Dewi Mawar Penakluk Surgawi

Dewi Mawar Penakluk Surgawi
Berpetualang 24


__ADS_3

Qia Qia kemudian melangkah dan memeriksa semua bagian dari menara itu karena dia saat ini masih berada di lantai satu dan jika dilihat dari luar menara itu memiliki sepuluh lantai namun ini bisa berbeda di bagian dalamnya yang mungkin lebih dari sepuluh lantai.


“Jia Yun Ma, sambil membersihkan kalian juga harus melaporkan kepada ku jika ada tempat tempat yang tersegel.” Ucap Qia Qia melalui telepati.


“Siap Dewi, saya akan melaporkannya kepada anda jika seandainya nanti kami menemukan tempat yang tersegel.” Jawab Raja Jia Yun Ma melalui telepati juga.


“Jia Yun Ma jangan lupa ambil semua harta mereka, karena ini akan kau butuhkan untuk membangun dunia Yun ini, ingat aku tidak mau dunia ini menjadi dunia terkumuh dan terjelek lagi kedepannya.” Ucap Qia Qia.


“Siap Dewi, saya pastikan semuanya akan kami amankan dan akan kami sita juga semua aset mereka.” Ucap Raja Jia Yun Ma.


“Bagus, nantinya dua puluh lima persen harus kau berikan secara merata untuk mereka yang ikut dalam pembersihan ini ya.


“Siap Dewi, tadinya saya berencana memberikan lima puluh persen untuk mereka semua, agar mereka senang.” Ucap Raja Jia Yun Ma.


“Jia yun Ma, Tidak boleh seperti itu tapi dahulukan membangun ulang dunia ini, jika dunia mu ini sudah sangat maju maka kehidupan mereka akan perlahan membaik.” Ucap Qia Qia.


“Baik Dewi.” Ucap Raja Jia Yun Ma yang masih berbicara melalui telepati ke Qia Qia.

__ADS_1


Qia Qia melihat jika di lantai satu menara itu kosong dan tidak ada apapun juga di sana sehingga dia memilih untuk melanjutkan perjalanan ke lantai dua dengan menaiki anak tangga melingkar yang ada di pojok lantai satu itu.


“Jadi ini adalah perpustakaan kalian, dan kalian sangat ceroboh membiarkan semua kitab dan gulungan kalian masih ada di sini.” Ucap Qia Qia yang sudah sampai di lantai satu dan melihat jika ruangan itu penuh dengan aneka kitab dan gulungan kuno yang tersusun sangat rapi.


Qia Qia tidak membuang peluang ini dan dia pun langsung memasukan semua yang ada di lantai dua ke dalam dunia kecilnya berikut dengan rak rak nya juga hingga kini lantai kedua itu pun menjadi ruangan kosong seperti lantai pertama.


Qia Qia pun melanjutkan ke lantai tiga dan ternyata sampai lantai ke lima semuanya adalah perpustakaan sehingga Qia Qia merasa sangat beruntung dengan penemuannya ini.


Qia Qia melanjutkan ke lantai ke enam dan melihat jika lantai ke enam ini sedikit berbeda dengan lima lantai di bawahnya karena lantai ke enam ini di pasang segel, dan ini adalah segel yang sama dengan segel yang di gunakan oleh menara ini.


Semua senjata itu pun di masukkan oleh Qia Qia kedalam satu cincin dimensi yang kosong termasuk juga dengan rak rak nya karena dia berencana memberikan ini untuk kebutuhan pelatihan anak buah di masa yang akan datang.


“Baiklah kita lihat ruangan ke tujuh.” Ucap Qia Qia setelah selesai mengosongkan ruangan ke enam dan langsung menaiki anak tangga yang menuju lantai ketujuh dan ternyata tidak lagi tersegel seperti sebelumnya.


Di lantai ketujuh dan kedelapan ternyata merupakan ruang penyimpan senjata juga dan semakin tinggi yaitu di lantai ke delapan Qia Qia menemukan berbagai senjata pusaka yang langsung dia simpan di cincin cincin dimensi yang kosong.


“Kita lihat ada apa dengan ruangan ke sembilan.” Ucap Qia  Qia berbicara sendiri dan kembali menaiki anak tangga dan sesampainya di lantai ke sembilan dia melihat jika ada banyak sekali artefak menara menara iblis yang tersusun dengan rapi di rak rak dan jumlahnya ada ribuan yang berarti ada ribuan juga dunia kecil di dalamnya.

__ADS_1


“Jadi dunia ini adalah pusat dari perjalanan pasukan kekaisaran iblis darah, sepertinya mereka akan sangat murka sekarang karena aku akan menyimpan semuanya untukku.” Ucap Qia Qia sambil mengeluarkan kesadaran jiwanya untuk memeriksa ribuan artefak menara iblis itu.


Tidak ada satu pun dunia kecil di dalam artefak menara iblis itu yang berisi ras iblis bahkan binatang pun tidak ada, hanya dunia kosong dengan pepohonan saja sehingga Qia Qia memilih untuk menyimpan semua artefak menara iblis itu ke dalam dunia kecilnya karena ini lebih berharga dan bisa di salah gunakan oleh mereka yang berniat jahat.


Kini ruangan ke sembilan itu pun sudah kosong kembali dan tidak ada satu pun yang tersisa disana selain debu sehingga Qia Qia memilih untuk menaiki anak tangga kembali untuk sampai di lantai sepuluh yang seharusnya menjadi lantai terakhir.


Qia Qia berjalan dengan hati gembira karena meskipun belum menemukan koin emas atau pun perhiasan namun dia sudah menemukan barang barang yang lebih berharga di menara itu, dia pun kini sampai di lantai ke sepuluh itu dan ternyata pintu lantai ke sepuluh itu juga di segel bahkan segelnya lebih kuat dari segel menara itu sendiri.


Tidak mau membuang waktu Qia Qia pun memilih untuk kembali berteleportasi dan kini dia sudah sampai di lantai ke sepuluh itu dan ternyata di lantai kesepuluh itu semua memiliki segel di semua dindingnya.


“Benar benar pengamanan yang ketat untuk lantai ke sepuluh ini dan hanya menjaga satu pintu gerbang dimensi saja ternyata, sebaiknya aku melihat gerbang dimensi ini menuju kemana.” Ucap Qia Qia sambil kembali mengeluarkan cara transparan yang langsung menutup tubuhnya dan membuatnya menjadi tidak terlihat oleh siapapun.


Qia Qia langsung memasuki gerbang dimensi tersebut dan ternyata dia muncul di ruangan yang mirip dengan lantai kesepuluh tersebut namun ada dua orang manusia yang berjaga di sana.


“Benar benar keberuntungan ku ternyata, jadi ini adalah dunia para pemakan manusia, sungguh kejam kau kaisar iblis, kau sudah bekerja sama dengan manusia pemakan manusia ini, aku pastikan kau akan membayarnya nanti.” ucap Qia Qia dalam hatinya sambil melihat dua manusia yang sedang duduk di depan pintu dimensi tersebut dan dia melihat jika keduanya memiliki kultivasi tingkat pencipta galaksi tahap akhir.


“Lumayan juga tingkat kultivasi kalian, baiklah aku akan membuat kalian mati dengan cepat, aku sungguh membenci kalian namun aku belum dapat menyiksa kalian.” Ucap Qia Qia kembali dalam hatinya sambil tangan kanannya terangkat dan dari dalam telapak tangan kanannya itu kini terlihat sebuah lubang berwarna merah.

__ADS_1


__ADS_2