Dewi Mawar Penakluk Surgawi

Dewi Mawar Penakluk Surgawi
Memaafkan Kun Yi


__ADS_3

"Kun Yi bangunlah, aku sudah memaafkan mu, rahasia di sebelum kau menjadi bawahan ku aku maafkan namun aku tidak akan maafkan jika setelah kau menjadi bawahan ku kau membohongi ku, kalian berdua duduklah" ucap Qia Qia dengan ramah.


Li Wanyi langsung membantu keponakanmya itu dan mereka berdua langsung duduk di depan Qia Qia dengan sangat sopan.


"Li Wanyi jadi selama ini kau tidak pernah mengetahui siapa yang menyegel raja iblis darah bertanduk empat itu namun bagaimana kau tahu siapa yang ada didalamnya" ucap Qia Qia dengan ramah.


"Dewi, ribuan tahun lalu istana ini kosong lama sampai saya temukan dan saat itu istana ini dijaga oleh pihak kerajaan dari merekalah kami tahu jika ada makam raja iblis darah bertanduk empat di sana sehingga saat kami mengambil alih istana ini kami tetap menjaganya" jawab Li Wanyi dengan sangat hormat.


"Jadi seperti itu kejadiannya, kalian semua sudah di bohongi oleh kedua raja itu, mereka adalah Jenderal iblis darah bertanduk empat yang berkhianat kepada rajanya, dan rajanya di biarkan selama ribuan tahun di ruangan itu terikat oleh rantai neraka sehingga dia tidak bisa melarikan diri namun kini sudah menjadi abu dan ruangan itu sudah bisa di gunakan untuk kepentingan lain, Kun Yi apakah kau sudah bertemu dengan ayahmu" ucap Qia Qia dengan ramah.


"Sudah Dewi, dan saya menceritakan kepada ayahanda jika saya sudah menjadi bawahan anda dibantu oleh bibi Wanyi dan paman Ma, ayahanda setuju dengan keputusan saya menjadi bawahan anda bahkan sangat mendukung saya kedepannya bahkan sudah boleh untuk fokus berkultivasi mengejar impian saya agar bisa seperti Bibi Wanyi yang sudah di tingkat pencipta Ilahi tahap akhir" ucap Kun Yi dengan sangat hormat.


"Syukurlah jika demikian maka sudah tidak ada kendala lagi untukmu, dan itulah alasannya kenapa aku meminta mu kesini agar kau bisa berlatih disini, dan Wanyi dimana ruangan yang memiliki perbedaan waktu itu" ucap Qia Qia dengan ramah.


"Di Menara itu dewi, seluruh bagian menara memiliki perbedaan waktu" ucap Li Wanyi sambil menunjuk ke sebuah menara yang terlihat dari lokasi mereka.


"Oke jika demikian Kun Yi kau disini saja dulu aku akan kembali dulu ke kediaman ku untuk beristirahat dan Wanyi bantulah Kun Yi agar bisa mencapai tingkat pencipta ilahi tahap akhir" ucap Qia Qia dengan ramah sambil tersenyum hangat lalu menghilang dari pandangan keduanya.


Li Wanyi tampak kaget karena tiba tiba Qia Qia menghilang dari pandangannya.

__ADS_1


"Bibi Wanyi jangan kaget begitu karena memang Dewi Mawar bisa berteleportasi tanpa menyobek ruang" ucap Kun Yi dengan sangat sopan karena Li Wanyi adalah bibinya istri dari Kun Ma.


Sementara itu Qia Qia sudah kembali kediamannya di puncak bukit mawar kota kayu dia muncul di taman belakang dan langsung di sambut oleh semua bawahannya dengan sangat hormat.


"Kalian gunakan artefak gelang ilusi ini dan berikan kepadaku artefak ilusi yang lama" ucap Qia Qia sambil meletakkan sepuluh artefak gelang ilusi di atas meja sambil kemudian dia duduk di salah satu kursi.


