
"Jadi ruangan ini yang menjadi tujuan klan bangsawan Woong itu, coba kita lihat apa yang sebenarnya ada di sini" ucap Qia Qia sambil terus melangkah mengikuti anak tangga itu.
Hampir lima ratus meter Qia Qia berjalan dan ini berarti dia sudah sampai di bawah bukit namun lorong itu belum menunjukkan ujungnya.
Satu jam Berlalu dan Qia Qia menemukan sebuah ruangan besar yang besarnya hampir seluas bukit kediamannya namun ruangan itu kosong dan ada sebuah lorong lagi dengan anak tangga yang menuju ke atas tepat di ujung lorong tempat dia sampai ke sana.
Qia Qia tidak membuang waktu karena dia harus ke dunia kecil jadi dia tidak lagi berjalan melainkan melayang dan melesat ke atas untuk menemukan ujung lorong itu dan tidak memerlukan waktu lama dia menemukan kembali sebuah ruangan besar dengan satu lorong lagi yang menuju ke atas namun di ruangan itu penuh dengan harta baik koin emas, tael emas dan juga perhiasan perhiasan.
"Ruangan pertama kosong dan ruangan kedua ini ada banyak harta dan apa yang ada di ruangan ketiga" ucap Qia Qia sambil mengirim semua harta itu ke dunia mawar untuk dia bereskan lain waktu.
Tidak memerlukan waktu lama untuk Qia Qia mengirim semua harta itu ke dalam dunia mawar dan dia langsung melesat menuju ke ruangan ke tiga untuk melihat apa yang ada disana.
Qia Qia menemukan sebuah ruangan besar sebesar ruangan ke satu dan kedua namun sebuah segel perlindungan nampak menahan langkah kakinya untuk memasuki ruangan ke tiga itu.
Qia Qia kemudian berteleportasi memasuki ruangan itu dan aura kematian yang sangat kuat sedikit dia rasakan meskipun tidak menekannya sedikit pun.
"Makam kuno ini sangat kuat dan di lihat dari besarnya aura kematian ini bisa di pastikan jika semasa hidupnya dia telah membunuh jutaan orang" ucap Qia Qia dalam hatinya sambil melihat sekelilingnya dan sejauh yang dia temukan hanyalah sebuah makam kuno saja.
Qia Qia memeriksa makam kuno itu dan dia melihat jika segel kuno yang melindungi makam itu sudah sangat lemah sehingga menyebabkan aura kematian yang sangat kuat itu merembes sampai memenuhi ruangan itu.
"Aku tidak tahu sejarah masa lalu dunia peri ini namun siapapun sosok yang di makamkan disini pastinya dulu sangat kuat setidaknya dia di tingkat pencipta ilahi tahap akhir" ucap Qia Qia dalam hatinya sambil menggerakkan tangannya untuk membuat segel perlindungan untuk kembali menyegel makam kuno itu.
__ADS_1
"Sebaiknya kau tidak melakukan itu" ucap suara yang terdengar sangat mendominasi keluar dari makam kuno itu.
Qia Qia menghentikan gerakan tangannya dan mencoba berkomunikasi dengan sosok yang ada di dalam makam kuno itu.
"Siapa kau sebenarnya" ucap Qia Qia dengan sangat tegas.
"Aku sama seperti mu, kita sama sama ras iblis darah, berikan sedikit kekuatan mu maka aku bisa kembali menyatu dengan tubuhku" ucap suara dari dalam makam kuno.
"Oh hanya seorang raja iblis darah saja ternyata" ucap Qia Qia dengan sangat santai sambil menggerakkan tangannya dan langsung menunjuk ke makam kuno itu dan cahaya putih pekat langsung melesat keluar dari jari telunjuknya dan menyebar ke seluruh bagian makam kuno menyegelnya dengan lebih kuat dan aura kematian yang menyebar di ruangan itu kini menghilang sepenuhnya.
"Kita sama sama ras iblis darah seharusnya kau menolongku bukan menyegel ku" ucap suara dari dalam makam kuno itu.
Cahaya putih pekat kembali keluar dari jari telunjuknya dan kembali menyebar ke seluruh bagian makam kuno itu memperkuat segel perlindungan yang sebelumnya dia buat.
"Aku adalah raja iblis bertanduk empat dan aku sangat kecewa dengan mu ratu iblis" ucap suara dari dalam makam yang terdengar sangat marah.
"Lalu kau mau apa? Kemarilah jika bisa" ucap Qia Qia sambil tertawa terbahak bahak dan langsung menunjuk ke makam kuno itu.
Dari jari telunjuknya keluar api yang sangat panas dan api itu langsung melesat menuju makam kuno menembus dua segel perlindungan yang sebelumnya dia buat.
Api yang sangat panas itu membakar makam kuno itu dan jerit kesakitan terdengar sangat menyayat hati namun tidak di hiraukan oleh Qia Qia karena dia sendiri memiliki dendam yang sangat besar kepada kaum raja iblis darah.
__ADS_1
"Terbakarlah dan musnahlah, api ku itu akan membakar roh mu dan juga tubuh fisikmu perlahan sehingga kau akan merasakan bagaimana penderitaan orang orang yang kau bunuh semasa hidupmu" ucap Qia Qia sambil tersenyum melihat api yang membakar makam kuno itu.
"Sudah tidak ada yang harus aku lakukan disini, sebaiknya aku kembali ke kediaman ku saja" ucap Qia Qia sambil membuat sebuah segel perlindungan untuk memperkuat segel perlindungan ruangan itu lalu berteleportasi kembali ke ruang kerja tempat dia menemukan lorong menuju ke ruang bawah tanah itu.
Qia Qia kemudian memutar kembali kepala patung dan lantai ruangan itu kembali bergetar dan bergerak menutup lorong anak tangga yang menuju ke bawah itu.
"Raja iblis darah itu sungguh percaya diri sampai sampai berani memerintah ku, ini menambah rasa benci ku kepada kalian semua, lihat saja akan aku bersihkan nanti galaksi terkutuk dari kalian semua" ucap Qia Qia berbicara sendiri sambil menyegel patung itu agar tidak ada seorang pun yang bisa memutar kepalanya lalu menyegel ruangan itu agar hanya dia saja yang bisa memasukinya.
Qia Qia melangkah keluar dari ruang kerjanya dan menuju ke taman belakang kembali untuk melihat apakah semua bawahannya dan Kun Yi sudah kembali dari berbelanja atau belum.
Qia Qia duduk kembali di kursi taman belakang itu dan dia belum melihat seorang pun ada di sana.
Ada setengah jam dia duduk di kursi taman itu dan kini dia melihat semua bawahannya sudah berjalan ke arahnya bersama dengan Kun Yi dan melihat jika semuanya tampak berbahagia.
"Kalian semua sepertinya sangat berbahagia sekali" ucap Qia Qia dengan ramah saat mereka semua tiba di depannya.
"Dewi maaf kami lama" ucap Kun Yi dengan sangat hormat sambil kemudian duduk di depan Qia Qia.
"Dewi kami akan memasak makanan dulu untuk anda, jadi kami permisi dulu" ucap Jia Ni dengan sangat hormat.
"Jia Ni masak untuk kalian saja, saya dan Kun Yi akan pergi dulu, selama aku pergi hindari membuat masalah di kota sebisa mungkin namun jika memang kalian harus membunuh maka selesaikan serapi mungkin" ucap Qia Qia dengan ramah sambil melihat jika ada sobekan ruang di langit kota kayu.
__ADS_1