Dewi Mawar Penakluk Surgawi

Dewi Mawar Penakluk Surgawi
Desa ketiga


__ADS_3

"Anda atur saja sebaik yang anda inginkan dan selalu berbincang dengan Wi Ni jadi penataan kota mawar nantinya tidak berantakan, aku memang ingin agar kalian semua hidup dengan makmur kedepannya dan akan selalu mendukung apapun usaha yang kalian lakukan, selama kalian semua tidak melakukan hal hal yang buruk ya, namun harus kalian ingat tambang kalian itu ada batasannya dan kalian semua di desa ini harus memperhatikan hal itu, aku tidak ingin saat hasil tambang kalian habis kalian kebingungan sendiri nantinya, apakah hal ini dapat anda pahami" ucap Qia Qia dengan ramah sambil tersenyum hangat ke pria sepuh yang merupakan kepala desa itu.


"Dewi saya memahami maksud anda dan sekali lagi terima kasih atas semua kebaikan Dewi serta terima kasih sudah berkenan berkunjung ke kediaman kami ini" ucap pria sepuh itu dengan sangat hormat.


Qia Qia pun hanya tersenyum hangat ke mereka semua, dia juga melihat jika para prajurit nya sudah kembali.


"Wi Ni ayo kita lanjutkan perjalanan kita ke desa ketiga karena hari sudah sangat siang dan tidak terasa kita sudah disini berjam jam" ucap Qia Qia dengan ramah sambil berdiri dan diikuti oleh semuanya.


Mereka kemudian meninggalkan desa itu dan menuju ke desa ketiga yang berjarak sedikit lebih jauh.


"Dewi, apakah boleh jika saya membuat patung anda untuk di letakkan di alun alun kota" ucap Wi Ni dengan sangat sopan dan juga hormat kepada Qia Qia dan saat ini kereta kuda sudah jauh meninggalkan desa tambang.


"Wi Ni, kenapa kau ingin memasang patung ku di alun alun kota mawar?" Tanya Qia Qia dengan ramah sambil tersenyum hangat ke Wi Ni.


"Dewi, ini sebenarnya ide dari para penduduk kota mawar kita yang ingin mengucapkan terima kasih atas semua bantuan anda kepada mereka dan tidak ada niatan lainnya" ucap Wi Ni dengan sangat hormat.


"Wi Ni, lakukan saja apa yang kau inginkan selama itu tidak merugikan para penduduk aku tidak akan keberatan dengan tindakan mu" ucap Qia Qia dengan ramah.


"Baik Dewi terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya, saya akan benar benar menjaga kepercayaan anda" ucap Wi Ni dengan sangat hormat dan terlihat gembira.

__ADS_1


Mereka berdua terus berbincang dengan santai dan menikmati perjalanan mereka, sampai tidak terasa sudah satu jam perjalanan dari desa kedua dan kini mereka sudah memasuki sebuah gerbang desa dan kembali disambut hangat oleh para penduduk desa itu.


Kereta kuda berjalan perlahan menuju ke kediaman kepala desa yang juga merupakan bawahan dari Qia Qia.


"Dewi kita sudah sampai di kediaman saya, mari silahkan" ucap salah seorang prajurit wanita Qia Qia yang membukakan pintu kereta kuda itu.


"Ayo kita temui orang tua mu" ucap Qia Qia dengan ramah sambil tersenyum hangat ke prajuritnya itu dan turun dari kereta kuda diikuti oleh Wi Ni.


"Hormat kami kepada Dewi Mawar" ucap semua penduduk desa yang ada di halaman kediaman itu dan juga di jalanan depan kediaman sambil membungkukkan badannya untuk menghormati Qia Qia.


"Terima kasih semuanya, silahkan kalian semuanya melanjutkan pekerjaan kalian, terima kasih atas sambutan hangat kalian" ucap Qia Qia dengan menggunakan kekuatan Qi mendalamnya sehingga terdengar oleh semua penduduk desa yang ada di sana.


