Dewi Mawar Penakluk Surgawi

Dewi Mawar Penakluk Surgawi
Kelemahan Kun Yi


__ADS_3

"Qia Qia kemudian berteleportasi ke dunia mawar dan dia bukan mau meninggalkan Kun Yi melainkan datang kesana untuk membersihkan badannya yang cukup lengket karena berhari hari tidak membersihkan badannya.


Qia Qia yang muncul di dalam kamarnya itu langsung memasuki kamar mandinya dan tidak sampai lama dia sudah keluar kembali dengan menggunakan pakaian serba biru muda lengkap dengan jubah yang sewarna.


Qia Qia pun langsung kembali berteleportasi ke geladak perahu dan duduk kembali di sana sambil melihat ke arah desa itu dan dengan perubahan waktu dunia mawar dia masih melihat Kun Yi yang terbang dan hampir mendarat di desa itu.


Qia Qia terus memperhatikan Kun Yi dan juga mengedarkan kesadaran jiwanya ke seluruh desa itu untuk mengetahui hal yang terjadi pada Kun Yi jika pandangannya terhalang.


Sementara itu Kun Yi yang mendarat di dalam desa itu langsung melaksanakan tugasnya dan membunuh semua orang yang bertemu dengannya, pengalaman bertarung sebelumnya di desa pertama membuatnya mampu bertarung lebih baik sehingga kini dia lebih berani dan lebih cepat dalam menghapus nyawa kaum kanibal yang ada di desa itu.


Qia Qia kemudian menunjuk ke atas desa itu dan cahaya putih pekat melesat keluar dari dalam jari telunjuknya yang mengarah ke atas desa lalu menyebar dan menutup desa itu sehingga kini tidak ada seorang pun yang bisa keluar dari dalam desa itu selain Kun Yi karena dia membuat pengecualian untuk Kun Yi.


Kubah perlindungan buatan Qia Qia yang berwarna putih pekat itu perlahan memudar dan menjadi transparan sepenuhnya.


Di sisi Kun Yi dia sudah membunuh lebih dari lima ratus orang namun kini dia di kepung oleh hampir seribu orang penduduk desa itu akan tetapi ini menjadi keuntungan tersendiri bagi Kun Yi karena dalam satu kali ayunan pedangnya dia membunuh minimal sepuluh orang.


Hal ini dikarenakan Kun Yi menggunakan kekuatan elemen kayu nya untuk mengikat kaki penduduk desa yang mengepungnya itu sehingga mereka tidak dapat berpindah tempat saat pedang Kun Yi mengarah kepadanya dan di tambah lagi Kun Yi bergerak sangat cepat bahkan saat serangannya di tangkis pun Kun Yi dengan cepat mengeluarkan serangan kedua dengan kecepatan yang ditingkatkan.

__ADS_1


Qia Qia melihat hal ini sambil tersenyum bangga karena keputusannya melepas Kun Yi sendirian ternyata membuat Kun Yi semakin berkembang.


Delapan jam berlalu dan kini Qia Qia melihat jika api mulai membakar rumah rumah itu dan juga tumpukan mayat mayat penduduk desa beserta kepala dan bagian tubuh lain yang sempat terputus oleh Kun Yi.


Tepat sembilan jam dan kini Kun Yi sudah terlihat terbang kembali ke perahu itu dan mendarat di geladak perahu persis di depan Qia Qia.


"Lapor Dewi, semuanya sudah menjadi abu dan semua harta mereka ada di sini" ucap Kun Yi sambil menyerahkan sebuah cincin dimensi ke Qia Qia.


Qia Qia menerima cincin dimensi tersebut lalu memeriksa isinya dan dia menemukan sepuluh kitab tentang kultivasi ganda lalu memindahkan sepuluh kitab itu ke dalam cincin dimensinya.


