
"Qia aku belum memiliki pil penyembuh tingkat Ilahi namun untuk tingkat dewa dan pencipta aku sudah membuatnya, Terimalah ini" ucap Long Tian sambil memberikan sebuah cincin dimensi yang berisi satu miliar butir pil penyembuh tingkat dewa dan satu miliar butir pil penyembuh tingkat pencipta, dan pil pil lainnya dengan jumlah yang sama.
"Penguasa terima kasih, saya sangat membutuhkan ini karena tempat kepergian saya lainnya belum saya ketahui situasinya" ucap Qia Qia dengan ramah sambil menyimpan cincin dimensi tersebut.
"Baiklah jadi kapan penobatannya akan dilakukan" ucap Long Tian.
"Besok pagi saja, agar saya bisa cepat melanjutkan perjalanan saya" ucap Qia Qia.
"Baik jika demikian maka kami akan datang kesana, apakah diperlukan untuk pasukan perang ku juga datang kesana untuk mengamankan acara penobatan Li Mei" ucap Long Tian kembali.
"Penguasa menurut saya sebaiknya demikian karena saya hanya menghabisi dua raja dan para bawahannya saja serta menghapus sekte aliran hitam, untuk menjaga situasi mungkin bisa di kirimkan beberapa kapal perang untuk melayang tiga ratus meter di atas tanah saja" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Baiklah jika demikian aku akan mengaturnya agar kapal kapal perang itu memasuki dunia peri sebelum matahari pagi bersinar" ucap Long Tian.
"Baik Penguasa saya akan memasang gerbang dimensi lintas galaksi di sini namun untuk pasangan akan saya pasang besok pagi saja di istana Dewi Li Mei" ucap Qia Qia sambil berdiri.
"Iya Qia silahkan, kami percayakan kepada mu untuk semuanya" ucap Long Tian.
Qia Qia kemudian melangkah dan memasang sebuah gerbang dimensi lintas galaksi di area ang cukup luas karena Long Tian juga bisa memindahkannya jika memang disana mengganggu.
"Dewi Li Mei dan semuanya saya pamit, sampai jumpa besok pagi" ucap Qia Qia sambil tersenyum ramah dan menghilang dari pandangan semua orang.
Qia Qia muncul di dalam istana Dewi Li Mei tepat di hadapan Li Yanji dan Li Wanyi yang sedang duduk di panggung penobatan.
"Hormat kepada Dewi Mawar" ucap keduanya dengan kompak.
"Bagaimana persiapan nya, apakah ada kendala" ucap Qia Qia dengan ramah.
__ADS_1
"Dewi semuanya sudah beres dan siap untuk Penobatan Dewi Li Me, kami juga tidak mendapatkan kendala apapun" ucap Li Wanyi dengan sangat hormat.
"Baguslah jika demikian, aku akan kembali lagi kesini besok pagi dan menghadirkan Dewi Li Mei" ucap Qia Qia dengan ramah sambil tersenyum hangat lalu menghilang dari pandangan mereka berdua.
Qia Qia tidak kembali ke bukit mawar melainkan terbang melayang di atas istana itu sambil mengedarkan kesadaran jiwanya memeriksa seluruh area gunung itu.
Tidak ada hal yang mencurigakan yang Qia Qia temukan dan dia kemudian berteleportasi kembali ke kediamannya di bukit mawar dan langsung ke dalam kamarnya untuk beristirahat.
Matahari pagi belum bersinar namun Qia Qia sudah terbangun lalu membersihkan badannya dan berganti pakaian berwarna serba merah lalu keluar dari dalam kamarnya itu.
"Dewi, anda sudah bangun, kami sedang menyiapkan sarapan untuk anda" ucap Jia Ni dengan sangat hormat yang melihat Qia Qia keluar dari dalam kamarnya itu.
"Jia Ni apakah pasukan penguasa sudah datang" ucap Qia Qia.
