Dewi Mawar Penakluk Surgawi

Dewi Mawar Penakluk Surgawi
Mengurangi Lawan Kun Yi


__ADS_3

Qia Qia langsung membantu Kun Yi untuk berdiri kembali dan dengan senyuman khasnya dia menghapus air mata yang mengalir di pipi Kun Yi.


"Kun Yi, bukan aku yang membantumu namun dirimu sendiri, saat kau membantai semua penduduk desa kanibal di pulau itu secara tidak langsung kau memaksa semua titik meridian dan juga dantianmu untuk bekerja lebih extra dari pada sebelumnya dan juga kau melatih pemahaman jurus jurus yang kau latih selama ini, aku yakin dengan kau membantai penduduk daratan ini kau akan bisa mencapai tingkat pencipta abadi, sekarang sudah malam kau beristirahat saja dulu dan apakah teh herbal yang ku berikan masih tersisa" ucap Qia Qia dengan ramah sambil mengangkat semangat Kun Yi.


"Dewi l, teh herbal itu sudah habis" ucap Kun Yi dengan sangat hormat.


"Kun Yi, ini terima dan sebelum kau tidur dan bangun tidur minumlah jadi kau akan selalu berada di puncak dan siap bertempur kapan pun juga" ucap Qia Qia dengan ramah sambil mengeluarkan dua poci besar teh herbal buatan Long Tian ke Kun Yi yang dia pegang dengan kedua tangannya.


Kun Yi menerima doa poci besar itu dan langsung menyimpannya di dalam cincin dimensinya.


"Dewi sekali lagi terima kasih, jika saya boleh tahu berapa lama memangnya saya berkultivasi" ucap Kun Yi dengan sangat hormat setelah menyimpan kedua poci besar teh herbal itu.


"Kau berkultivasi di dunia ini selama sepuluh hari namun aku membuat perubahan waktu selama seratus tahun selama satu minggu pertama jadi kau hitung saja sendiri berapa lama kau berkultivasi" ucap Qia Qia dengan ramah.


"Ternyata selama itu saya berkultivasi, dan ini kultivasi saya yang terlama selama ini dan juga paling tenang, apakah selama itu pula Dewi berada disini menjaga saya" ucap Kun Yi kembali.


"Benar, perubahan waktu hanya dirimu saja yang merasakan, karena aku mengaturnya seperti itu sedangkan aku disini hanya sepuluh hari saja, sudahlah perahu ini sekarang sudah memiliki segel perlindungan jadi kau beristirahat saja di kamar ingat besok adalah pelatihan mu yang kedua dan aku tidak akan membantu mu sama sekali, karena selain tingkat kultivasi mu sudah naik kau juga masih terlindungi oleh segel perlindungan ku jadi ini murni pelatihan" ucap Qia Qia dengan ramah sambil duduk di kursi yang ada di sana.


"Dewi saja yang beristirahat di kamar saya disini saja" ucap Kun Yi yang merasa tidak nyaman jika Qia Qia kembali yang berjaga.

__ADS_1


"Sudah tidak perlu membantah sekarang kau beristirahat saja" ucap Qia Qia dengan ramah sambil kemudian bersandar di kursi itu dan menutup matanya.


"Baik Dewi, terima kasih, saya permisi dulu untuk beristirahat" ucap Kun Yi dengan sangat hormat lalu melangkahkan kakinya menuju kamar satu satunya yang ada di perahu itu.


Lima menit berlalu Qia Qia yang dengan kesadaran jiwanya mengetahui jika Kun Yi sudah memasuki kamar itu langsung membuka matanya dan berteleportasi ke atas desa pinggir pantai itu.


Qia Qia melayang lima ratus meter di atas desa pinggir pantai itu dan mengawasi desa itu dengan kesadaran jiwanya yang sangat kuat.


"Kun Yi aku akan membantu mu menghabisi tingkat pencipta ilahi dan tingkat pencipta abadi tahap menengah serta akhir jadi lawan terberat mu besok adalah tingkat pencipta abadi tahap awal saja" ucap Qia Qia berbicara sendiri sambil menentukan orang orang yang memiliki kultivasi tingkat pencipta abadi menengah ke atas yang ada di desa pinggir pantai itu.


