Dewi Mawar Penakluk Surgawi

Dewi Mawar Penakluk Surgawi
Pohon Kuno


__ADS_3

"Qia Qia kemudian masuk ke dalam kamar itu dan menutup kembali pintunya, Kun Yi langsung berjalan ke mencari kamar yang cocok untuk dia gunakan namum belum satu langkah terdengar Qia Qia memanggilnya.


"Kun Yi tunggu aku lupa sesuatu" ucap Qia Qia dari dalam kamarnya dan langsung keluar dari dalam kamarnya itu.


"Dewi apakah ada sesuatu" ucap Kun Yi dengan sangat penasaran.


Qia Qia hanya tersenyum dan menyentuh bagian terluar dari bola cahaya transparan yang melindungi Kun Yi, bola cahaya transparan itu kemudian berubah warna menjadi putih lalu memudar dan menghilang.


"Sudah beres, jika tidak aku hilangkan maka kau tidak bisa mandi nantinya dan aku besok harus bersama wanita bau badan" ucap Qia Qia sambil bersiul dan melangkah masuk kembali ke dalam kamarnya.


Kun Yi hanya menggelengkan kepalanya melihat Qia Qia seperti itu dan itulah sisi lain Qia Qia yang dia senangi selalu ramah dan ceria.


Kun Yi pun kemudian membalikan badannya dan melangkah kembali untuk mencari kamar yang cocok untuknya.


Sementara itu Qia Qia langsung membuka seluruh pakaiannya dan langsung membersihkan badannya yang sudah cukup lengket itu.


"Ahhhh tidak ada yang lebih indah selain bisa membersihkan badan setelah seharian beraktivitas" ucap Qia Qia berbicara sendiri sambil berendam di bak kayunya dan itulah kelebihan artefak istana itu yang semuanya sudah lengkap layaknya istana sesungguhnya.


Qia Qia langsung melangkah keluar dari dalam kamar mandinya hanya dengan menggunakan pakaian yang sangat tipis dan langsung pulas di tempat tidur nya karena dengan segel dan array buatannya tidak akan ada seorang pun yang bisa memasuki istana itu jadi dia lebih nyaman dan berani tidur dengan pakaian yang sangat tipis dan transparan.


Malam itu keduanya tidur dengan sangat pulas namun pagi harinya Kun Yi bangun terlebih dahulu dan memasakkan sarapan untuk Qia Qia dengan bahan bahan yang ada dia bawa di cincin dimensinya meskipun di dapur itu ada lengkap bahan dan bumbu masak.


Tok


Tok

__ADS_1


Tok


"Dewi apakah anda sudah bangun, saya sudah menyiapkan makanan untuk anda" ucap Kun Yi setelah selesai memasak dan matahari pagi juga sudah bersinar sehingga dia berpikir jika Qia Qia sudah bangun.


"Kun Yi kau bangun lebih awal ternyata, ayo kita sarapan" ucap Qia Qia sambil membuka pintu kamarnya dan Kun Yi melihat Qia Qia masih dengan pakaian transparan nya sehingga terlihat jelas olehnya bukit kembar yang sangat besar dan hutan rimbanya.


"Kau kenapa, kita ini hanya berdua disini, apa jangan jangan kau suka ya pada ku" ucap Qia Qia sambil mencubit pipi Kun Yi lalu berjalan menuju ruang makan meninggalkan Kun Yi.


"Tubuh dewi sungguh sempurna bahkan bagian belakang nya juga sungguh besar seperti depannya, beda sekali dengan punya ku yang imut ini" ucap Kun Yi dalam hatinya sambil melihat dadanya dan kemudian melangkah menyusul Qia Qia sambil melihat tubuh Qia Qia dari belakang.


"Dewi, tubuh anda sungguh sempurna beda dengan ku" ucap Kun Yi sambil duduk di meja makan persis di depan Qia Qia.


