
"Keluarkan token mu jika benar kau putri yang hilang" ucap salah seorang wanita yang ikut mengepungnya dan menodongkan pedang kepada Qia Qia.
"Aku tidak lagi memilikinya, ayolah aku malas bermain seperti ini, dimana aku bisa menemui ayahku" ucap Qia Qia dengan sangat santai.
"Seraaaang" ucap salah seorang dari mereka dan Qia Qia hanya menggelengkan kepalanya saja melihat mereka semua.
Sepuluh orang itu langsung mengayunkan pedangnya mereka ke Qia Qia dengan sangat cepat menurut mereka namun sangat lambat menurut Qia Qia.
Qia Qia kemudian mengeluarkan pedang lava neraka miliknya dan langsung berputar menangkis semua serangan dari atas itu.
Trank trank trank trank trank
Semua pedang mereka patah dan sisanya yang di pegang oleh mereka langsung melepuh karena panasnya pedang Lava neraka tersebut.
"Pertanyaan terakhir dan jika kalian masih tetap tidak mau menjawab nya maka aku akan melukai kalian semua, dimana ayahku" ucap Qia Qia dengan sangat tegas dan menggunakan aura kematiannya untuk menekan mereka semua namun bukannya menjawab atau menyerah salah seorang dari mereka melepaskan sebuah bola kembang api dan langsung meledak seratus meter di atas taman itu.
Qia Qia hanya menarik nafas dalam dalam dan semakin menekan mereka semua, sepuluh orang itu merasakan jika ada kekuatan besar yang menekan mereka dari segala sisi dan mereka semua menjerit kesakitan dengan sangat kencang lalu terjatuh dan pingsan.
Satu persatu mulai terjatuh dan pingsan sampai sepuluh ras iblis darah bertanduk empat itu pingsan semuanya baru Qia Qia Manarik kembali aura kematiannya yang dia dapatkan dengan membunuh jutaan jiwa baik ras iblis maupun ras manusia.
Ratusan prajurit terlihat berdatangan dan langsung mengepungnya dengan senjata yang terarah ke Qia Qia, baik itu pedang, tombak dan lain sebagainya.
Seorang yang berpakaian layaknya seorang Jenderal melayang di atas mereka dan mendekat ke arah Qia Qia.
__ADS_1
"Siapa kau dan kenapa kau melukai keluarga istana, apa maksud dan tujuan mu" ucap sang Jenderal iblis bertanduk empat itu.
"Aku hanya menanyakan dimana ayahku Raja Qia Zi berada namun mereka menyerangku jadi wajar aku membela diri, sekarang aku bertanya kepada mu dimana ayahku Raja Qia Zi berada" ucap Qia Qia sambil menggunakan kekuatannya sehingga suaranya terdengar sangat mendominasi oleh seluruh ras iblis darah bertanduk empat di dunia kecil itu.
Qia Qia yang sudah malas bertanya baik baik kini menekan sang jenderal yang memiliki kultivasi tingkat pencipta abadi tahap akhir itu hingga sang Jenderal iblis darah bertanduk empat itu tidak bisa bergerak sama sekali kecuali bagian kepalanya karena Qia Qia membebaskan kepala jenderal iblis darah bertanduk empat itu.
"Apa bukti jika kau putri yang hilang, perlihatkan kepada kami token mu" ucap Sang Jenderal iblis darah bertanduk empat itu yang terdengar bergetar karena menahan sakit di sekujur tubuhnya akibat tekanan aura dari Qia Qia.
"Bukti lagi, token lagi, kau membuat ku kesal" ucap Qia Qia sambil menggunakan kekuatan auranya membanting sang jenderal tersebut kedalam tanah di depannya hingga kini hanya kepala sang jenderal saja yang terlihat.
"Ada lagi yang mau menanyakan bukti dan token" ucap Qia Qia dengan sangat santai seolah olah ratusan prajurit iblis darah bertanduk empat itu bukanlah hal yang membahayakan keselamatannya.
