
"Pertama habiskan dulu makanan yang ada di mulut mu baru berbicara kedua habiskan dulu apel emas itu baru aku akan memberitahumu caranya" ucap Qia Qia dengan ramah sambil tersenyum hangat ke Kun Yi.
Kun Yi hanya mengangguk sambil terus memakan apel emasnya sampai habis.
"Dewi apel emasnya sudah saya habiskan" ucap Kun Yi sambil tersenyum lebar memperlihatkan deretan giginya yang putih.
"Kun Yi apa yang kau tahu tentang yin dan yang" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Dewi menurut pandangan saya Yin dan Yang adalah sifat yang berlawanan namun saling berkaitan satu sama lain dan saling membangun, seperti air dan api meski saling berlawanan sifatnya namun saling membutuhkan satu sama lainnya untuk menjadi kekuatan yang besar" ucap Kun Yi dengan sangat hormat.
"Lalu apa hubungannya dengan elemen kayu apakah kau mengetahuinya" ucap Qia Qia.
"Dewi setahu saya elemen kayu bisa untuk menghancurkan dan bisa untuk pertahanan saja" ucap Kun Yi dengan sangat hormat sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali.
"Kau itu, menghancurkan dan melindungi adalah yin dan yang, membunuh dan menghidupkan adalah yin dan yang, Sebuah batang kayu patah maka apakah pohon itu jadi mati" ucap Qia Qia sambil melihat Kun Yi dengan tajam.
"Tidak Dewi namun pohon itu akan mengobati lukanya lalu menumbuhkan batang yang baru" ucap Kun Yi sambil terlihat sedang berpikir dan Qia Qia hanya tersenyum saja mendengar ucapan Kun Yi itu.
"Dewi saya paham sekarang, tubuh saya adalah pohon kayu itu sendiri dan jika ada bagian tubuh saya yang terluka maka saya harus menggunakan kekuatan elemen kayu saya juga untuk mengobati luka tersebut, Dewi terima kasih" ucap Kun Yi lagi dengan sangat bergembira.
"Selama ini kau berlatih sama siapa sebenarnya" ucap Qia Qia dengan penuh rasa penasaran.
"Berlatih sama buku di perpustakaan ayahanda saja Dewi, soalnya ayah melarang saya bergabung dengan sekte ataupun memiliki guru beladiri" ucap Kun Yi dengan sangat hormat.
__ADS_1
"Kuasai dua hal itu dan kau yakin kau bisa mencapai tingkat pencipta ilahi tahap awal minimal, pelajari dan pahami semuanya dengan benar jangan selalu terburu buru, apakah kau paham" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Dewi saya paham yang Dewi maksud dan saya akan melanjutkan pelatihan pelajaran berharga ini nantinya" ucap Kun Yi dengan sangat hormat.
"Baiklah sekarang waktunya kita melanjutkan perjalanan kita ke Lokasi dimana para penduduk dunia pedang kuno ini tinggal" ucap Qia Qia dengan ramah sambil berdiri dan melayang sepuluh meter di atas perahu itu.
Kun Yi langsung mengikuti Qia Qia dan melayang di sebelah Qia Qia.
Qia Qia kemudian memasukkan perahu besar itu ke dunia mawarnya dan menyatukan dengan perahu perahu lainnya.
"Kita akan terbang ke sana" ucap Qia Qia sambil menunjuk ke puncak gunung tertinggi dan terbesar yang ada di sebelah selatan dari kota kaum kanibal yang sudah rata dengan tanah.
"Baik Dewi" ucap Kun Yi dengan sangat hormat.
Membutuhkan waktu sampai empat puluh lima menit untuk mereka sampai di puncak gunung itu dan kini mereka melayang seratus meter dari sebuah pintu gerbang besar yang ada di puncak gunung itu.
"Kun Yi apapun yang terjadi tetap di belakangku saja" ucap Qia Qia dengan sangat ramah sambil mengeluarkan pedang lava neraka dan memegangnya dengan tangan kanannya.