"Kau itu ada ada saja, semua orang memiliki perbedaan masing masing sudah jangan melihatku terus ayo kita sarapan" ucap Qia Qia sambil mulai menikmati makanannya dan dia memang pandangan mata Kun Yi tidak lepas dari puncak bukit kembarnya.


Mereka berdua menikmati sarapan mereka dan tidak ada yang berbicara selama mereka makan.


"Baik Dewi" ucap Kun Yi dengan sangat hormat sambil tersenyum melihat Qia Qia yang sudah meninggalkannya sendirian.


Kun Yi langsung membereskan ruang makan itu dan dia kemudian melangkah menuju ruang tamu untuk menunggu Qia Qia namun ternyata Qia Qia yang sudah menunggunya.


Qia Qia kini menggunakan pakaian berwarna biru muda dengan jubah bergambar mawar merah yang membuatnya nampak seperti seorang Ratu kekaisaran.


"Dewi anda sungguh cantik dengan pakaian ini" ucap Kun Yi sambil melihat Qia Qia yang sedang duduk di kursi ruang tamu itu.


"Kun Yi oh Kun Yi kau ini, ayo kita lanjutkan perjalanan kita, kita cari lagi dengan teliti karena aku sangat yakin ada ruang bawah tanah di reruntuhan bangunan itu, siapa tau ada hal yang berharga untuk mu" ucap Qia Qia sambil berdiri dan berjalan ke arah pintu untuk keluar dari istana kediamannya itu.

__ADS_1


Keduanya langsung melesat ke atas istana itu setelah sampai di halaman dan kini keduanya melayang di atas istana.


Qia Qia kemudian mengecilkan kembali artefak istana itu dan menyimpannya kembali ke dalam cincin dimensinya.


"Kun Yi ayo kita periksa lagi" ucap Qia Qia dengan ramah sambil terbang melayang ke bawah.


Kun Yi hanya mengangguk dan ikut melayang ke bawah, dan keduanya kembali mendarat di puncak gunung itu.


Mereka berdua langsung berpisah dan memeriksa puncak gunung itu dengan teliti karena Qia Qia sangat yakin ada ruang bawah tanah di puncak gunung itu.


"Dewi sepertinya disini" ucap Kun Yi berteriak kencang dan Qia Qia yang berjarak seratus meter dari Kun Yi langsung terbang mendatangi Kun Yi.


"Dewi lihatlah pohon ini sudah sangat Tua dan lebih Tua dari pohon pohon yang ada disini, dan juga pohon ini dalamnya kosong" ucap Kun Yi sambil memukul mukul batang pohon besar yang berdiameter sampai sepuluh meter dan pohon itu memiliki tinggi hampir lima puluh meter.


Qia Qia kemudian ikut memukul mukul pohon itu namun tidak bisa merasakan atau mengetahui jika pohon itu bagian dalamnya kosong.


"Kun Yi bagaimana kau bisa tahu pohon ini dalamnya kosong" ucap Qia Qia sambil melihat ke arah Kun Yi.


"Dewi kami ras peri dulu tinggal di dalam pohon pohon seperti ini karena pohon pohon ini sangat kuat dan semua pohon ini dalamnya memang kosong" ucap Kun Yi dengan sangat hormat.


"Baiklah apakah menurut mu pohon ini memiliki pintu masuk rahasia" ucap Qia Qia karena memang dia belum pernah melihat jenis pohon seperti itu.


"Dewi, kami ras peri biasanya masuk ke dalamnya melalui sana" ucap Kun Yi sambil menunjuk ke atas.


"Atasnya bolong juga" ucap Qia Qia karena saat dia terbang turun tadi tidak melihat adanya lubang di pohon besar itu.

__ADS_1


"Dewi ayo saya perlihatkan, karena lubang itu cukup tersembunyi oleh lebatnya dedaunan pohon ini" ucap Kun Yi sambil terbang melayang dan Qia Qia pun mengikutinya dengan menjaga sedikit jarak agar Kun Yi bisa bergerak lebih bebas.


__ADS_2