"Kun Yi ini untuk mu saja, dan aku mengambil sepuluh kitab tentang kultivasi ganda karena sebaiknya kau tidak membacanya" ucap Qia Qia sambil kemudian memberikan kembali cincin dimensi itu ke Kun Yi dengan ramah.


"Kun Yi sudah terima saja, mungkin dari desa ke dua atau desa lainnya akan kita bagi dua, dan sebaiknya kita menukar perahu ini dengan perahu yang itu, karena ada dua kamar tidurnya dan fasilitas lainnya juga lengkap" ucap Qia Qia sambil berdiri lalu menghilangkan segel perlindungan perahu itu dan menunjuk ke sebuah perahu yang tiga kali lipat besarnya dari perahu nya saat ini.


"Baik Dewi, semoga ada kamar mandinya karena badan saya sudah sangat lengket dan tidak nyaman" ucap Kun Yi sambil mengikuti Qia Qia yang melayang di atas perahu itu.


Qia Qia tidak langsung menuju perahu kedua namun menyimpan perahu itu ke dalam dunia mawar karena ada laut juga di dunia mawar.

__ADS_1


"Kun Yi kau kesana saja dulu dan bersihkan dirimu, aku akan mengambil semua perahu yang ada di sini" ucap Qia Qia setelah memasukan perahu itu dan menghilangkan segel perlindungan yang melekat di tubuh Kun Yi.


"Baik Dewi" ucap Kun Yi dengan sangat hormat sambil kemudian terbang melesat menuju perahu terbesar yang ada di sana.


Lain halnya dengan Kun Yi, Qia Qia kini melesat menuju ke perahu perahu itu dan menteleportasikan perahu perahu itu ke pantai di dunia mawar karena dia tidak tahu kapan dia membutuhkan perahu lagi ke depannya.


"Dari pada aku buang atau aku hancurkan sebaiknya aku simpan saja sampai aku mendapatkan artefak perahu yang bagus" ucap Qia Qia sambil terus melakukan kegiatannya itu.


Setengah jam berlalu dan sudah ratusan perahu dia masukan ke dunia mawar, Qia Qia pun langsung melesat menuju ke perahu terbesar dimana ada Kun Yi menunggunya.


"Dewi, di setiap kamar ternyata ada kamar mandinya dan besarnya kamar juga sama jadi saya mengambil kamar sebelah kiri dan Dewi nanti bisa sebelah kanan" ucap Kun Yi yang sudah berganti pakaian dan rambutnya pun masih basah.


"Kun Yi apa yang kau pelajari tadi saat melakukan penghapusan terhadap kaum kanibal di desa itu" ucap Qia Qia sambil melangkah menuju kursi yang ada di atas geladak kapal itu dan di sana ada enam kursi yang melingkari sebuah meja.


"Dewi saya baru tahu kegunaan elemen kayu yang bisa untuk mengunci lawan dalam jumlah banyak dan hal ini selama ini tidak saya ketahui biasanya saya menggunakan elemen kayu untuk melumpuhkan satu musuh saja" ucap Kun Yi sambil melihat Qia Qia duduk dan dia pun langsung duduk di depan Qia Qia.


"Kun Yi selama masih di daratan kau akan bisa terus menggunakan elemen kayu mu namun ingat elemen kayu mempunyai tiga kelemahan apakah kau tahu apa kelemahan elemen mu" ucap Qia Qia sambil mengeluarkan satu poci teh besar dengan dua gelas gioknya ke atas meja dam Kun Yi dengan sigap berdiri untuk menuangkan Poci Teh ke gelas gelas giok itu lalu memberikan satu gelas giok untuk Qia Qia.

__ADS_1


"Dewi setahu saya kelemahannya hanya elemen api saja, karena kayu akan terbakar oleh api dan ini kelemahan yang saya ketahui, saya tidak mengetahui jika ada dua kelemahan lainnya, mohon Dewi memberi petunjuk kepada saya" ucap Kun Yi dengan sangat hormat sambil kembali duduk.


__ADS_2