Dewi Mawar Penakluk Surgawi

Dewi Mawar Penakluk Surgawi
Sebuah Pulau


__ADS_3

"Kun Yi kita ke atas saja" ucap Qia Qia dengan ramah sambil terbang melayang menuju atas awan untuk melihat dunia itu lebih jelas lagi dan di ikuti oleh Kun Yi yang tidak mau jauh dari Qia Qia.


Mereka berdua berdiri di atas awan dengan tenang bersebelahan dan melihat ke bawahnya.


Desa kanibal itu terlihat terbakar dengan hebatnya dan di pastikan tidak akan ada satu pun yang tersisa dari desa kanibal itu.


Sejauh mereka memandang tidak ada satupun pemukiman penduduk yang mereka temukan di sana namun mereka menemukan beberapa perahu di pantai.


"Dewi jadi kita ada di sebuah pulau besar" ucap Kun Yi sambil melihat perahu perahu itu.


"Kun Yi sebaiknya kita ke puncak gunung itu saja dulu untuk melihat lebih jelas apa yang ada di sana, sepertinya aku melihat bekas reruntuhan bangunan disana" ucap Qia Qia sambil menunjuk ke satu satunya gunung yang ada di pulau besar itu dan kemudian melayang melesat menuju gunung itu sebelum Kun Yi menjawabnya.


Kun Yi langsung mengejar Qia Qia dan terbang dengan cepat untuk bisa mengejar Qia Qia padahal Qia Qia merasa dia terbang dengan pelan.


Mereka berdua kemudian mendarat di tanah datar luas di puncak gunung itu dan benar terlihat jelas ada reruntuhan bangunan dan sudah mulai menyatu dengan alam.


Yang menandakan jika bangunan itu sudah rubuh dalam jangka waktu yang sangat lama.


"Kun Yi periksa sekitar sini lihatlah apakah ada pintu rahasia" ucap Qia Qia sambil melangkah memeriksa sekitarnya.


"Baik Dewi" ucap Kun Yi sambil melangkah ke arah lainnya untuk ikut memeriksa reruntuhan bangunan itu.

__ADS_1


Mereka mencari dengan teliti dan sama sama mengedarkan kesadaran jiwanya untuk memeriksa semua area di puncak gunung itu.


Dua jam sudah berlalu dan hari sudah semakin malam namun mereka belum sama sekali mendapatkan petunjuk dari puncak gunung itu.


"Kun Yi kemarilah kita lanjutkan saja besok dan sebaiknya kita beristirahat saja, hari sudah semakin malam" ucap Qia Qia memanggil Kun Yi berjarak lima puluh meter dari tempatnya berada.


"Baik Dewi" ucap Kun Yi sambil berjalan menuju Qia Qia.


Bulan purnama menyinari dunia pedang kuno itu dengan sangat terang demikian juga dengan bintang bintang.


"Dewi apakah kita akan membuat tenda disini atau dimana" ucap Kun Yi yang sudah berada di sebelah Qia Qia.


"Tunggu sebentar" ucap Qia Qia sambil mengeluarkan satu artefak istana miliknya dan langsung melayangkannya dua meter di depannya.


Qia Qia menggerakkan tangannya dengan cepat dan langsung menunjuk beberapa kali ke artefak istana yang melayang di depannya itu.


Ratusan segel dan array di keluarkan oleh Qia Qia untuk menjadikan artefak istana itu bisa melayang dan menjadi sekuat kapal perang angkasa bahkan lebih kuat lagi.


Qia Qia kemudian mengambil artefak istana itu dan melemparnya ke atas, artefak istana itu langsung membesar dan bahkan hampir menutupi seluruh area puncak gunung itu.


"Kun Yi kita di sana saja untuk beristirahat jadi istirahat kita lebih nyaman" ucap Qia Qia dengan ramah sambil terbang melayang menuju istana nya itu.

__ADS_1


Kun Yi tidak menjawabnya melainkan ikut terbang melayang mengikuti Qia Qia dan mereka berdua mendarat di halaman depan istana dan langsung dimasuki oleh mereka.


"Kun Yi kamar kamarnya ada di belakang sedangkan disini hanya ruang ruang pertemuan jadi ayo kita ke belakang" ucap Qia Qia dengan ramah sambil terus melangkahkan kakinya.


"Baik Dewi, istana ini sungguh megah dan mewah, bahkan istana raja tidak ada apa apanya dengan istana ini tapi kenapa tidak ada tembok pagarnya Dewi" ucap Kun Yi dengan sangat hormat dan semakin besar rasa hormatnya itu.


"Kun Yi istana ini di rancang untuk di dirikan di areal istana jadi pembangunan tembok bisa di bangun setelah istana ini di dirikan di daratan" ucap Qia Qia dengan ramah sambil terus berjalan dan menuju bangunan besar yang akan menjadi kediaman mereka berdua untuk malam ini.


"Arsitektur ini sungguh bagus sekali, saya tidak pernah menemukan hal seperti ini sebelumnya, dulu saya ke istana raja namun biasa saja hanya mirip rumah saya saja namun ini sungguh luar biasa" ucap Kun Yi sambil melihat sekelilingnya dan saat ini mereka melintasi lorong yang menyatukan bangunan pertemuan dengan bangunan kediaman.


"Artefak ini di buat oleh salah seorang bawahan ku di dunia bulan dan kau juga harus belajar array, segel dan artefak serta pengobatan karena itu semua akan menjadi modal mu di masa depan, Kun Yi belajarlah semua hal dan jangan terfokus kepada satu hal saja, hidup kita ini harus kita isi dengan pengalaman dan juga ilmu pengetahuan" ucap Qia Qia dengan ramah


"Dewi, iya saya selama ini telah salah, saya hanya fokus mengejar tingkat kultivasi namun saya melupakan hal lainnya, sejak saya mengenal anda saya menjadi seperti orang yang berbeda dan saya merasa jika hidup saya menjadi semakin berwarna berkat anda" jawab Kun Yi dengan sangat hormat.


"Ini dia bangunan kediaman kita malam ini, semuanya sudah lengkap dan kita tinggal isi saja, bagaimana menurut mu" ucap Qia Qia dengan ramah sambil melihat sebuah bangunan besar yang seperti sebuah istana dogeng.


"Dewi ini sungguh luar biasa, ini benar benar indah, ini bahkan lebih indah di bandingkan dengan istana depan, saya tidak menyangka saya bisa melihat istana seindah ini bahkan bisa tidur di dalamnya" ucap Kun Yi dengan sangat hormat dan terdengar sangat berbahagia.


"Kun Yi jika kau mau tidur di luar juga boleh namun aku akan tidur di dalam saja" ucap Qia Qia sambil melangkah memasuki istana kecil itu dan dia sudah paham dengan semua artefak istana buatan Hao Kong yang memiliki letak ruangan yang sama hanya arsitektur saja yang berbeda.


"Dewi saya tidak mau tidur di luar" ucap Kun Yi sambil mengikuti Qia Qia memasuki istana kecil itu.

__ADS_1


"Kun Yi ini kamarku kau carilah mana kamar yang cocok untuk mu, jika kau lapar masak sendiri saja ya, saya sudah sangat ingin membersihkan badan dan beristirahat" ucap Qia Qia dengan ramah sambil berdiri di depan sebuah pintu yang masih tertutup rapat.


"Baik Dewi, terima kasih sudah mengajak saya ke istana anda ini" ucap Kun Yi dengan sangat hormat dan terdengar sangat berbahagia.


__ADS_2