
"Dewi, Kita sudah sampai di kediaman saya, mari kita masuk" ucap prajurit wanita yang menjadi kusir kereta kuda mereka.
"Ayo kita temui orang tua mu" ucap Qia Qia dengan ramah sambil turun dari kereta kudanya.
Mereka bertiga di sambut oleh semua penduduk desa, ada satu orang pria sepuh dan wanita sepuh yang mendatangi mereka bertiga.
"Dewi ini ayah dan ibuku, ayah Ibu ini Dewi Mawar Pemimpin ku" ucap prajurit wanita itu dengan sangat hormat dan sangat berbahagia bisa mengenalkan Qia Qia ke orang tuanya.
"Dewi Mawar selamat datang di desa kami mari kita masuk, hari sudah cukup siang dan kami sudah menyiapkan makanan untuk anda dan yang lainnya" ucap pria sepuh itu dengan sangat hormat.
Mereka semuanya kemudian memasuki kediaman itu termasuk dengan para prajurit yang semuanya sudah melakukan kontrak jiwa dengan Qia Qia, karena prajurit wanita yang di bawa dalam rombongan itu adalah prajurit wanita buatan Wi Ni yang diambil dari penduduk kota mawar sedangkan para penduduk desa langsung membubarkan diri dan melanjutkan pekerjaan mereka semua.
Semuanya menikmati hidangan yang disiapkan dengan tenang dan tidak ada seorang pun yang berbicara karena memang Qia Qia tidak suka jika ada yang berbicara sambil makan.
Mereka kemudian berkumpul di taman belakang kediaman itu dan duduk satu meja yang sama namun para prajurit memilih untuk berjalan jalan di desa sehingga hanya Qia Qia dan Wi Ni saja yang ada disana bersama dengan kepala desa dan istrinya.
"Dewi terima kasih atas kehadiran anda dan kebaikan anda kepada anak saya satu satunya itu, saya sebelumnya sempat sangat khawatir saat anak saya memilih untuk tinggal di kota mawar namun sejak dia ikut anda saya sangat berbahagia karena mendengar dari anak saya tentang kebaikan anda" ucap kepala desa itu dengan sangat hormat.
__ADS_1
"Anda tidak perlu seperti itu kita sudah menjadi keluarga dan maaf aku tidak sempat menyiapkan hadiah untuk kalian berdua namun terima lah ini sebagai gantinya" ucap Qia Qia sambil tersenyum hangat dan memberikan satu cincin dimensi yang berisi satu juta keping koin emas untuk pria sepuh itu dan sebuah cincin dimensi yang berisi seratus perhiasan untuk wanita sepuh itu yang keduanya merupakan ayah dan ibu dari prajuritnya.
"Dewi perhiasan perhiasan ini sangat bagus sekali, terima kasih atas hadiah yang anda berikan ini saya sangat senang menerimanya" ucap wanita sepuh itu dengan sangat berbahagia melihat isi cincin dimensi yang diberikan oleh Qia Qia.
"Dewi ini sangat banyak sekali saya tidak pantas menerima hadiah sebesar ini dari anda, dengan anda sudah menerima anak saya saja sudah menjadi hadiah terbaik untuk saya" ucap pria sepuh yang merupakan kepala desa itu dengan sangat hormat sambil berusaha memberikan kembali cincin dimensi itu.
"Anda bicara apa, sudah terima saja, anda bisa gunakan untuk pembangunan desa anda ini nantinya, anak anda akan aman bersama saya" ucap Qia Qia dengan ramah sambil tersenyum hangat ke mereka semua.
"Dewi jika demikian saya ucapkan terima kasih atas kebaikan anda ini" ucap pria sepuh itu sambil menyimpan cincin dimensi pemberian Qia Qia itu ke dalam cincin dimensinya sendiri.
"Oh Ya, kenapa anda ingin desa ini menjadi bagian dari kota mawar jika saya boleh tahu" ucap Qia Qia dengan ramah sambil melihat ke pria sepuh itu.
"Baiklah nanti Wi Ni akan melebarkan tembok kota dan menutup semua area desa termasuk juga dengan ke lima gunung tambang kalian, lalu apakah ada yang anda butuhkan lagi dari saya" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Dewi saya tidak memiliki keinginan apapun namun para penduduk desa memohon kepada saya untuk meminta satu hal kepada anda" ucap pria sepuh itu dengan sangat hormat dan nampak sedikit ragu untuk berucap.
"Sampaikan saja jangan ragu seperti itu selama aku mampu aku akan mengabulkannya" ucap Qia Qia dengan ramah.
__ADS_1
"Dewi, para penduduk desa berkeinginan agar anak mereka bisa bergabung dengan Sekte mawar yang anda bangun jika di perkenankan" ucap pria sepuh itu dengan sangat hormat.
"Dengan desa ini menjadi bagian kota mawar maka secara tidak langsung semua penduduk desa juga bisa bergabung dengan sekte mawar nantinya apakah ada lagi yang bisa aku bantu untuk kalian" ucap Qia Qia dengan ramah sambil tersenyum hangat ke semuanya.
"Tidak ada dewi, hanya itu saja yang di inginkan oleh para penduduk desa saya ini, mereka hanya ingin anak anak mereka menjadi orang kuat yang bisa menjadi penyelamat desa dan kota mawar nantinya" ucap pria sepuh itu dengan sangat sopan dan juga hormat.
Sementara itu Wi Ni tampak berbincang bincang dengan wanita sepuh itu yang seumuran dengan nya.
"Desa ini selain tambang apa yang dihasilkan" ucap Qia Qia dengan ramah sambil melihat sekelilingnya.
"Dewi, kami hanya menambang saja, tapi penduduk kami juga sangat ahli dalam hal ukiran dari batuan alam seperti kediaman saya ini semua patung dan juga tiang tiangnya di buat oleh para penduduk desa" ucap pria sepuh itu dengan hormat dan Qia Qia memang melihat jika di kediaman itu banyak sekali patung patung yang terbuat dari batu alam.
"Bukankah hal ini bisa dijual dengan mahal, kenapa kalian tidak menjualnya saja" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Dewi hal itu memang benar namun pajak yang harus kami bayar ke kerajaan dan kekaisaran sangat besar belum lagi jika ada pejabat istana yang meminta dibuatkan gratis sehingga bukan keuntungan yang kami dapatkan malah kerugian, jadi kami tidak melakukannya lagi dan fokus dengan hasil tambang saja" ucap pria sepuh itu dengan sangat hormat.
"Nanti kalian setelah berada dalam tembok kota mawar maka kalian tidak perlu lagi memikirkan pajak yang mencekik leher kalian, tapi kalian cukup membayar pajak kota senilai sepuluh persen perbulannya, bukankah itu lebih ringan untuk kalian kedepannya, dan yang membayar pajak juga hanya pelaku usaha seperti tambang kalian ini jika tambang itu kau yang mengelola maka cukup dirimu saja yang membayar pajaknya" ucap Qia Qia menjelaskan dengan ramah dan sabar.
__ADS_1
"Baik Dewi, nanti saya akan sampaikan ke semua penduduk desa agar sebagian menjadi pengrajin batu alam kembali, namun Dewi apakah jika kami membuat toko toko di desa kami tidak masalah untuk Dewi, karena jika membuat toko di kota mawar akan cukup merepotkan para pengrajin yang harus membawa batuan alam kesana, sedangkan jika di sini mereka mudah mendapatkan bahan bakunya" ucap kepala desa itu kembali dengan hormat.