
"Ada berapa pintu gerbang dimensi di dunia ini sebenarnya" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Ada Tiga Dewi, yang tembus ke Goa yang anda gunakan, yang sebelah kanan itu milik saya untuk ke Istana Dewi Li Mei sedangkan pintu gerbang dimensi yang kiri itu untuk ke kediaman kami di kota kayu" ucap Li Wanyi dengan sangat hormat.
"Dewi maaf sebelum anda dan Wanyi pergi mohon terima ini, ini medali khusus dunia kecil ini dan sehingga kapan pun anda kesini lagi tidak akan di tanyakan medali lagi" ucap Kun Ma sambil menyerahkan sebuah medali segi delapan dengan gambar dua sayap berwarna emas ke Qia Qia.
"Terima kasih" ucap Qia Qia sambil menerima medali itu lalu menyimpannya di dalam cincin dimensinya lalu berjalan bersama Li Wanyi menuju pintu gerbang dimensi yang menuju ke Istana Dewi Li Mei lalu memasukinya bersamaan dengan Li Wanyi.
Mereka keluar dari pintu gerbang dimensi dan muncul di sebuah ruangan bawah tanah.
"Dewi mari, ruangan ini persis di bawah ruang kerja saya" ucap Li Wanyi sambil mengajak Qia Qia untuk menaiki anak tangga yang menuju ke atas.
Qia Qia hanya mengangguk dan mengikuti Li Wanyi dengan sangat santai.
"Li Wanyi bawa aku ke tempat raja iblis darah bertanduk empat itu berada aku ingin menghabisinya agar tidak ada masalah kedepannya dengan para penduduk dunia ini" ucap Qia Qia saat mereka keluar dari ruang bawah tanah itu dan muncul persis di tengah ruang kerja Li Wanyi.
"Baik Dewi" ucap Li Wanyi sambil memutar kepala patung singa dan lantai ruangan langsung bergerak menutup lorong anak tangga tersebut sama persis seperti yang Qia Qia temukan di ruang kerja kediamannya.
Mereka berdua langsung keluar dari dalam ruang kerja li Wanyi dan menuju ke bagian belakang istana san disana mereka berhenti di depan sebuah lorong yang di jaga oleh sepuluh orang anak buah Li Wanyi.
__ADS_1
"Dewi lorong ini akan menuju kesana namun segel di pintu masuk lorong bukan hanya punya kami dan kami tidak pernah bisa memasuki nya kami hanya menyegel ulang segel yang ada untuk berjaga jaga saja jadi selama ini kami juga tidak tahu apa benar raja iblis darah bertanduk empat itu sudah mati atau masih hidup" ucap Li Wanyi dengan sangat hormat.
"Baiklah jika demikian saya saja sendiri yang kesana kau tunggu saja disini" ucap Qia Qia dengan ramah sambil tersenyum hangat ke mereka semua.
"Baik Dewi saya akan menunggu anda disini, kalian buka jalan untuk Dewi Mawar" ucap Li Wanyi.
Sepuluh wanita yang berjaga pun kemudian membuka jalan agar Qia Qia bisa memasuki lorong tersebut dan Qia Qia langsung berjalan memasuki lorong itu.
Sepuluh wanita yang berjaga pun memberikan penghormatan kepada Qia Qia dengan cara membungkukkan badannya saat Qia Qia berjalan di depannya.
Qia tidak merasakan aura kematian yang di rasakan oleh semua orang karena aura kematian miliknya jauh lebih kuat daripada siapapun yang ada di dunia itu.
"Jadi ini pintu yang di maksud oleh Li Wanyi, segel segel ini sangat lemah" ucap Qia Qia sambil menggerakkan tangannya dan kemudian dia dengan perlahan mengangkat tangan kanannya dan menyentuh bagian terluar dari segel yang di pasang di pintu masuk itu, dan dari dalam telapak tangannya keluar cahaya putih pekat yang langsung menyebar dan menutup seluruh ruangan besar itu.
Aura kematian yang sebelumnya di rasakan oleh mereka yang berjaga di depan lorong kini menghilang dan mereka semua termasuk Li Wanyi bernafas lega.
"Dewi Li Wanyi siapakah Dewi yang baru masuk ke dalam itu jika saya boleh tahu" ucap seorang prajurit wanita yang ada di sana.
"Dia adalah sosok yang kita lihat dalam bola kristal ramalan sebelum bola itu hancur apa kau ingat dan mulai saat ini karena aku sudah menjadi bawahannya maka kalian harus sangat menghormati Dewi Mawar Qia Qia dengan sangat hormat, jangan pernah kalian menolak perintahnya atau pun menolak keinginannya karena aku akan sangat kecewa jika ada salah satu dari kalian yang mengecewakan Dewi Mawar Qia Qia" ucap Li Wanyi dengan ramah menjelaskan siapa Qia Qia.
__ADS_1
"Baik Dewi" Ucap sepuluh prajurit wanita itu dengan sangat hormat.
Sementara itu Qia Qia masih berdiri di luar pintu masuk ke dalam ruangan dimana ada Raja iblis darah bertanduk empat dia baru selesai membuat segel pertahanan yang akan menjaga jika ada hal buruk terjadi selama dia di dalam ruangan itu.
Qia Qia kemudian berteleportasi memasuki ruangan itu dan dia melihat jika ada seorang raja iblis darah bertanduk empat yang saat ini sedang di rantai dengan kondisi yang sangat menyedihkan.
Qia Qia melihat sekelilingnya namun dia tidak melihat hal lain selain raja iblis darah bertanduk empat yang di rantai kedua tangan dan kakinya yang di renggangkan di salah satu dinding ruangan itu.
"Raja iblis darah bertanduk empat menyedihkan sekali kondisi mu ini, bisa sampai terantai dengan rantai neraka seperti ini" ucap Qia Qia sambil berdiri lima meter dari raja iblis darah bertanduk empat itu dan dengan tangan ke belakang sambil memegang pedang Lava neraka miliknya.
"Ratu sudah ribuan tahun aku terantai di sini, bantulah aku melepaskan rantai rantai neraka ini" ucap Raja Iblis darah bertanduk empat itu dengan sangat lemas karena vitalitasnya sudah sangat lemah akibat ribuan tahun tidak mengkonsumsi apapun dan yang membuat dia masih hidup adalah karena kultivasinya yang sudah mencapai tingkat pencipta ilahi tahap akhir.
"Apa yang ku dapatkan jika aku melepaskan mu dari rantai rantai neraka itu" ucap Qia Qia sambil tersenyum hangat ke raja iblis darah bertanduk empat itu.
"Ratu kita ras yang sama, meskipun kau menggunakan artefak namun aku masih bisa melihat menembus jiwa mu aku tahu kau seorang ratu iblis bertanduk empat juga bukan jadi kenapa kau tidak membantu saudaramu ini" ucap Raja Iblis darah bertanduk empat itu dengan sangat lemas.
Qia Qia hanya tersenyum dan kini dia mendapatkan jawaban kenapa para raja iblis bisa masih bisa mengetahui jika dia adalah seorang Ratu iblis jadi bukan karena kekuatan artefak ilusi yang kurang melainkan artefak ilusi itu tidak memblokir jiwanya dan hal ini akan dia perbaiki nanti.
Qia Qia tetap diam di tempatnya memandangi raja iblis darah bertanduk empat yang sudah sangat lemah itu.
__ADS_1