
"Li Jong apa yang kau lakukan?" Tanya Qia Qia.
"Dewi, saya mengenal mereka berempat dengan baik, meskipun mereka Patriark sekte aliran hitam namun mereka masih termasuk Patriark yang bijaksana dan selalu menegakkan keadilan berbeda dengan Patriark yang anda jadikan abu, saya siap menjadi budak anda sebagai jaminan untuk mereka berempat" Ucap Li Jong dengan sangat hormat sambil menundukkan kepalanya.
"Baik dan buruk itu sangat tipis, tergantung dari sudut pandang mana kalian melihatnya, aku ingin masing masing dari kalian menjawab pertanyaan terakhir ku ini, apakah semua ras iblis darah jahat?" Ucap Qia Qia melemparkan pertanyaan jebakan kembali kepada mereka.
"Dewi, dalam pandangan saya baik ras iblis darah maupun ras manusia atau seperti kami ras peri semuanya sama, ada yang jahat dan ada yang baik dan ini jawaban saya" ucap Li Jong dengan sangat hormat dengan tetap menundukkan kepalanya.
"Dewi, berpendapat sama dengan Patriark Li Jong" ucap Patriark ke satu.
"Dewi, saya juga berpikiran sama dengan Patriark Li Jong" ucap Patriark ke dua.
"Dewi, apa yang di sampaikan Patriark Li Jong juga apa yang ingin saya sampaikan" ucap Patriark ke tiga.
"Dewi, saya juga demikian" ucap Patriark ke empat.
Qia Qia hanya tersenyum dan satu hal yang dia ingat selalu adalah ucapan gurunya Hao Fi yaitu bunuhlah yang berhati jahat.
Qia Qia kemudian memberikan kontrak jiwa kepada mereka berlima dengan harapan ke lima orang itu bisa menjadi penyeimbang kebaikan di benua kedua.
Setelah Qia Qia memberikan mereka kontrak jiwa Qia Qia menghilangkan bola cahaya transparan mereka sehingga ke empat Patriark itu terjatuh karena mereka masih satu meter di atas tanah namun mereka langsung kembali berlutut di depan Qia Qia di belakang Li Jong.
"Hormat kepada Dewi Mawar" ucap Kelimanya dengan sangat kompak dan hormat.
__ADS_1
"Aku terima hormat kalian berdirilah dan ambilah kembali cincin dimensi milik kalian ini" ucap Qia Qia sambil mengeluarkan empat cincin dimensi milik mereka sebelumnya lalu melayangkannya di depan mereka berempat.
Kelima orang yang kini menjadi bawahannya itu berdiri kembali dan keempat Patriark itu langsung menggunakan kembali cincin dimensi mereka.
"Li Jong apakah semuanya sudah siap?" Tanya Qia Qia dengan ramah.
"Lapor Dewi, ada satu juta orang yang siap bergabung dengan kita untuk menghancurkan sekte aliran hitam" ucap Li Jong dengan lantang.
Terlihat empat Patriark yang merupakan Patriark dari sekte aliran hitam itu menarik nafas dalam dalam mengetahui banyaknya orang yang ingin mereka tiada.
"Begini saja, kalian berempat kembali ke sekte kalian dan yang menolak mendapatkan kontrak jiwa dari kalian berarti musuh kalian, dan siapa diantara kalian yang mengetahui dan mengenal dengan orang orang sekte yang telah kehilangan Patriark ini" ucap Qia Qia.
"Dewi kami semua saling mengenal satu sama lain, namun untuk sekte itu kami tidak yakin jika mereka mau melakukan kontrak jiwa dengan salah satu dari kami" ucap Patriark ketiga dengan sangat hormat.
"Kita akan berangkat bersama dengan pasukan aliansi, dan Li Jong pasukan aliansi cukup mengepung sekte yang telah kehilangan Patriark itu, kalian berempat silahkan nanti sampai di sana langsung kembali ke sekte kalian lalu kumpulkan semua, habisi nyawa mereka yang menolak kontrak jiwa" ucap Qia Qia sambil berdiri dan melayang ke depan Li Jong.
