Dewi Mawar Penakluk Surgawi

Dewi Mawar Penakluk Surgawi
Mengirim Pasukan Kun Gu kembali 1


__ADS_3

"Li Wanyi sepupu jauh mu masih ada juga dia" ucap Li Mei dengan sangat ramah.


"Benar Dewi, dan anak saya yang kedua menikah dengannya" ucap Li Yanji dengan sangat hormat.


"Sungguh aku sudah terlalu lama meninggalkan dunia peri ini, Kun Gu Bocah kau harus menjaga baik keponakanku ini" ucap Li Mei sambil tertawa ringan.


"Dewi saya akan selalu menjaga istri saya" ucap Kun Gu dengan sangat hormat sambil tersenyum hangat ke Li Yanji.


"Dewi Li Mei, aku akan mengirim mu kembali ke dunia bulan nanti akan ada waktu untuk kalian semua berkumpul bersama namun tidak hari ini karena masih banyak yang harus aku lakukan" ucap Qia Qia dengan ramah.


"Dewi mawar Terima kasih" ucap Li Mei sambil berdiri.


"Kalian berdua sampai jumpa nanti" ucap Li Mei yang kemudian menghilang dari pandangan mereka semua karena di teleportasikan oleh Qia Qia kembali ke dunia bulan.


"Li Yanji kau konsumsi saja pil penyembuh tingkat pencipta ini seharusnya cukup untuk mengobati luka dalam mu" ucap Qia Qia sambil memberikan sebuah kotak giok kecil yang berisi sebutir Pil Penyembuh tingkat pencipta ke Li Yanji.


"Dewi Terima kasih" ucap Li Yanji sambil menerima kotak giok kecil itu dengan tangan bergetar.


"Kau konsumsi saja dulu Pil Penyembuh tingkat pencipta itu agar luka dalam mu sembuh" ucap Qia Qia dengan ramah.


Li Yanji langsung mengambil pil penyembuh tingkat pencipta itu dan menelannya di depan Qia Qia dan Kun Gu, dia langsung merasakan khasiatnya dimana kini semua titik meridiannya bereaksi demikian juga dengan dantiannya yang selama bertahun tahun ini rusak kini perlahan mulai membaik, lautan Qi nya yang sebelumnya seperti tersegel kini terbuka kembali dan menjadi sangat luas.

__ADS_1


Semua keriput di wajah dan kulitnya juga menghilang dan kulitnya menjadi sangat kencang kembali demikian juga dengan rambutnya yang sebelumnya memutih kini kembali hitam.


Li Yanji yang sebelumnya seperti berusia di atas lima puluh tahun kini seperti berusia tiga puluh tahun dalam waktu yang sangat sebentar tidak sampai satu jam.


Kun Gu yang melihat prosesnya dari awal nampak tidak percaya dengan hal ini dan beberapa kali menggosok matanya.


"Dewi terima kasih kini kultivasi saya sudah kembali dan saya sudah bisa bertarung bersama anda" ucap Li Yanji dengan sangat hormat dan bersemangat.


"Yanji siapa yang minta kau bertarung, sudahlah lupakan saja pikiran seperti itu, dan Kun Gu ini untukmu sepertinya kau juga mengalami luka dalam meskipun tidak separah istrimu" ucap Qia Qia dengan ramah sambil kembali mengeluh satu kotak giok kecil dari dalam cincin dimensinya yang berisi sebuah pil penyembuh tingkat pencipta ke Kun Gu.


"Dewi Terima kasih" ucap Kun Gu yang menerima kotak giok kecil itu dengan kedua tangannya dan langsung menelan Pil Penyembuh tingkat pencipta itu.


Kun Gu juga mengalami hal yang sama dengan apa yang dirasakan oleh Li Yanji dan kini dia nampak seperti seorang pria berusia tiga puluh tahunan.


"Dewi ijinkan kami menjadi bawahan anda dan mengabdi kepada anda" ucap Kun Gu dan Li Yanji dengan kompak sambil tetap berlutut di depan Qia Qia.