"Maaf Dewi, saya belum kemana mana jadi belum mengetahuinya" jawab Jia Ni
"Ya sudah, kau siapkan saja sarapannya karena pagi ini kita semua akan ke istana Dewi Li Mei" ucap Qia Qia dengan ramah dan tersenyum hangat ke Jia Ni.
Qia Qia kemudian melangkah menuju ke ruang tamunya dan duduk di sana.
"Li Jong apakah kau sudah bangun" ucap Qia Qia melalui telepati ke Li Jong.
"Dewi saya sudah bangun dan saat ini saja sedang bersama dengan para Patriark serta pemimpin kota dan desa bersiap untuk ke istana Dewi Li Mei karena kami mendengar jika hari ini adalah penobatannya" jawab Li Jong melalui telepati.
"Kalian semua berkumpul saja disana, aku akan mendirikan gerbang dimensi lintas galaksi yang terhubung dengan tempat ku jadi kalian tidak perlu menggunakan perahu tapi tidak sekarang melainkan sebentar lagi ya" ucap Qia Qia melalui telepati.
"Baik Dewi, kami tidak jadi menggunakan perahu untuk ke benua pertama" ucap Li Jong melalui telepati kembali.
__ADS_1
"Kun Yi apakah kau sudah bangun" ucap Qia Qia melalui telepati.
"Dewi, saya sudah di istana Dewi Li Mei apakah ada yang bisa saya bantu" ucap Kun Yi melalui telepati.
"Kun Yi sampaikan untuk bersiap ya, nanti setelah aku dan orang orang benua kedua datang, maka aku akan menghadirkan Dewi Li Mei." Ucap Qia Qia melalui telepati.
"Baik Dewi, kami akan bersiap untuk Penobatan" Jawab Kun Yi melalui telepati kembali.
"Dewi maaf, sarapannya sudah siap" ucap Jia Ni yang mendatangi Qia Qia di ruang tamu.
"Ayo kita sarapan jika demikian" ucap Qia Qia sambil tersenyum ramah dan berdiri lalu melangkah menuju ruang makan di ikuti oleh Jia Ni.
Qia Qia dan Jia Ni bersama sembilan orang bawahanya itu langsung menikmati sarapan mereka yang seperti biasa tidak ada seorang pun yang berbicara selama mereka makan.
"Kalian semua dengarkan baik baik apa yang ingin aku sampaikan ya.
Pertama kita akan menobatkan Dewi Li Mei pagi ini dan selesai Penobatan kalian bisa kembali kesini lalu kembali ke dunia lotus jika kalian inginkan namun aku minta sesekali datanglah kesini untuk merawat kediaman ku ini.
Kedua, selesai penobatan nanti aku akan langsung ke dunia ku untuk melihat apakah ayah ibuku masih ada atau tidak di sana.
Ketiga, sampaikan ke Jia Yu jika kalian semua aku minta untuk tetap di dunia lotus, kalian boleh ke dunia dunia lain namun tidak boleh sendiri karena kita tidak tahu ada bahaya apa di sana.
Keempat tolong jaga perdamaian dari dunia dunia yang sudah kita kuasai ya" ucap Qia Qia dengan ramah setelah mereka selesai menikmati sarapan mereka.
"Dewi, kami akan mengingat pesan anda dan anda berhati hati juga disananya" ucap Jia Ni dengan sangat hormat.
"Iya, sekarang kalian bereskan ini dan aku tunggu di halaman belakang kita akan berteleportasi ke sana, aku tadinya akan membuka pintu dimensi ke benua disini namun sebaiknya di istana Dewi Li Mei saja sekalian agar Bukit Mawar ini tetap seperti sekarang ini, Jia Ni apakah gerbang dimensi ke dunia lotus masih ada pada mu" ucap Qia Qia.
__ADS_1
"Dewi masih namun saya simpan dulu di dalam cincin dimensi saya, nanti akan saya keluarkan jika memang kami akan ke dunia lotus" ucap Jia Ni.
"Ya itu lebih baik, segeralah bereskan semuanya" ucap Qia Qia sambil berdiri dan melangkah menuju halaman belakang kediamannya itu.