
Artefak kuil kuno itu hancur berkeping keping dan cahaya putih pekat yang masih terhubung dengan telapak tangan kanannya Qia Qia itu mengunci pusat dunia pedang kuno.
Qia Qia kemudian mengarahkan tangannya ke arah atas kepalanya dan cahaya putih pekat itu langsung mengikuti gerakan tangannya laku membawa pusat dunia itu.
Cahaya putih pekat itu melesat ke atas kepala Qia Qia dan terus menjauh sambil terus membesar secara perlahan sampai kemudian menjadi besar layaknya dunia pada umumnya dan cahaya putih pekat yang terhubung dengan telapak tangan Qia Qia kini terlihat menghilang.
Qia Qia kemudian berteleportasi kembali ke istana puncak gunung dunia pedang kuno dan dia muncul persis di depan aula utama di depan Ran Mo yang sedang melangkah selesai menghancurkan altar kuno.
"Ran Mo saat ini dunia pedang kuno sudah berada di galaksi surgawi dan aku harap kalian bisa memakmurkan dunia ini" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Dewi Terimakasih saya akan memastikan jika dunia pedang kuno bisa menjadi dunia yang makmur kedepannya" Jawab Ran Mo dengan sangat hormat.
"Baiklah aku akan menyegel dunia ini terlebih dulu dan akan membuka segel ini jika kau sudah menjadikan dunia ini menjadi dunia yang makmur" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Baik Dewi" ucap Ran Mo dengan sangat hormat.
"Sebelumnya aku ingin tahu keuangan kalian bagimana apakah kalian memiliki cukup uang untuk hidup di dunia ini" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Dewi jangan khawatir karena kami masih mampu untuk membangun ulang dunia ini peninggalan para leluhur untuk kami masih sangat banyak demikian juga harta anda yang ada di ruang bawah tanah istana anda ini" ucap Ran Mo dengan sangat hormat.
"Ran Mo jika kurang maka kau ambil saja ya dari harta bagianku itu" ucap Qia Qia dengan ramah.
__ADS_1
"Baik Dewi saya tidak akan sungkan jika demikian" ucap Ran Mo dengan sangat hormat sambil melihat Qia Qia menghilang dari pandangannya.
Qia Qia yang berteleportasi kembali kini melayang di atas dunia pedang kuno dan dari telapak tangannya terlihat keluar cahaya putih transparan yang keluar lalu menyebar dan menutup seluruh angkasa dunia pedang kuno sehingga tidak akan ada yang bisa memasukinya meskipun berteleportasi kecuali dia dan para bawahannya.
"Sekarang sudah aman dan aku belum bisa membuka dunia ini karena aku belum mengetahui bagaimana sifat orang orang di galaksi surgawi ini semuanya karena dunia pedang kuno ini harus bisa berkembang dulu dan membuat pertahanan yang kuat dari serangan dunia luar tentunya" ucap Qia Qia berbicara sendiri sambil berteleportasi kembali ke taman belakang kediamannya di puncak bukit kota kayu dunia peri.
Qia Qia disambut oleh semua bawahannya yang sedang berada di taman belakang itu demikian juga dengan Kun Yi yang ada di sana.
Qia Qia kemudian duduk di kursi yang ada di sana demikian juga dengan Kun Yi sedangkan Jia Ni dan yang lainnya langsung pamit masuk kedalam rumah untuk memasak makanan untuk Qia Qia.
"Kun Yi nanti setelah kita makan kau pulanglah dulu ke rumahmu temui orang tua mu agar mereka tidak khawatir dengan mu, dan kembalilah kesini jika sudah senggang" ucap Qia Qia dengan ramah sambil tersenyum hangat ke Kun Yi.
"Besok pagi aku minta temani aku ke istana Dewi Li Mei, aku ingin melihat apakah benar mereka pengikut Dewi Li Mei temanku atau bukan" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Dewi, apakah Dewi Li Mei masih hidup" ucap Kun Yi spontan dan terlihat wajahnya yang sangat penasaran.
"Benar dan dia sangat sehat tentunya, kan kedatangan ku kesini untuk memberikan dunia ini untuknya, dan kau akan menjadi wakilku di dunia peri ini nantinya karena aku tidak akan menetap disini" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Dewi apakah saya tidak bisa mendampingi Dewi saja kedepannya" ucap Kun Yi sambil tersenyum lebar memperlihatkan deretan giginya.
"Kun Yi jika kau ikut maka siapa yang menjadi penjaga dunia ini, aku tidak ingin ada peperangan lagi di dunia peri ini ataupun perpecahan seperti saat ini jadi aku harus memiliki seseorang yang bisa menjaga dunia ini untukku apakah kau mengerti maksud dan tujuan ku" ucap Qia Qia dengan ramah.
__ADS_1
"Dewi saya paham dan saya akan pastikan dunia peri ini sesuai harapan anda, dan untuk istana Dewi Li Mei sepertinya mereka benar benar setia kepada Dewi Li Mei tapi aku tidak tahu juga isi hati mereka" ucap Kun Yi dengan sangat hormat.
"Makanya besok kita ke sana, dan kita lihat mereka sebenarnya seperti apa, setelah itu aku akan menemui raja benua ini dan benua satu lagi meminta mereka menghentikan perang yang sangat mengganggu kenyamanan para penduduk dunia peri ini." Ucap Qia Qia lagi.
"Dewi apakah tidak sebaiknya anda mengumpulkan dulu para pemimpin kota dan desa dan menjadikan mereka bawahan Dewi terlebih dulu sebelum kita ke istana" ucap Kun Yi dengan sangat bersemangat.
"Kun Yi seiring waktu saja jadi kita tidak perlu terburu buru untuk itu, karena semua yang terburu buru tidak pernah berakhir baik bukan" ucap Qia Qia sambil tersenyum hangat ke Kun Yi.
"Dewi maaf jika saya lancang namun bisakah Dewi memberikan kontrak jiwa juga kepada ayah dan Paman saya, karena dengan demikian Klan Kun secara keseluruhan akan menjadi bawahan anda dan bersama sama menjadi penjaga perdamaian di dunia peri ini" ucap Kun Yi dengan sangat hormat.
"Kun Yi, aku hanya memberikan kontrak jiwa kepada mereka semua yang ikhlas dari hati bukan dengan paksaan atau dengan maksud terselubung jadi seiring waktu saja ya" Jawab Qia Qia dengan ramah dan tersenyum hangat ke Kun Yi.
"Ada berapa banyak Klan Kun di dunia ini memangnya Kun Yi" ucap Qia Qia kembali dengan ramah sebelum Kun Yi sempat berbicara.
"Dewi jika tidak salah semuanya ada lima juta orang yang mendapatkan kontrak jiwa dari ayahanda dan paman" ucap Kun Yi dengan hormat.
"Apakah kau tahu dimana klan Li berada" ucap Qia Qia kembali.
"Dewi selain di istana Dewi Li Mei saya tidak mengetahui dimana lagi klan Li berada tapi saya bisa mencari tahu hal itu dari ayahanda nanti saat pulang" jawab Kun Yi sambil tersenyum hangat.
"Iya cari tahu dimana mereka dan bagaimana mereka saat ini, dapatkan informasi yang lengkap tentang mereka juga ya" ucap Qia Qia dengan ramah.
__ADS_1