Para prajurit ras iblis darah bertanduk empat itu terlihat bingung karena Jenderal terkuat mereka saja tidak berdaya di hadapan Qia Qia.
Para prajurit terlihat kebingungan antara menjawab atau menyerang Qia Qia karena kini jenderal mereka tidak berdaya sama sekali.
"Aku hitung sampai lima jika tidak ada jawaban maka jangan salahkan aku, satu ….. dua ….
Tiga ….. empat " ucap Qia Qia dengan sangat tegas namun terhenti.
"Anakku hentikan" terdengar suara namun pemilik suara tidak terlihat disana dan Qia Qia mengetahui itu suara ayahnya.
"Ayaaaaaaaaaah dimanaaaaaaaaaa" ucap Qia Qia berteriak kencang ditambah dia menggunakan kekuatannya sehingga semua penduduk dunia kecil juga mendengarnya dan semua prajurit itu terlihat menutup telinga mereka karena suara itu sangat menyakitkan untuk mereka.
__ADS_1
"Anakku aku dan ibumu ada di Goa keabadian, kemarilah" terdengar kembali suara itu yang terdengar sangat berwibawa.
Semua prajurit itu sudah menyimpan kembali senjata mereka karena suara kedua itu membuktikan jika Qia Qia benar benar putri Raja Qia Zi dan kini semuanya bersujud di posisi mereka sebelumnya.
"Memang harus cara kasar ternyata" ucap Qia Qia yang terdengar oleh beberapa prajurit di dekatnya.
"Kalian semua bangunlah, kau akan menemui ayahku, bantu mereka ini" ucap Qia dengan sedikit tegas lalu menghilang dari pandangan semua orang yang ada di sana.
Qia Qia muncul di sebuah Goa yang penuh oleh Lava dan di depannya terlihat dua orang ras iblis darah bertanduk empat yang sangat kurus duduk dengan sikap lotus di atas lava yang meletup letup, Qia Qia sendiri saat ini berdiri di atas lava karena semua lantai Goa itu memang Lava.
Qia Qia langsung bersujud di depan kedua orang ras iblis darah bertanduk empat itu di atas lava dengan wajah mengenai lava.
"Ayah Ibu maafkan anakmu yang sudah tidak berbakti kepada kalian berdua, hukumlah Qia untuk menebus kesalahan Qia" ucap Qia Qia yang masih berlutut di atas lava yang membara dan meletup letup itu.
"Dia bangun dan duduklah, ayah dan ibu sudah memaafkan mu dari ratusan juta tahun lalu" ucap Qia Zi ayah dari Qia Qia yang sangat kurus hanya tinggal tulang saja.
Qia Qia langsung bangun dan duduk dengan sikap lotus di depan mereka berdua sambil melihat mereka berdua dan air matanya menetes perlahan membasahi pipinya.
"Ayah Ibu, Qia mohon izin untuk mengobati ayah dan ibu" ucap Qia Qia dengan sangat hormat.
"Qia, ayah dan ibu mengalami luka dalam sejak lima ratus juta tahun lalu, dan tidak ada pil penyembuh tingkat pencipta di dunia kecil kita ini, hanya di kolam keabadian saja ayah dan ibu bisa mempertahankan hidup kami, jadi ayah minta kau untuk sekarang mengurus dunia kecil kita ini" ucap Qia Zi.
"Qia ibu dan ayah akan tetap disini sementara agar kami bisa terus ada untukmu nak, sungguh ibu dan ayah sangat merindukan mu, maaf kan kami atas kesalahan masa lalu terhadapmu" ucap Qia Yui ibu dari Qia Qia itu.
__ADS_1
"Ibu ayah, Qia mohon ijin berdiri" ucap Qia Qia sambil berdiri dan langsung memeluk ayah dan ibunya bergantian karena mereka hanya bisa menggerakkan mulut mereka saya tidak dengan badan mereka saat ini.