
"Qia jika kau membutuhkan bantuan ku maka jangan sungkan untuk menyampaikan nya kepadaku" ucap Long Tian dengan sangat ramah.
"Baik Penguasa, dan saya harus segera kembali ke dunia bulan agar tidak ada seorangpun yang curiga dengan kepergian saya kesini, jadi penguasa dan permaisuri saya permisi dulu" ucap Qia Qia sambil berdiri dan tersenyum hangat ke Long Tian dan juga Hao Ling.
"Pergilah dan selalu berhati hati, ingat kami disini selalu ada untukmu" ucap Long Tian dengan ramah sambil berdiri demikian juga Hao Ling.
"Baik Penguasa" ucap Qia Qia sambil kemudian berteleportasi kembali ke dalam kamarnya di kota mawar dunia bulan.
"Ling-er ayo kita ke istana merah dan mengajak Long Chen untuk menemui neneknya, bukankah tadi ibu ingin bertemu dengan Long chen, nanti gege lihat dulu apakah bisa gege mu ini membuat ibu kembali hidup atau tidak, semoga saja tubuh ibu masih utuh dan gege bisa menyatukan kembali tubuh ibu dengan roh nya" ucap Long Tian sambil tersenyum hangat ke Hao Ling.
….
Qia Qia muncul kembali di dalam kamarnya dan dia memilih untuk tidur terlebih dahulu karena dari kemarin dia belum beristirahat sama sekali.
Waktu berlalu dan sudah dua jam Qia Qia di dalam kamarnya, kini Qia Qia sudah keluar dari dalam kamarnya dan langsung menuju teras karena saat ini Wi Yu dan Wi Ni sudah menunggu kedatangannya di teras kediaman Qia Qia tersebut.
"Hormat kepada Dewi Qia" ucap keduanya dengan kompak saat melihat Qia Qia datang dan duduk di depan mereka berdua.
__ADS_1
"Wi Yu bicaralah ada apa" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Dewi Qia semua penduduk kota sudah dalam perjalanan ke alun alun kota seharusnya dalam waktu tiga puluh menit lagi semuanya sudah sampai disana" ucap Wi Yu dengan hormat.
"Ya baiklah sebentar lagi kita akan terbang bersama sama kesana" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Penguasa ini perincian yang anda minta" ucap Wi Ni sambil memberikan sebuah buku yang berisi catatan pemasukan serta pengeluaran kota termasuk biaya yang di perlukan untuk membangun ulang kota mawar.
"Baik, lalu bagaimana dengan kediaman dan bangunan yang hendak di jual oleh para Penduduk apakah sudah ada datanya" ucap Qia Qia kembali.
"Sudah Dewi semuanya sudah saya tulis juga di buku itu dengan terperinci" jawab Wi Ni dengan sigap.
Lima orang bawahan Qia Qia terlihat keluar dari dalam kediaman dan langsung berdiri di belakang Wi Yu dan juga Wi Ni disana juga terlihat dua orang bawahan Wi Yu berjaga di halaman depan persis di depan teras tempat mereka berada.
"Jadi pembangunan tembok memerlukan waktu sampai satu tahun dengan biaya sampai dua ratus lima puluh juta keping koin emas dan ada lima puluh kediaman besar yang di jual, seratus kediaman kecil dan dua ratus bangunan tempat usaha yang dijual semuanya senilai empat ratus lima puluh juta keping koin emas, sedangkan untuk kebutuhan gaji dan pengeluaran lain setiap bulannya memerlukan seribu dua ratus keping lalu apakah kota kita juga ada kewajiban membayar pajak ke kerajaan dan kekaisaran" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Benar Dewi, setiap kota wajib membayar seratus keping koin emas setiap bulannya ke kerajaan dan dua ratus keping koin emas ke kekaisaran, maaf hamba lupa menuliskannya." Ucap Wi Ni sambil menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"Wi Ni, terima ini untuk membeli semua bangunan itu dan juga untuk kebutuhan pembangunan kota ini, kau urus juga nanti semua pembelian dan pengeluaran lainnya serta pisahkan uang kota dari pemberian ku ini karena setiap bulan kau harus melaporkan pemasukan kota serta pengeluaran nya secara terperinci kepadaku" ucap Qia Qia dengan ramah sambil memberikan sebuah cincin dimensi yang berisi satu miliar keping koin emas ke Wi Ni.
"Baik Dewi hamba akan lebih teliti lagi namun jika boleh bertanya kenapa anda membeli semua kediaman dan bangunan usaha yang di jual oleh penduduk kota kita" ucap Wi Ni dengan sangat hormat sambil menyimpan cincin dimensi yang diberikan oleh Qia Qia setelah melihat isi di dalamnya.
"Aku tidak suka ada penduduk kota yang menjadi pengemis dan juga gelandangan, jadi aku ingin semuanya bekerja di tempat tempat usaha kita nantinya apakah kau mengerti maksud ku" ucap Qia Qia dengan sangat santai.
"Hamba mengerti Dewi, tapi bukankah sebaiknya ini menjadi milik Dewi pribadi karena uang pribadi anda yang anda gunakan, jika boleh saya memberi saran sebaiknya ini tetap menjadi milik pribadi anda saja dan kita akan membangun baru beberapa tempat usaha untuk menjadi milik kota setelah keuangan kota kembali stabil ini untuk menghindari pemikiran jika anda menggunakan keuangan kota yang sebenarnya tidak ada sama sekali yang di tinggalkan oleh tuan kota yang lama" ucap Wi Ni dengan sangat sopan dan penuh pertimbangan dalam ucapannya karena takut menyinggung perasaan Qia Qia.
"Wi Yu bagaimana menurut mu? Ucap Qia Qia dengan ramah.
"Dewi, saya setuju dengan keputusan anda namun saya juga setuju dengan pendapat adik saya, karena jika semua di beli lalu di jadikan milik kota akan menjadikan banyak pertanyaan dari banyak pihak, terlebih lagi bukankah anda ingin menukar kediaman milik kota ini dengan kediaman yang akan anda beli dekat alun alun kota" ucap Wi Yu dengan sangat hormat dan penuh pertimbangan dalam ucapannya itu.
"Baiklah jika demikian, Wi Ni nanti segera urus semuanya dan kita semua sebaiknya segera ke alun alun kota untuk mengabari semua penduduk kota mawar ini, kita terbang bersama sama saja biar cepat" ucap Qia Qia sambil berdiri dan berjalan ke halaman di Ikuti oleh semua bawahannya itu.
Mereka kemudian bersama sama terbang melayang menuju ke alun alun kota mawar dan disana mereka melihat sebuah panggung di salah satu pinggir lapangan besar di alun alun kota, terlihat juga jika lapangan dan jalanan sekitar lapangan alun alun kota mawar itu sudah penuh di isi oleh para penduduk kota mawar.
Qia Qia dan yang lainnya turun di atas panggung dan Qia Qia tidak membuang waktu dia langsung maju dan berdiri di tengah panggung tersebut.
__ADS_1
"Terima kasih untuk semua penduduk kota mawar sudah meluangkan waktunya untuk berkumpul sebentar disini, ada beberapa hal yang ingin aku sampaikan secara langsung kepada kalian semua dan juga setelah ini aku akan membuka sesi untuk kalian menyampaikan keluh kesah kalian kepadaku" ucap Qia Qia dengan sangat ramah namun mendominasi karena menggunakan kekuatan qi mendalamnya sehingga terdengar oleh semua penduduk kota mawar yang ada di sana.