Semua penduduk desa itu pun kembali melanjutkan pekerjaan mereka dan meninggalkan lokasi itu satu persatu dengan tenang.


"Tuan dan Nyonya maaf jika kedatangan saya membuat kalian menjadi repot seperti ini" ucap Qia Qia dengan ramah.


"Dewi kami tidak di direpotkan justru kami sungguh senang bisa berjumpa dengan anda mari Dewi kita masuk kami sudah menyiapkan hidangan untuk anda dan yang lainnya" ucap pria sepuh itu dengan sangat hormat mewakili istrinya.


"Mari silahkan tunjukan jalannya" ucap Qia Qia dengan ramah sambil mengajak semua rombongannya untuk ikut masuk.

__ADS_1


Mereka semuanya masuk ke dalam kediaman itu dan menikmati hidangan yang sudah disiapkan untuk mereka semua lalu berkumpul di teras kediaman itu sedangkan para prajurit wanita memilih untuk berkumpul di taman yang ada di seberang kediaman itu.


"Tuan, disini apa yang dihasilkan oleh desa ini" ucap Qia Qia dengan ramah sambil melihat sekelilingnya dan apa yang dia lihat hanyalah kediaman kediaman yang sangat megah berbeda dengan dua desa lainnya.


"Dewi, desa kami ini merupakan desa pengrajin perhiasan dan kami memiliki sepuluh gunung tambang namun baru satu gunung saja yang kami buka pertambangan nya itu pun baru sedikit saja yang kami ambil hasil tambangnya" ucap pria sepuh itu dengan sangat hormat.


"Dimana kalian bekerja aku sejak masuk ke desa ini tidak melihat adanya tempat kalian bekerja" ucap Qia Qia dengan ramah.


"Dewi, kami mengolah hasil tambang menjadi perhiasan di belakang kediaman kami masing masing jadi memang tidak terlihat dari depan sedangkan hasilnya akan di beli oleh para pedagang perhiasan, kami hanya membuat sesuai dengan pesanan saja dan selalu berbagi jika ada penduduk yang tidak mendapatkan pesanan" ucap pria sepuh itu dengan sangat hormat.


"Jika demikian desa ini sudah sangat makmur bukan, jadi kenapa desa ini ingin menjadi bagian dari kota mawar ku" ucap Qia Qia sambil tersenyum hangat ke semuanya yang ada di sana.


"Dewi, kami sudah tahu tentang aturan kota mawar yang anda buat jika hanya ada pajak kota sebesar sepuluh persen untuk para pelaku usaha dan kami juga ingin memiliki toko perhiasan kami sendiri jadi tidak bergantung lagi kepada pesanan toko orang lain" ucap pria sepuh itu dengan sangat hormat sambil menyerahkan sebuah cincin dimensi yang berisi lima puluh buah perhiasan hasil desa itu.


"Dewi ini contoh perhiasan yang kami buat dan ini saya sengaja persiapkan untuk anda" ucap pria sepuh itu dengan hormat.


Qia Qia kemudian menerima cincin dimensi itu dan mengeluarkan semua isinya ke atas meja lalu mengambil satu kalung dan dia periksa kalung tersebut.


"Kalung ini sangat indah dan aku sangat suka, terima kasih atas hadiah ini, Wi Ni simpan semuanya dan bagikan ke yang lain nanti, suruh mereka memilih apa yang mereka inginkan" ucap Qia Qia dengan ramah sambil memakai kalung emas permata yang dia ambil itu.

__ADS_1


Wi Ni kemudian menyimpan semua perhiasan itu ke dalam cincin dimensinya sendiri.


"Ini saya juga ada sedikit hadiah untuk kalian berdua semoga kalian suka dan jangan menolaknya" ucap Qia Qia sambil memberikan sebuah cincin dimensi yang berisi satu juta keping koin emas kepada pria sepuh itu dan satu Cincin dimensi yang berisi seratus perhiasan kepada wanita sepuh itu.


__ADS_2