Qia Qia memang berencana menjadikan keduanya sebagai bawahannya jadi dia kemudian memberikan kontrak jiwa ke Kun Gu dan juga Li Yanji karena dia membutuhkan bawahan yang kuat untuk bertahan di dunia peri.


"Dewi terima kasih sudah menerima kami" ucap keduanya dengan kompak dan sangat hormat.


"Kalian berdua duduklah dulu" ucap Qia Qia dengan ramah.

__ADS_1


Kun Gu dan Li Yanji langsung berdiri lalu duduk dengan sopan di depan Qia Qia.


"Kun Gu apakah semua yang ada di ruang bawah tanah ini bawahanmu" ucap Qia Qia dengan ramah.


"Benar Dewi, mereka semua prajurit prajurit saya dan sudah melakukan kontrak jiwa dengan saya" ucap Kun Gu dengan sangat hormat.


'lalu kenapa kalian bersembunyi disini dan kenapa kalian sampai menjadi pengemis di ibukota kerajaan" ucap Qia Qia dengan ramah.


"Dewi, dengan menjadi pengemis kami bisa mendapatkan banyak informasi di ibukota kerajaan dan kami juga baru hari ini saja mengemisnya, kami sehari hari biasanya sebagai pemburu dan menjual hasil buruan namun sudah satu bulan ini kami tidak mendapatkan buruan dan melihat ibukota ramai jadi kami mencoba mengemis saja dari pada kami harus berbuat kejahatan dengan mencuri atau merampok, kenapa kami tinggal disini karena kami memang tidak memiliki biasa untuk tinggal di luar, di benua ini semua tanah di kuasai oleh kerajaannya dan harganya juga mahal rata rata semuanya menyewa satu Keping emas sebulannya untuk rumah sedangkan tempat usaha minimal sepuluh keping emas dan di ruang bawah tanah ini gratis jadi kami disini saja" ucap kun Gu menjelaskan ke Qia Qia situasinya.


"Baiklah satu pertanyaan terakhir ku apakah kalian mau terus di benua ini apa kembali ke benua kalian" ucap Qia Qia dengan ramah.


"Dewi kami kembali saja, benua ini bisa kamu urus nanti namun jika di ijinkan saya ingin bertemu dengan anak dan cucu saya terlebih dulu dan semua bawahan kami juga sudah sangat ingin berkumpul dengan keluarga mereka di kota kayu" ucap Kun Gu dengan sangat hormat.


"Oke, aku akan mengirim kalian semua ke kota kayu kau kumpulkan semua anak buahmu sekarang dan bawalah semua yang ingin kalian bawa, dan karena disini tidak ada tempat yang luas untuk kalian berkumandang maka aku akan menunggu di luar pohon saja" ucap Qia Qia dengan sangat ramah.


"Baik Dewi saya akan mengumpulkan mereka semua dan membawa mereka ke luar pohon dan Yanji bereskan lah barang barang yang hendak kau bawa aku akan membantu mu nanti setelah memberitahu yang lainnya" ucap Kun Gu dengan sangat hormat.


"Jika begitu aku duluan" ucap Qia Qia sambil menghilang dari pandangan keduanya dan Qia Qia berteleportasi ke dahan tertinggi pohon kuno itu dan dia bisa jelas melihat istana kerajaan dari sana.


"Dari atas sini aku bisa melihat dengan jelas, jadi para iblis darah bertanduk empat itu berkumpul semuanya di area istana juga seperti benua pertama, ini akan memudahkan ku sepertinya" ucsp Qia Qia berbicara sendiri sambil mengawasi sekitarnya untuk memastikan semuanya berjalan dengan sempurna nantinya sesuai dengan perencanaannya.

__ADS_1


Satu jam berlalu dan Qia Qia melihat satu persatu kini sudah keluar dari dalam pohon itu dan berdiri di luar pohon menunggu Qia Qia, mereka tidak mengetahui jika Qia Qia ada di atas mereka mengawasi mereka semua.


__ADS_2