Dewi Mawar Penakluk Surgawi

Dewi Mawar Penakluk Surgawi
Kun Yi


__ADS_3

"Nona eh maaf Dewi Mawar saya datang kesini karena terkait dengan pembelian kediaman dan bukit belakang kota" ucap Kun Lian dengan ramah.


"Nona Kun Lian apakah ada permasalahan dengan kediaman baru saya itu" ucap Qia Qia dengan ramah dan sangat santai.


"Dewi, kediaman itu dijual karena pemilik sebelumnya menjadi korban pembunuhan dan meskipun sudah kami bersihkan namun masih ada aura aura kematian di rumah itu karena anda bukan penduduk kota kayu maka jika anda berniat mengembalikannya kami siap membayar senilai pembelian anda tadi" ucap Kun Lian dengan sangat sopan.


"Nona Kun Lian saya kira kenapa, tidak masalah untuk hal seperti itu buat saya karena saya hanya ingin bukit nya saja bukan kediamannya" ucap Qia Qia dengan ramah sambil tersenyum hangat ke mereka berdua.


"Dewi, jika seperti itu maka tidak ada masalah dan jika anda memerlukan orang untuk menghancurkan kediaman itu dan membangun ulang maka saya bisa membantu anda" ucap Kun Lian lagi dengan ramah.


"Itu tidak perlu juga, namun ada satu hal yang saya inginkan yaitu medali kota ini untuk saya dan bawahan saya nantinya" ucap Qia Qia dengan ramah.


"Dewi, seberapa banyak anda memerlukan medali kota kayu" ucap Kun Lian kembali.


"Nona, seberapa banyak yang anda bisa siapkan untuk saya, dan berapa yang harus saya bayarkan" ucap Qia Qia sambil tersenyum hangat ke mereka berdua.


"Dewi maksimal lima ratus medali saja yang bisa saya siapkan untuk anda, dan permedalinya senilai sepuluh keping koin emas untuk medali klan bangsawan sedangkan untuk medali masyarakat biasa senilai satu keping koin emas jika untuk medali pedagang seperti saya hanya lima keping koin emas namun harus memiliki tempat usaha terlebih dahulu di kota kayu ini, jadi medali yang mana yang Dewi perlukan" ucap Kun Lian dengan ramah menjelaskan tentang medali kota kayu.


"Tentu saja untuk medali klan bangsawan, dan ini untuk biayanya" ucap Qia Qia sambil memberikan lima ribu lima ratus keping koin emas ke Kun Lian.


"Dewi, ini kelebihan lima ratus keping koin emas" ucap Kun Lian sambil berusaha mengembalikan kelebihannya itu.


"Itu untuk anda saja, jadi kapan saya bisa mendapatkan medali kota kayu, karena akan sangat merepotkan jika setiap keluar masuk kota harus membayar terus" ucap Qia Qia dengan ramah.

__ADS_1


"Dewi, dalam beberapa hari semua medali anda sudah jadi dan akan saya antarkan sendiri ke kediaman anda, karena saya harus mendaftarkan medali medali anda sampai ke istana raja" ucap Kun Lian dengan ramah sambil menyimpan cincin dimensi yang diberikan oleh Qia Qia kedalam cincin dimensinya sendiri.


"Baiklah jika demikian, apakah ada yang bisa mengantarkan saya ke kediaman baru saya, karena saya tidak tahu lokasinya" ucap Qia Qia sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Kakak jika boleh saya saja yang mengantar Dewi Mawar, kan kata ayah tugasku disini hanya selama pelelangan saja" ucap wanita muda itu dengan ramah.


"Kalian adik kakak?" Tanya Qia Qia dengan spontan karena mereka tidak sama sekali mirip meskipun sama sama cantik.


"Dewi dia ini adikku namun entah kenapa wajahnya malah mirip sama ibuku sedangkan aku sendiri mirip ayah, baiklah kau saja yang antarkan Dewi mawar ke kediamannya namun ingat pesan ayah untuk pulang ke rumah dan tidak keluyuran lagi atau kau akan dihukum jadi pelayan lagi disini" ucap Kun Lian dengan ramah dan tersenyum hangat ke Qia Qia.


