
"Dewi Terima kasih atas pencerahannya saya akan selalu mengingat semua pesan anda" ucap Kun Yi dengan sangat hormat.
Mereka berdua terus melangkah dan sampai di depan gerbang desa yang menjadi pemukiman penduduk yang jadi tujuan mereka.
"Dewi desa ini sungguh aneh, ternyata aura kematian yang saya rasakan berasal dari desa ini" ucap Kun Yi pelan ke Qia Qia.
"Benar jadi tetap berhati hati kita lihat apakah mereka ramah atau tidak, jika tidak maka kita hapus mereka selamanya" ucap Qia Qia sambil terus melangkah memasuki desa itu.
Mereka melihat jika semua orang di desa itu baik laki laki maupun perempuan mengawasi mereka dengan teliti dan sorot mata mereka terlihat sangat waspada.
Mereka terus berjalan dan berhenti di depan sebuah rumah makan yang cukup besar namun tidak ada pengunjung seorang pun.
"Kun Yi ayo masuk" ucap Qia Qia sambil tersenyum ramah dan langsung melangkah memasuki rumah makan itu dan kemudian duduk di kursi bagian dalam yang menghadap ke arah luar demikian juga dengan Kun Yi yang duduk di depannya namun masih memberi jarak agar Qia Qia bisa melihat keluar.
Seorang pria sepuh tampak mendatangi mereka.
"Nona nona maaf di sini hanya ada daging saja" ucap pria sepuh itu dengan ramah sambil tersenyum hangat ke mereka berdua.
"Baik, kami pesan daging rusa bakar saja dan teh hangat" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Baik nona mohon tunggu sebentar saya akan siapkan pesanan anda" ucap pria sepuh itu sambil melangkah memasuki bagian dapur rumah makan itu.
Telunjuk Qia Qia menunjuk ke arah luar dan cahaya putih transparan melesat keluar dari jari telunjuknya dan langsung melesat ke atas desa itu lalu menyebar membentuk sebuah kubah perlindungan dan menutup desa itu.
__ADS_1
"Kun Yi pelatihan mu akan segera di mulai dan jangan makan dagingnya ya atau meminum teh nya" ucap Qia Qia melalui telepati ke Kun Yi.
"Baii Dewi" jawab Kun Yi melalui telepati juga.
Lima menit berlalu dan pria sepuh itu kembali dengan membawa dua piring besar berisi daging bakar dan satu poci teh besar dengan dua gelas gioknya.
"Nona nona silahkan di nikmati" ucap pria sepuh itu dengan ramah sambil tersenyum hangat dan berjalan kembali namun hanya dua langkah sudah berhenti karena Qia Qia menahannya dengan aura nya.
"Kau ini entah makhluk apa, sampai memakan daging manusia" ucap Qia Qia dengan santai sambil menuang sedikit teh di poci ke daging bakar yang ada di piring di depannya dan nampak jika daging bakar itu menjadi lemas dan seperti daging yang sudah di rebus berhari hari.
Hal ini membuat Kun Yi sangat kaget dan dia tidak percaya jika bahaya yang begitu besar dia hadapi di jam pertama kedatangannya di dunia kecil itu.
"Lihat Kun Yi minuman teh ini mengandung pelemah tulang dan jika kau meminumnya maka tulang mu akan sangat lemas sehingga kau akan seperti tidak memiliki tulang, sekarang kau potong saja leher makhluk biadab ini" ucap Qia Qia dengan santai sambil melihat Kun Yi.
Satu ayunan pedang itu membuat pria sepuh itu kehilangan kepalanya dan tubuhnya langsung ambruk mengikuti kepalanya.
"Kun Yi lihatlah di dapur namun tidak perlu menyentuh apapun" ucap Qia Qia dengan ramah sambil tersenyum melihat Kun Yi yang sepertinya baru pertama kali membunuh.
"Baik Dewi" jawab Kun Yi sambil melangkah menuju ke dapur rumah makan itu namun tidak lama kemudian dia kembali sambil menahan dirinya untuk tidak muntah.
"Dewi banyak sekali potongan tubuh manusia di dapur" ucap Kun Yi dengan mengatur napasnya yang kini memburu.
"Kun Yi habisi semua penduduk desa ini, kau tidak perlu khawatir meskipun ada beberapa orang yang lebih kuat dari mu namun bola perlindungan mu tidak akan bisa di tembus oleh serangan mereka" ucap Qia Qia dengan tetap ramah.
__ADS_1
"Baik Dewi saya permisi dulu" ucap Kun Yi dengan sangat hormat sambil melangkah keluar dari dalam rumah makan yang membuat dirinya menjadi sangat tidak karuan itu
Qia Qia hanya tersenyum dan langsung ikut melangkah keluar dari dalam rumah makan itu namun dia tidak langsung pergi melainkan berdiri di pintu dan tangan kanannya memegang tiang pintu.
Seberkas api keluar dari dalam telapak tangannya dan langsung menyebar ke semua arah membakar rumah makan itu dan dengan kekuatannya dia mengatur agar api miliknya itu membakar semua yang ada di desa itu.
Qia Qia melangkah dengan tenang keluar dari rumah makan yang kini sedang terbakar dan langsung melesat ke atas desa itu untuk bisa mengawasi Kun Yi meskipun dia yakin tidak ada yang bisa melukai Kun Yi secara fisik.
Di atas desa itu Qia Qia melihat jika rumah makan itu terbakar dengan sangat cepat dan api mulai menyambar bangunan sebelahnya.
Qia Qia kemudian melihat Kun Yi yang sudah seperti seorang pembantai yang dalam satu ayunan pedang maka satu kepala terputus dari tubuh.
Dua jam berlalu dan Kun Yi sudah melakukan tugasnya dan kini terlihat duduk di rumput tanah lapang yang ada di tengah desa itu dikelilingi oleh bangunan bangunan yang terbakar dan ribuan mayat terlihat di semua area desa itu.
Qia Qia pun kemudian melayang turun dan menemui Kun Yi.
"Kun Yi, inilah hidup seorang kultivator harus berani membunuh orang yang terbukti jahat, mereka penduduk desa ini memakan daging manusia dari desa atau kota lain sebagai makanan pokok mereka jadi perbuatan mu sudah tepat karena secara tidak langsung kau membantu dunia ini membersihkan sampahnya" ucap Qia Qia dengan ramah sambil berlutut di depan Kun Yi.
"Dewi maafkan saya, ini adalah pengalaman pertama saya selama ini" ucap Kun Yi dengan hormat namun masih dengan nafas yang tidak stabil.
"Aku tahu apa yang kau rasakan karena aku juga pernah seperti mu dulu, namun ingat mereka semua sebelumnya dengan senang hati membunuh orang lain dan memakannya dan jika kau tidak bersama ku mungkin kau sudah menjadi hidangan mereka saat ini" ucap Qia Qia dengan ramah sambil membantu Kun Yi untuk berdiri kembali.
"Dewi anda benar semua ini pantas untuk mereka semua, terima kasih Dewi, lalu kita akan kemana setelah dari sini" ucap Kun Yi dengan hormat sambil tersenyum hangat ke Qia Qia dan nafasnya juga sudah stabil kembali.
__ADS_1