Jia Ni dan yang lainnya langsung melepaskan artefak ilusi mereka lalu memberikannya kepada Qia Qia dan langsung mengambil artefak gelang ilusi terbaru lalu memakainya.


Qia Qia pun menyimpan sepuluh artefak ilusi buatannya yang pertama ke dalam cincin dimensinya.


"Jia Ni, aku akan pergi lagi dan apakah kau masih memiliki Gerbang dimensi lintas galaksi" ucap Qia Qia dengan ramah.


"Masih Dewi ada lima pasang di saya" jawab Jia Ni dengan sangat hormat.


Jia Ni langsung menerima cincin dimensi itu dan menyimpannya ke dalam cincin dimensinya sendiri.


"Dewi apakah aman jika memasang gerbang dimensi lintas galaksi di luar seperti ini apakah tidak sebaiknya kita pasang dalam ruangan saja." Ucap Jia Ni dengan sangat hormat.


"Jia Ni tidak ada yang bisa memasuki area bukit mawar ini tanpa hati yang bersih namun jika kau ingin memasangnya dalam ruangan maka silahkan saja yang penting artefak gelang ilusi itu segera kau bagikan ke saudari saudari mu yang ada di dunia lotus karena ini sangat penting buat mereka" ucap Qia Qia dengan ramah.

__ADS_1


"Baik Dewi saya akan pastikan Artefak gelang ilusi ini sampai kepada mereka" ucap Jia Ni dengan sangat hormat sambil kemudian melangkah menuju ke sebuah bangunan besar yang tidak mereka gunakan untuk memasang gerbang dimensi lintas galaksi.


"Kalian semua tetap waspada dan bertelepati lah kepadaku jika ada hal yang darurat" ucap Qia Qia dengan ramah sambil tersenyum hangat lalu menghilang dari pandangan mereka semua.


Qia Qia muncul di atas awan dan berdiri sambil memandangi dunia peri dari atas awan mencari letak istana raja benua tempatnya berada.


Qia Qia juga mengedarkan kesadaran jiwanya untuk memeriksa lebih teliti benua yang ada di bawahnya itu.


"Jadi disana letaknya dan sayangnya aku lupa meminta medali kota mawar kepada Jia Ni" ucap Qia Qia sambil melihat ke arah barat dan melihat sebuah kota besar dan ada sebuah istana di tengahnya.


Qia Qia kemudian kembali berteleportasi ke kediamannya dan muncul di depan sembilan anak buahnya.


"Dewi anda mengagetkan kami saja" ucap salah seorang bawahan Qia Qia yang meloncat dua meter ke belakang.


"Maafkan aku tidak sengaja, apakah ada diantara kalian yang memegang medali kota kayu ini" ucap Qia Qia dengan ramah sambil tersenyum hangat ke mereka semua.


"Dewi sebentar saya ambilkan medali anda ada di kediaman kami, kami hampir lupa dengan itu" ucap salah seorang bawahan Qia Qia sambil terbang melesat menuju bangunan kediamannya dan tidak lama kemudian kembali ke hadapan Qia Qia lalu menyerahkan sebuah cincin dimensi ke Qia Qia dan di terima oleh Qia Qia.


Qia Qia kemudian memeriksa isi cincin dimensi tersebut dan mengeluarkan satu medali kota kayu yang merupakan medali kaum bangsawan dan ada tulisan Dewi mawar berwarna emas di belakangnya.

__ADS_1


"Aku ambil ini saja, sisanya kau simpan saja" ucap Qia Qia sambil memberikan kembali cincin dimensi itu ke bawahannya lalu menghilang dari pandangan sembilan bawahannya itu.


"Dewi Qia oh Dewi Qia kau sudah ketularan oleh Dewa Naga emas yang suka menghilang dan muncul secara tiba tiba" ucap salah seorang bawahan Qia Qia itu sambil menggelengkan kepalanya dan yang lainnya tampak menganggukkan kepala mereka.


__ADS_2