Dewi Mawar Penakluk Surgawi

Dewi Mawar Penakluk Surgawi
Kembali ke Bukit Mawar


__ADS_3

Tiga jam berlalu dengan cepat dan kini semuanya sudah selesai, orang orang sekte aliran hitam sudah membakar bangunan mereka sendiri dan kini semuanya sudah mendapatkan kontrak jiwa dari kelima orang bawahan Qia Qia itu.


Qia Qia juga sudah kembali ke lokasi kereta kudanya dan menunggu kedatangan mereka semua.


Satu per satu terlihat mulai kembali ke lokasi itu dan mereka semuanya mengucapkan salam kepada Qia Qia dengan hormat saat mereka melewati Qia Qia bahkan banyak juga yang sengaja mendekati Qia Qia hanya untuk menyapanya saja.


"Kalian semua dengarkan baik baik, aku minta tidak ada lagi sekte aliran hitam di benua ini, dan aku minta kalian semua bisa hidup rukun seperti saat ini, kalian semua ingatlah memiliki kultivasi tingkat tinggi berarti harus bisa menolong lebih banyak orang bukan memiliki kultivasi tinggi untuk menekan orang lain apalagi penduduk yang tidak memiliki kultivasi, aku akan kembali ke benua pertama namun aku ingin tahu setelah kalian kehilangan sekte kalian, kalian akan kemana?" Ucap Qia Qia ke kelima bawahannya itu dengan ramah.


"Dewi kami berempat belum ada rencana apapun namun paling kami akan kembali ke desa kami saja dan menetap disana" ucap Patriark ketiga dengan sangat hormat.


"Aku lihat tadi area istana itu sangat luas, bagaimana jika kalian jadikan saya area istana itu sebagai kota pelindung untuk benua ini" ucap Qia Qia memberikan saran untuk mereka berempat.


"Dewi ide anda sangat baik, namun kami tidak memiliki cukup uang untuk melakukan pembangunan" ucap Li Jong dengan sangat hormat.


"Li Jong tanyakan kepada aliansi apakah mereka setuju atau tidak jika setuju maka aku akan meninggalkan modal untuk kalian membangun kota pelindung itu" ucap Qia Qia sambil tersenyum ramah.


"Baik Dewi, saya permisi dulu untuk menanyakan kepada mereka semua" ucap Li Jong dengan sangat hormat sambil melangkah menuju para Patriark Sekte aliran putih.


"Buat kalian berempat ingat aku memberikan kalian semua kesempatan kedua dan tidak ada kesempatan ketiga, jadi berubahlah, jadilah sosok yang dicintai oleh penduduk, kibarkan nama kalian dengan kebaikan dan juga kebijaksanaan, kalian semua harus bisa membuktikan kepada semua orang jika kalian semua sudah berubah" ucap Qia Qia dengan sangat tegas ke keempat anak buahnya itu.


"Siap Dewi" ucap keempat orang itu dengan sangat hormat.

__ADS_1


Lima menit berlalu dan kini Li Jong sudah kembali menemui Qia Qia dengan sangat hormat.


"Dewi, semua Patriark Sekte setuju dengan penggunaan area bekas istana di gunakan sebagai kota pelindung benua kedua ini" ucap Li Jong dengan sangat hormat dan sopan.


"Baguslah jika demikian, berikan apa yang sudah aku janjikan kepada mereka, di dalam cincin dimensi ini ada satu juta pil penyembuh tingkat dewa dan berikan hanya ke anggota aliansi saja, sampaikan juga terima kasih ku kepada mereka" ucap Qia Qia dengan sangat ramah sambil memberikan sebuah cincin dimensi kepada Li Jong.


"Baik Dewi saya akan membagikan pil penyembuh tingkat dewa ini dan menyampaikan ucapan terima kasih Dewi" ucap Li Jong dengan sangat hormat sambil menerima cincin dimensi itu lalu meninggalkan Qia Qia kembali.


