
"Kalian semua dengarkan baik baik, nanti malam akan ada pengambilalihan kekuasaan dunia bulan ini karena akan aku kembalikan ke Dewi Hao Ling dan aku minta kalian untuk menjaga desa dan kota kalian, nantinya setelah semuanya selesai aku persilahkan kalian semua untuk bergabung dengan sekte mawar di kota mawar, temui bawahanku yang ada di sana karena mungkin aku tidak bisa menjumpai kalian di sekte mawar, apakah kalian paham" ucap Qia Qia dengan ramah dan masih melayang di atas mereka semua dan perlahan mulai turun lalu mendarat di antara mereka.
"Kami paham Dewi" ucap mereka semua dengan kompak.
"Baiklah aku akan mengirim kalian kembali ke rumah kalian, sebelumnya kau bagikan masing masing seribu keping koin emas untuk yang lainnya dan aku berikan kalian waktu setengah jam untuk membereskan barang barang kalian disini" ucap Qia Qia dengan ramah sambil kemudian memberikan sebuah cincin dimensi yang berisi sembilan ratus miliar keping koin emas ke wanita muda yang ada di depannya.
Wanita muda itu langsung menerima cincin dimensi tersebut dan langsung mulai membagikan untuk yang lainnya, dibantu oleh yang lainnya.
Qia Qia kemudian terbang kembali dan melayang dua puluh meter dari permukaan tanah dengan telapak tangan kirinya yang terlihat terbuka menghadap ke bawah bersamaan dengan keluarnya bola bola peledak dari pusat artefak kapal perang angkasa kekaisaran bulan.
Bola bola peledak itu kemudian disimpan kembali oleh Qia Qia kedalam cincin dimensinya.
"Sekalian simpan kapal kapal perang angkasa ini di cincin dimensi kalian agar lapangan ini kosong kembali, kelak kapal kapal perang ini akan berguna untuk kalian, aku akan menunggu kalian di pantai saja jadi nanti kalian semua temui aku di pantai" ucap Qia Qia dengan menggunakan kekuatan qi mendalamnya namun tidak menekan siapapun melainkan terdengar sangat ramah oleh semuanya lalu melesat meninggalkan mereka yang kini berwajah bahagia karena selain masih hidup mereka juga kini menjadi bawahan Qia Qia sosok yang sangat kuat apabila mereka mendapatkan Seribu keping koin emas masing masing dan ini angka yang sangat besar untuk mereka semua.
"Aku harus bisa berubah dan tidak lagi asal membunuh musuhku, selama mereka berjiwa baik maka aku harus memaafkan mereka semua seperti pesan Dewi Hao Fi kepadaku" ucap Qia Qia berbicara sendiri sambil berjalan di pinggir pantai dan kemudian duduk di atas batu karang menghadap ke lautan.
Tiga puluh menit berlalu dan semua bawahan barunya itu sudah berkumpul kembali di pantai namun ada beberapa orang yang tampak bersedih.
"Dewi maaf kan saya mengganggu anda" ucap wanita muda yang sebelumnya mendapatkan cincin dimensi dari Qia Qia.
__ADS_1
Qia Qia kemudian berdiri dan menghadap ke bawahannya itu.
"Kalian sudah disini ternyata" ucap Qia Qia dengan ramah dan tersenyum hangat ke semua bawahan barunya itu.
"Dewi ini cincin dimensi anda saya kembalikan, saya dan yang lainnya sudah mengambil masing masing seribu keping koin emas namun maafkan saya karena saya dan beberapa saudari yang lain ada yang harus di sampaikan kepada anda" ucap wanita muda itu dengan sangat hormat sambil memberikan cincin dimensi milik Qia Qia yang langsung disimpan kembali oleh Qia Qia ke dalam cincin dimensi yang sedang dia pakai.
"Kau sudah menjadi saudariku jadi jangan sungkan, bicaralah apa yang mengganjal di hati kalian" ucap Qia Qia dengan ramah sambil tersenyum hangat ke mereka semua.
