Dewi Mawar Penakluk Surgawi

Dewi Mawar Penakluk Surgawi
Berpetualang 15


__ADS_3

QIa Qia terbang dengan cepat ke atas lebih tepatnya ke arah burung elang neraka dan kini sayapnya sudah keluar demikian juga dengan mahkotanya, di sayap Qia Qia tampak api yang membara dan membuat suhu udara dunia Yun kini menjadi semakin panas.


Qia Qia kemudian memukul Burung elang neraka dan tepat mengenai lehernya sehingga burung elang neraka yang sangat besar itu kini terbanting kembali ke arah kawah lava gunung berapi itu.


Booooooooom suara ledakan kini terdengar kembali saat burung elang neraka masuk kedalam kawah kembali.


“Kau mau terus melawan atau kau mau tunduk kepada ku terserah padamu saja aku akan terus memukulmu sampai kau tunduk.” ucap QIa Qia bertelepati ke Burung elang neraka.


“Dewi kenapa memukul ku, aku keluar dari dalam kawah in juga karena aku akan tunduk kepada dewi, tapi tolong  hilangkan dulu ini lava suci ilahi anda, bulu ku bisa terbakar jika terikat oleh lava suci ilahi anda” Ucap Burung Elang Neraka melalui telepati.


Qia Qia kemudian menghilangkan sayapnya dan dia terlihat mengangkat tangan kanannya terarah ke kawah gunung berapi itu.


Lava suci ilahi milik Qia Qia langsung melesat kembali ke Qia Qia dan masuk kembali ke tubuh Qia Qia melalui telapak tangannya.


Burung Elang Neraka langsung melesat kembali keluar dari dalam kawah itu namun tidak lagi bersuara seperti sebelumnya dan juga tidak lagi membuat lava gunung berapi keluar dari kawah itu.


Burung Elang Neraka kini melayang di depan Qia Qia dan Qia QIa pun langsung menaiki burung elang neraka itu.


“Lihat saja sekali lagi kau membuat telinga ku kesakitan aku akan memukul mu dan menghukum mu dengan lava suci ilahi ku, sekarang hilangkan api neraka mu ini.” Ucap QIa QIa yang sudah menunggangi burung elang neraka.


“Baik Dewi.” Ucap Burung Elang Neraka bersamaan semua api yang ada di tubuhnya menghilang dan membuatnya menjadi burung elang berwarna merah yang mempunyai ukuran dua kali lipat dari burung elang surga.

__ADS_1


“Kita kesana dan ingat jangan membuat ulah atau kau akan aku hukum.” Ucap Qia Qia.


Burung Elang Neraka langsung merespon dan langsung melesat turun ke arah semua bawahan Qia Qia berada dan langsung berdiri di atas tanah bersamaan dengan burung burung elang surga milik Ding Zi dan pasukannya.


“Jia Yun Ma, Aku akan menggunakan transportasi ku sendiri dan akan mengikutimu dari atas jadi kau pacu kuda kalian secepat mungkin, Ding Zi ayo.” Ucap Qia Qia yang masih berada di atas elang neraka.


“Siap Dewi.” Ucap Ding Zi dan Raja Jia Yun Ma yang langsung berlari ke pasukan mereka.


Raja Jia Yun Ma dan Yun Zi langsung naik keatas kereta kuda demikian juga dengan para pengawalnya sedangkan Ding Zi dan pasukannya langsung naik ke atas burung elang surga yang merupakan tunggangan mereka.


Qia Qia langsung mengarahkan Burung Elang Nerakanya untuk terbang ke atas dan melayang seratus meter di atas rombongan Raja Jia Yun MA.


Rombongan Raja Jia Yun Ma langsung memacu kuda mereka dan Qia Qia rombongan elangnya Langsung mengikuti dari atas.


Setengah jam berlalu dan kini rombongan itu sudah memasuki ibukota dan membuat kepanikan luar biasa dari penduduk ibukota itu namun tidak ada yang berani untuk bertindak atau berbicara sama sekali, semuanya hanya diam sambil melihat rombongan elang elang besar yang mengikuti rombongan raja mereka.


“Kita berhenti dulu.” Ucap Qia Qia bertelepati ke Burung elang nerakanya dan juga dengan Ding Zi dan semua pasukan elangnya tepat saat mereka akan memasuki kawasan istana.


Ratusan burung elang itu masih melayang seratus meter di atas tanah dan rombongan Raja JIa Yun Ma sudah memasuki area istana.


“Jia Yun Ma, langsung bekerja, lakukan pembersihan sekarang juga.” Ucap Qia Qia melalui telepati ke Raja Jia Yun Ma.

__ADS_1


“Baik Dewi, “ Ucap Raja Jia Yun Ma melalui telepati juga.


“DIng Zi habisi semua orang yang berjiwa jahat, gunakan kesadaran jiwa mu untuk memeriksa jiwa mereka.” Ucap Qia Qia kembali bertelepati ke Ding Zi.


“Baik Dewi saya akan langsung memusnahkan mereka.” Ucap Ding Zi menjawab melalui telepati.


Tidak lama kemudian Ding Zi dan semua pasukan elangnya langsung melesat ke bawah dan pasukan DIng Zi langsung menyerang orang orang yang telah mereka tandai setelah mengetahui jiwa mereka.


Raja Jia Yun Ma dan yang lainnya pun tidak mau kalah dengan pasukan DIng Zi dan mereka mulai memeriksa jiwa semua orang yang ada di istana dan langsung membunuh yang memiliki hati jahat dan Raja Jia Yun Ma pun memerintahkan prajurit istana yang berjiwa baik untuk ikut serta dalam pembersihan istana itu.


Lima Jam Berlalu dan kini sudah ribuan mayat yang terlihat di kawasan istana dan juga kawasan Ibukota, DIng Zi dan pasukannya juga sudah kembali melayang di belakang Qia Qia karena tugas mereka sudah selesai.


“Kalian semua kumpulkan semua mayat itu dan bawa ke lapangan di pusat ibukota lalu bakar, agar jadi contoh untuk yang masih berjiwa baik.” Ucap Qia Qia melalui telepati ke semua bawahannya itu.


“Baik Dewi.” Ucap mereka melalui telepati juga ke Qia Qia.


Ding ZI dan pasukannya langsung mengarahkan elang elang mereka untuk mengambil mayat mayat itu dan elang elang itu langsung merespon dengan terbang melesat ke bawah dan mengambil mayat mayat itu dengan kedua kaki  mereka yang memiliki cakar yang panjang dan juga sangat tajam.


Tidak memerlukan waktu lama untuk semua mayat itu berhasil di angkut ke lapangan di pusat ibukota dan langsung di bakar oleh para bawahan Qia Qia, asap hitam terlihat membumbung tinggi dan bau daging terbakar kini tercium oleh semua orang namun bukan daging bakar dari hewan yang biasa di bakar melainkan bau daging bakar dari mayat mayat yang belum lama di habisi oleh para bawahan Qia Qia.


“Kalian Pastikan dulu semuanya menjadi abu, jika sudah selesai semuanya kembali ke istana dan Jia Yun Ma perintahkan prajurit prajuritmu untuk menyita semua aset mereka yang sudah kalian habisi, bawa yang sekiranya berharga dan jadikan modal untuk membangun ulang dunia Yun ini.” Ucap Qia Qia melalui telepati ke Ding Zi dan juga Raja Jia Yun Ma yang masih berada di lapangan pusat ibu kota itu, sedang mengawasi proses pembakaran dari semua yang mereka habisi.

__ADS_1


__ADS_2