"Baiklah jika demikian mari sebaiknya kita kesana sekarang, oh ya siapa namamu?" Ucap Qia Qia dengan ramah sambil berdiri dan bersiap meninggalkan ruangan VVIP nomor satu itu.


"Dewi, nama saya Kun Yi mari kita gunakan kereta kuda saya saja" ucap Kun Yi dengan ramah sambil ikut berdiri.


Kun Lian mengantar Qia Qia sampai naik ke atas kereta kuda bersama dengan adiknya Kun Yi.


"Kun Yi berapa usiamu" ucap Qia Qia dengan ramah yang duduk di depan Kun Yi karena kursi dalam kereta kuda itu berhadap hadapan.


"Dewi, saya baru dua puluh tahun, saya tahu dewi pasti melihat tingkat kultivasi saya yang jauh di atas kakak saya bukan" ucap Kun Yi sambil tertawa ringan.


"Kun Yi kenapa kau sampai di hukum menjadi pelayan di rumah lelang" ucap Qia Qia sambil kemudian melihat ke arah jendela kereta kuda itu.


"Dewi, saya suka berpetualang dan berkultivasi namun ayah mau nya saya seperti kakak yang sukanya berbisnis itulah kenapa saya bisa sampai di tingkat pencipta surgawi tahap akhir sedangkan kakak masih tingkat pencipta semesta tahap awal" ucap Kun Yi dengan ramah.

__ADS_1


"Pantaslah jika seperti itu kau sampai di hukum, lalu berapa lama kau sebelumnya tidak pulang" ucap Qia Qia sambil terus melihat keluar.


"Saya hanya pergi satu tahun saja, karena kehabisan uang makanya saya pulang namun ketahuan oleh ayah jadi kena hukuman deh saya nya" ucap Kun Yi sambil menggaruk kepalanya.


"Oh ya, kenapa nama kota ini kota kayu" tanya Qia Qia sambil melihat ke arah Kun Yi.


"Dewi, kota ini terkenal dengan para tabibnya yang sangat ahli dan itulah sebabnya kenapa kota ini di sebut kota kayu, sedangkan nama asosiasi kayu hitam karena dulu di kota ini banyak sekali pohon kayu hitam jadi ayah menamakan usahanya dengan nama itu" ucap Kun Yi dengan ramah dan tersenyum hangat ke Qia Qia.


"Jadi seperti itu, apakah di kota ini juga banyak alkemis?" Tanya Qia Qia kembali.


"Banyak Dewi, penempa artefak kota kayu juga yang terbaik di dunia peri ini, bisa di bilang kota kayu ini pusat perdagangan terbaik di dunia peri" ucap Kun Yi menjelaskan.


"Oh ya apa kau juga memiliki token dunia kecil" ucap Qia Qia dengan ramah.


"Punya Dewi, pelelangan mendapatkan empat dan aku ambil satu sedangkan sisanya yang tadi di lelang, oh ya kenapa kita tidak pergi bersama saja" ucap Kun Yi sambil tersenyum simpul memperlihatkan gigi giginya yang tertata rapi.


"Itu ide yang baik tapi apakah ayahmu tidak akan mencarimu jika kau langsung pergi ke dunia kecil dari tempatku" ucap Qia Qia dengan ramah.


"Dewi, tadi ayahku lihat isi cincin dimensi milik Dewi dan itulah alasannya dia menawarkan untuk membeli kembali kediaman dewi jika dewi tidak berkenan, ayah ku itu seorang pengusaha jadi sangat tidak mau menyinggung perasaan orang orang yang sangat kaya seperti Dewi, dan kakak pasti bilang jika aku pergi sama Dewi jadi aman deh aku nya" ucap Kun Yi sambil kemudian tertawa ringan dan terlihat sangat bahagia.


"Kau ini, jadi kau mengantar ku karena kau memerlukan aku agar kau bisa pergi ke dunia kecil tanpa di marahi ayah mu" ucap Qia Qia sambil melihat Kun Yi.


Kun Yi tidak menjawabnya melainkan hanya mengangguk kepalanya saja.

__ADS_1


__ADS_2