"Aku ingin tahu berapa yang kalian butuhkan untuk merubah area bekas istana menjadi kota yang nyaman untuk kalian tempati" ucap Qia Qia dengan sangat ramah.


"Dewi, dalam perhitungan kasar saya dua juta keping koin emas sudah cukup untuk kami membangun rumah untuk kami dan bawahan kami" ucap Patriark kesatu dengan sangat hormat.


"Kami siap Dewi" ucap mereka berempat dengan sangat kompak dan sangat hormat sambil Patriark kesatu menerima cincin dimensi itu dengan wajah yang sangat berbinar.


"Baiklah aku akan pergi, jaga diri kalian baik baik" ucap Qia Qia sambil tersenyum hangat dan kemudian menghilang dari pandangan semua orang.


"Kita sudah mendapatkan kesempatan kedua untuk hidup dan kita harus membuktikan jika kita memang pantas untuk menjadi bawahan Dewi Mawar" ucap Patriark ketiga.


"Kau benar, selama ini kita hanya jadi penindas dan sekarang waktunya kita menjadi penolong" ucap Patriark kesatu.


"Kita juga harus menggunakan kemampuan kita untuk menolong semua penduduk, ilmu racun ku akan aku gunakan untuk menjadi ilmu pengobatan" ucap Patriark kedua.

__ADS_1


"Dan aku akan menggunakan kemampuan penempaan artefak dan senjata ku untuk sumber daya dan sumber penghasilan kita semua agar kita bisa banyak membantu masyarakat yang membutuhkan nantinya" ucap Patriark keempat.


Sementara itu Qia Qia sudah kembali ke bukit mawar dan muncul di taman belakang rumahnya namun di sana sangat sepi dan tidak ada seorang pun anak buahnya.


"Kemana mereka, kenapa tidak ada seorang pun di rumah ini" ucap Qia Qia sambil mengedarkan kesadaran jiwanya memeriksa seluruh area bukit mawar.


"Baiklah jika demikian aku sebaiknya beristirahat saja dulu dan sepertinya berendam adalah yang paling nikmat" ucap Qia Qia sambil melangkah menuju kamarnya lalu mengunci pintunya dan langsung masuk ke kamar mandinya yang ada di dalam kamarnya itu.


Sampai setengah jam Qia Qia berendam dan kini dia sudah tertidur pulas di atas kasurnya yang sangat empuk dan nyaman.


Sementara itu Kun Yi dengan semua bawahan Qia Qia sedang berada di istana Dewi Li Mei untuk membereskan istana itu dan menyiapkan penyambutan kedatangan Dewi Li Mei sekaligus untuk Penobatan kembali Dewi Li Mei sebagai pemimpin satu satunya di dunia Peri.


Hal ini sesuai dengan inisiatif dari Li Yanji dan juga Li Wanyi, mereka bahkan meminta bantuan kepada penduduk dunia kecil Kun Ma untuk membersihkan jalanan Gunung itu serta menghiasnya agar gunung itu menjadi gunung yang indah.


Malam pun tiba dan semua bawahan Qia Qia sudah kembali ke kediaman Qia Qia di bukit mawar bersamaan dengan Qia Qia yang keluar dari dalam kamarnya.


"Kalian semua dari mana sampai membiarkan kediamanku kosong" ucap Qia Qia dengan ramah sambil melangkah menuju ruang makan.


"Dewi maaf kami dari istana Dewi Li Mei, membantu pembersihan istana dan menghiasnya agar istana Dewi Li Mei menjadi lebih indah, kami juga sudah menyiapkan untuk acara penobatan Dewi Li Mei" ucap Jia Ni dengan sangat hormat sambil berjalan di belakang Qia Qia.


"Ya sudah, aku sangat lapar apakah kalian sudah masak" ucap Qia Qia sambil terus berjalan menuju ruang makan.

__ADS_1


__ADS_2