Malam sudah semakin larut dan malam itu bulan hanya bulan sabit saja sehingga malam itu cukup gelap dan hal ini menguntungkan Qia Qia karena para penduduk desa sudah masuk ke dalam rumah mereka.


"Jadi ada satu orang tingkat pencipta ilahi tahap awal saja di desa ini dan ada sepuluh orang tingkat pencipta abadi tahap menengah dan dua orang tingkat pencipta abadi tahap akhir saja" ucap Qia Qia sambil menggerakkan tangannya dengan cepat dan menunjuk ke arah desa itu.


"Sudah aman, sekarang ada yang bisa mengetahui jika ada keributan yang ku buat di tiga belas rumah itu" ucap Qia Qia berbicara sendiri sambil melihat ke tiga belas rumah itu dan menggerakkan tangannya dengan cepat lalu membuat bola segel perlindungan dan juga segel ilusi sehingga kini tidak ada seorang pun yang bisa melihatnya.


Qia Qia yang sudah mengetahui lokasi dari targetnya kemudian berteleportasi ke dalam kamar salah satu rumah orang yang memiliki kultivasi tingkat pencipta Ilahi tahap awal dan dia muncul di kamar itu melihat jika targetnya sedang pulas tertidur di samping seorang wanita seumuran targetnya itu.


Qia Qia mengeluarkan pedang lava nerakanya dan dengan sekali tebas dia memotong leher kedua orang itu.

__ADS_1


Tidak ada satu pun teriakan keluar dari kedua orang itu padahal pria itu memiliki kultivasi tingkat pencipta ilahi tahap awal sedangkan sang wanita hanya tingkat pencipta semi abadi tahap awal saja karena tebasan Qia Qia selain sangat cepat juga langsung memutus leher mereka berdua.


Tubuh dan kepala kedua orang itu langsung memerah dan langsung menjadi abu karena itulah kelebihan pedang lava neraka yang jika di gunakan dapat langsung membakar habis tubuh lawannya namun bukan itu saja melainkan langsung memusnahkan jiwa mereka selain itu tidak ada darah yang keluar dari tubuh korbannya karena darah mereka langsung terbakar habis.


"Sungguh hebat pedang lava neraka ini, bisa menghapus nyawa dan jiwa dalam sekali tebas" ucap Qia Qia dalam hatinya sambil melangkah keluar dari dalam kamar itu menuju ke kamar lainnya yang ada di rumah itu.


Qia Qia menghabisi semua orang yang ada di rumah itu dan dia juga memeriksa rumah itu lalu mengambil semua harta yang bisa dia ambil.


"Target pertama selesai waktunya target kedua" ucap Qia Qia berbicara sendiri setelah menguras habis harta yang ada di dalam rumah itu.


Qia Qia tidak membutuhkan waktu lama karena semuanya selesai dalam waktu lima menit saja.


Qia Qia kemudian berteleportasi ke sebuah rumah yang merupakan target keduanya yaitu orang yang memiliki kultivasi tingkat pencipta abadi tahap akhir dan kembali muncul di dalam kamar targetnya.


Berbeda dengan yang pertama namun kini dia melihat jika targetnya sedang duduk dengan membaca sebuah kitab.


Qia Qia tidak langsung memenggal kepala orang itu melainkan dia menunggu orang itu menyimpan kitab yang dibacanya.


Sepuluh menit berlalu dan orang itu menyimpan kitabnya di atas meja lalu melangkah di depan Qia Qia menuju ke tempat tidur yang ada di kamar itu yang saat ini ada dua wanita yang tidak menggunakan sehelai benang pun hanya tertutup selimut saja.

__ADS_1


Qia Qia kemudian mengayunkan pedang Lava neraka dan orang itu langsung kehilangan kepalanya dan juga nyawa serta jiwanya.


Tubuh pria itu hangus menjadi abu tanpa sempat terjatuh ke lantai.


__ADS_2