka semua yang berarti jika perkampungan penduduk itu adalah perkampungan kaum kanibal.


Perahu mereka sudah semakin dekat dengan pantai perkampungan penduduk itu dan Kun Yi saat ini sedang duduk berkultivasi dalam sikap duduk lotus.


Qia Qia membiarkan Kun Yi naik tingkat karena dia yakin dengan dua apel emas ini Kun Yi bisa sampai di tingkat semi abadi minimal tahap menengah.


Lima belas menit berlalu dan kini jarah perahu mereka hanya tinggal lima puluh meter dan Qia Qia menahan laju perahu itu agar tidak bersandar di pantai.


Tiga jam berlalu dan perahu itu masih belum bersandar di pantai karena Kun Yi masih bermeditasi, Qia Qia sendiri masih menjaga Kun Yi sambil mengawasi sekitarnya dan perahu itu juga di pasang segel perlindungan oleh Qia Qia sehingga meditasi Kun Yi bisa lebih fokus tanpa gangguan apapun.


Malam pun tiba dan belum ada tanda tanda Kun Yi akan menyelesaikan kultivasi nya.


Satu Minggu berlalu dan selama satu minggu itu juga Qia Qia masih menjaga Kun Yi di geladak perahu itu, banyak perahu nelayan yang mendekati perahu mereka namun langsung menjauh karena Qia Qia tidak merespon mereka atau berbicara dengan mereka.


Qia Qia dengan sabar menjaga Kun Yi dan tepat di hari ke sepuluh Kun Yi membuka matanya dengan sangat berbinar binar dan yang dilihat oleh Kun Yi pertama kali adalah sosok Qia Qia yang berdiri di depannya.


"Akhirnya kau selesai juga, aku kira kau masih lama berkultivasi, selamat sekarang kau sudah di tingkat pencipta semi abadi tahap akhir, selangkah lagi kau akan mencapai tingkat pencipta abadi" ucap Qia Qia dengan ramah sambil tersenyum hangat ke Kun Yi.

__ADS_1


Kun Yi tidak langsung menjawab ucapan Qia Qia melainkan berlutut dan langsung bersujud di hadapan Qia Qia.


"Dewi Mawar anda sudah membantu saya mencapai tingkat pencipta semi abadi tahap akhir sesuatu hal yang susah untuk kami kaum peri capai, terima kasih" ucap Kun Yi dalam posisi bersujud.


__ADS_2