"Dewi banyak dari kami sudah tidak memiliki keluarga dan tidak memiliki rumah jadi bolehkah kami tinggal di pulau ini saja" ucap wanita muda itu dengan sangat hormat dan Qia Qia bisa melihat kesedihan dimatanya.
"Begini saja, kalian yang sudah tidak memiliki rumah silahkan berbaris di sebelah kananku dan yang masih memiliki rumah di sebelah kiri lalu pikirkan rumah kalian karena aku akan menteleportasikan kalian langsung ke rumah kalian" ucap Qia Qia dengan ramah sambil tersenyum hangat ke mereka semua.
Mereka langsung bergerak menjadi dua barisan di kanan dan kiri Qia Qia dengan tapi dan tidak ada keributan sama sekali.
"Kalian akan aku bawa ke sekte mawar saja jadi kehidupan kalian akan kembali normal disana bagaimana apakah ada yang keberatan" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Kami bersedia Dewi" ucap mereka semua kompak dan terdengar sangat bersemangat.
"Baiklah jika kalian setuju, temui master sekte Wi Ni dan sampaikan jika aku yang mengirim kalian, di sana segera sesuaikan diri kalian karena semuanya yang ada di kota mawar adalah saudara dan saudari kalian, jangan pernah lagi merasa seorang diri" ucap Qia Qia dengan ramah sambil kemudian mengirim mereka semua ke lapangan utama sekte mawar tanpa sempat mereka menjawab ucapan Qia Qia.
__ADS_1
"Wi Ni, mereka juga saudari baru mu terima mereka dan berikan pengaturan mu untuk mereka semua" ucap Qia Qia melalui telepati ke Wi Ni yang dia ketahui masih berada di lapangan utama sekte mawar.
"Baik Dewi saya akan mengatur semuanya" jawab Wi Ni melalui telepati kembali.
Qia Qia kemudian mengangkat tangan kanannya lurus ke atas dan dari telapak tangannya yang menghadap langit itu keluar cahaya putih yang langsung melesat menuju ke kubah cahaya transparan yang sebelumnya dia buat.
Cahaya putih itu langsung menyebar menyatu dengan kubah cahaya transparan dan langsung menghilang seutuhnya.
Kini kepulauan bintang sudah dapat di akses kembali oleh siapapun karena Kubah buatan Qia Qia sudah menghilang.
Qia Qia kemudian duduk kembali di atas karang sambil melihat ke lautan lepas di depannya.
"Hao Kong bagaimana situasinya" ucap Qia Qia melalui telepati.
"Dewi anda sudah kembali, saya dan semua pasukan laki laki sudah ada di ruangan bawah tanah untuk menanti malam hari baru keluar dan menyerang istana menunggu instruksi dari Jenderal Wi Yu" jawab Hao Kong dengan hormat melalui telepati.
"Ingatlah tidak semua harus kalian bunuh tapi hanya yang berhati jahat saja" ucap Qia Qia kembali.
"Baik Dewi saya akan mengingat pesan anda" jawab Hao Kong kembali.
__ADS_1
"Wi Yu bagaimana situasinya" ucap Qia Qia melalui telepati.
"Dewi anda sudah kembali, saya sudah meletakan semua bola peledak di istana kerajaan, kekaisaran dan juga tembok tembok ibukota baik itu kerajaan maupun ibukota kekaisaran bulan, dan saya sudah sampaikan ke semua prajurit baik itu prajurit saya maupun prajurit kota mawar untuk langsung menyerang istana setelah mendengar bunyi ledakan nanti malam, saya juga baru saja mendapatkan kabar jika saat ini kaisar bulan sedang tidak sadarkan diri karena tadi dia mendadak muntah darah saat sedang memimpin pertemuan dengan para jenderal pasukan khususnya di aula istana kekaisaran bulan" ucap Wi Yu dengan sangat hormat melalui telepati juga.