
“Semoga dewi selalu mendapatkan kemudahan ya, saya sudah tidak sabar jika galaksi terkutuk ini hilang dan kembali satu kesatuan dengan galaksi surgawi.” Ucap Yun Ji.
“Iya semoga semuanya berjalan dengan rencana, satu persatu dunia akan aku bersihkan dahulu, aku tidak ingin ada lagi permusuhan antara Ras Iblis Darah dengan Ras Manusia.” Ucap Qia Qia.
“Dewi kita sudah sampai, namun maaf paviliun ini yang terbesar yang kami miliki di kawasan istana ini.” Ucap Yun Ji dan saat ini mereka sudah berada di depan gerbang sebuah paviliun dan dibandingkan dengan kediaman Qia Qia yang di bukit mawar saja ini lebih kecil.
“Iya tidak apa apa aku hanya ingin beristirahat saja dulu.” Ucap Qia Qia sambil berjalan memasuki paviliun tamu itu.
“Dewi ini kamar terbesar disini dan maaf hanya ada lima kamar tidur saja.” Ucap Yun Ji saat mereka sudah sampai di sebuah kamar yang cukup luas.
“Yun Ji, Aku akan disini untuk sementara jadi jangan sampai ada yang mengganggu ku, dan sampaikan ke ayahmu untuk memberikan salah satu kediaman bangsawan yang sudah di ambil alih untuk DIng Zi agar mereka bisa istirahat juga ya.” Ucap Qia Qia.
“Baik Dewi, jika demikian saya permisi dulu untuk menyampaikan hal ini ke Ayahanda.” Ucap Yun Ji.
“Iya pergilah dulu dan sampaikan juga untuk memberi makan semua elang elang kami ya.” Ucap Qia Qia.
“Baik Dewi.” Ucap Yun Ji sambil kemudian meninggalkan kamar Qia Qia dan juga paviliun tamu itu setelah sebelumnya menutup pintunya.
“Baiklah waktunya melihat seberapa banyak harta yang dimiliki oleh dunia Yun ini.” Ucap Qia Qia berbicara sendiri sambil mengedarkan kesadaran jiwanya untuk memeriksa ruang bawah tanah yang ada di kawasan istana.
“Kenapa ada dua ruang bawah tanah disini.” Ucap Qia Qia berbicara sendiri yang kini mengetahui jika ada dua ruang bawah yang berada di bawah kawasan istana itu yang berada di kedalaman seratus meter dan juga dua ratus meter di bawah tanah dengan luas melebihi kawasan istana ini sendiri.
“Sebaiknya aku melihat ruang bawah yang pertama terlebih dulu.” Ucap Qia QIa kembali berbicara sendiri sambil kemudian berteleportasi ke ruang bawah yang pertama.
__ADS_1
Qia Qia muncul di sebuah ruangan yang ternyata ruangan itu adalah ruang harta yang tertata rapi namun Qia Qia tidak langsung mengambilnya melainkan memeriksa seluruh area dan juga memeriksa barang barang yang ada di ruang bawah tanah itu.
Ruangan itu juga cukup terang karena banyak kristal cahaya yang tergeletak di lantai dan juga yang tertanam di langit langit ruang menerangi seluruh area ruang bawah tanah itu.
“Ada dua lorong ke bawah dan ke atas, baiklah aku periksa dulu yang ke atas.” Ucap Qia Qia berbicara sendiri dan mulai menaiki anak tangga yang menuju ke atas.
Lorong itu cukup besar karena memiliki lebar dan tinggi sampai lima meter dan anak tangganya juga cukup landai sehingga tidak menyusahkan Qia Qia untuk menuju ke atas dan karena adanya kristal kristal cahaya yang membuat lorong itu menjadi terang.
Sudah hampir lima puluh meter Qia Qia berjalan namun perjalanannya terhenti karena lorong itu ternyata tertutup tanah dan setelah Qia Qia periksa dengan kesadaran jiwanya ternyata tidak ada lagi tembusan lorong itu.
“Jadi lorong ini sengaja di putus dan di tutup tanah agar tidak ada yang memasukinya dan di lihat dari kondisi ini maka ini sudah sangat lama terjadinya, bisa jadi jika ini sudah lebih dari lima ratus juta tahun.” Ucap Qia Qia kembali berbicara sendiri sambil kemudian melangkah turun kembali menuju ruang harta.
“Dunia kecil ini ternyata menyimpan banyak misteri.” Ucap Qia Qia sambil menyadari jika gambar gambar di kiri dan kanan lorong itu merupakan cerita perjalanan Dunia Yun itu.
Satu persatu harta itu dimasukkan ke dalam dunia kecilnya dan untuk koin koin emas di masukan oleh Qia Qia ke dalam beberapa cincin dimensi.
Tiga jam berlalu dan kini ruang bawah tanah itu sudah kosong dan Qia QIa pun .sudah kembali berteleportasi ke ruang bawah tanah kedua dan langsung melakukan hal yang sama sampai semuanya bersih dan tidak tersisa satu harta pun disana.
“Akhirnya bersih juga sekarang waktunya aku keluar dan memberikan modal untuk Jia Yun Ma untuk membangun ulang dunianya agar lebih megah dan tidak tertinggal dengan dunia ku yang lainnya.” Ucap Qia Qia yang kembali berteleportasi ke dalam kamarnya.
Qia Qia kemudian memilih untuk membersihkan badannya dan berganti pakaian kemudian melangkah keluar dari dalam kamarnya itu lalu duduk di teras paviliun yang ditempatinya.
“Jia Yun Ma, jika senggang datanglah kesini.” Ucap Qia Qia melalui telepati.
__ADS_1
“Baik Dewi, saya sedang di aula utama menyusun perencanaan untuk pembersihan dunia Yun ini, sebentar saya ke tempat Dewi.” Jawab Raja Jia Yun Ma Melalui telepati.
“Apa Ding Zi juga ada di sana.” Ucap Qia Qia melalui telepati.
“Benar Dewi, mohon maaf apakah perlu saya ajak ke tempat Dewi.” Ucap Raja Jia Yun Ma Melalui telepati.
“Iya nanti kalian berdua kesini saja.” Ucap Qia Qia kembali melalui telepati.
“Baik Dewi.” Ucap Raja Jia Yun Ma Melalui telepati.
Qia qia kemudian mengeluarkan dua buah apel emasnya dan menikmatinya dengan santai sambil menikmati suasana sore.
Setengah jam berlalu dan terlihat jika Jia Yun Ma dan Ding Zi sudah berjalan menuju arah Qia Qia yang baru selesai menghabiskan kedua apel emasnya.
“Hormat kepada Dewi Mawar.” Ucap Raja Jia Yun Ma dan Ding Zi dengan sangat hormat sambil berdiri di depan Qia Qia.
“Kalian duduklah dulu.” Ucap Qia Qia
“Terima kasih Dewi.” Ucap Keduanya kembali kompak dan kemudian duduk di depan Qia Qia.
“Jadi apa hasil pertemuan kalian tadi apakah ada yang berhasil kalian hasilkan.” Ucap Qia Qia.
“Dewi, kami membagi tugas untuk pembersihan di dunia Yun ini menjadi empat kelompok dan akan bergerak ke empat arah bersamaan dan kelompok Ding Zi akan terbagi empat juga untuk membantu kami dari atas.” Ucap Raja Jia Yun Ma.
__ADS_1
“Jia Yun Ma apakah kau memiliki modal yang cukup untuk menggerakkan pasukan jumlah besar ini, setidaknya kau memberikan mereka semua pegangan untuk perjalanan mereka.” Ucap Qia Qia.