"Dewi, silahkan kereta kuda sudah siap" ucap Li Jong mempersilahkan Qia Qia untuk mengikutinya.
Qia Qia mengikuti Li Jong dan di ikuti oleh ke empat bawahannya, dan Qia Qia menaiki kereta kuda dan hanya seorang diri sedangkan yang lainnya menaiki kuda serta berjalan kaki.
Rombongan besar itu langsung bergerak dengan cepat meninggalkan area yang sebelumnya menjadi istana kerajaan dan rombongan ini disambut hangat oleh para penduduk ibukota.
Semua penduduk ibukota yang dilintasi oleh kereta kuda Qia Qia meneriakkan yel yel yang mendukung aliansi sekte aliran putih dan juga meneriakkan nama panggilan Qia Qia.
__ADS_1
Rombongan itu berhenti di kaki gunung yang menjadi lokasi sekte aliran hitam dan Qia Qia sudah turun dari dalam kereta kuda yang dinaikinya.
"Dewi Gunung ini adalah Gunung yang menjadi lokasi sekte dari yang Patriarknya Dewi jadikan abu, yang sebelah kiri adalah lokasi sekte saya dan lainnya, kami menempati satu gunung bersama" ucap Patriark ke tiga dengan sangat hormat.
"Kalian kembalilah ke sekte kalian dan ingat perintah ku" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Baik Dewi" ucap mereka berempat dengan sangat hormat sambil membungkukkan badannya untuk menghormati Qia Qia lalu membalikkan badannya dan terbang melesat ke arah gunung mereka.
"Li Jong kepung gunung ini dan lumpuhkan mereka namun jika mereka menyerang maka jangan sungkan" ucap Qia Qia dengan ramah sambil tersenyum hangat ke seluruh pasukan aliansi sekte aliran putih itu.
"Baik Dewi" ucap Li Jong dengan sangat hormat dan kemudian menemui beberapa Patriark sekte aliran putih untuk membagi tugas.
Qia Qia sengaja meminta mereka untuk membersihkan masalah ini sendiri karena dia sudah mengecek jika tidak ada tingkat pencipta semesta ke atas di dua gunung itu.
Qia Qia sangat yakin mereka akan bisa menyelesaikan tugas pembersihan ini.
Pasukan aliansi langsung bergerak dan terbagi menjadi lima kelompok yang masing masing dua ribu orang, mereka langsung membentuk pagar betis mengelilingi gunung itu lalu bergerak memasuki bagian dalam gunung itu.
Qia Qia kemudian terbang melayang ke atas gunung dan mengawasi semua yang ada dibawahnya dengan teliti, karena dia tidak ingin jika pihak aliansi itu mendapatkan korban jiwa.
"Dengan sistem penyerangan seperti ini seharusnya kalian menang jika melawan satu sekte ini saja" ucap Qia Qia berbicara sendiri sambil melihat jika orang orang sekte aliran hitam itu tampak membuat posisi bertahan karena mereka sudah terkepung dan juga dalam segi jumlah dan tingkat kultivasi mereka kalah jauh.
"Li Jong tawarkan kontrak jiwa kepada mereka, sejahat jahatnya mereka jika sudah melakukan kontrak jiwa dengan mu maka mereka akan tunduk kepada mu, namun jika menolak habisi semuanya jangan berikan kesempatan kedua" ucap Qia Qia melalui telepati sambil melihat jika kini pihak aliansi sudah sepenuhnya mengepung orang orang sekte aliran hitam itu di sebuah lapangan besar yang ada di dalam sekte.
__ADS_1
"Baik Dewi" ucap Li Jong melalui telepati dan terdengar sangat sopan.
Qia Qia terus mengawasi mereka dengan sangat teliti dan dia benar benar takjub dengan kekompakan pasukan aliansi sekte aliran putih itu karena mau bertindak dalam arahan Li Jong yang berbeda sekte dengan mereka.