"Namaku Qia Qia atau lebih di kenal dengan sebutan Dewi Mawar aku datang dengan damai namun aku juga siap berperang jika kalian mengajak berperang." Ucap Qia Qia dengan sangat mendominasi dengan menggunakan kekuatan qi mendalamnya sehingga terdengar oleh seluruh orang yang ada di dalam tembok besar dan tinggi itu.
Beberapa orang pria sepuh langsung melesat keluar dari dalam kota puncak gunung itu dan melayang sepuluh meter dari Qia Qia dan Kun Yi.
"Dewi Mawar perlihatkan medali pedang kuno anda" ucap pria sepuh itu dengan sangat hormat namun tetap waspada sambil memperlihatkan sebuah medali yang sama dengan Qia Qia miliki.
__ADS_1
"Qia Qia kemudian mengeluarkan Medali pedang kuno miliknya dan langsung memperlihatkan medali itu dengan tangan kirinya ke pria pria sepuh itu.
Cahaya merah keluar dari dalam medali pedang kuno Qia Qia dan langsung melesat menuju ke medali milik pria sepuh itu lalu masuk kedalam medali milik pria sepuh dan dalam waktu singkat kedua medali itu saling bersinar terang dan kini keluar cahaya merah kembali dari kedua medali itu lalu melesat ke angkasa dan langsung membuat sebuah kubah perlindungan yang menutupi seluruh areal puncak gunung itu dengan Qia Qia dan Kun Yi berada di dalamnya.
Bukan hanya itu namun kubah cahaya merah perlahan melebar dan terus melebar dan cahaya merah itu akan membersihkan seluruh dunia itu dari sisa sisa kaum kanibal yang ada di dunia pedang kuno karena mengandung lava ilahi milik Qia Qia.
Gerbang besar itu terbuka dan terlihat jutaan orang didalam kota puncak gunung itu berlutut dan kedua pria sepuh itu langsung melesat kebawah dan ikut berlutut.
"Hormat kami kepada Dewi Mawar Qia Qia penguasa dunia pedang kuno" ucap pria sepuh itu yang di ikuti oleh seluruh orang penduduk kota puncak gunung itu dengan sangat hormat sambil kemudian semuanya berlutut tiga kali untuk menghormati Qia Qia lalu kembali berlutut.
Qia Qia kemudian melayang turun dengan perlahan dan dia kemudian mendarat di depan pria sepuh itu dengan masih memegang medali nya di tangan kiri dan pedang Lava Neraka di tangan kanannya, Kun Yi pun ikut melayang turun dan berdiri di belakang Qia Qia.
"Kalian semua lanjutkan pekerjaan kalian dan kau kemarilah" ucap Qia Qia dengan sangat ramah sambil tersenyum hangat ke semuanya.
"Dewi alirkan dulu Qi anda ke Pedang Lava Neraka dan ke medali anda" ucap pria sepuh itu sambil tetap berlutut demikian juga para penduduk lainnya dan mereka semua tampak menantikan Qia Qia melakukan hal itu.
Qia Qia kemudian memberikan Qi nya ke medali juga ke Pedang Lava Neraka dan tiba tiba kedua benda itu mengeluarkan cahaya merah yang langsung melesat ke atas kepala Qia Qia dan langsung melesat turun menembus kepala Qia Qia.
Keanehan terjadi di tubuh Qia Qia kini sepasang sayap cahaya berwarna merah dan sebuah mahkota cahaya tampak di atas kepala Qia Qia sehingga menjadikan Qia Qia layaknya seorang Ratu yang sangat mendominasi.
Semua penduduk kota puncak gunung kembali bersujud tiga kali untuk menghormati Qia Qia dan di sujud terakhir mereka dengan kompak berkata.
"Hormat kami kapada penguasa dunia pedang kuno Dewi mawar Qia Qia" ucap semuanya kompak seolah olah mereka sudah berlatih sebelumnya.
__ADS_1