Dewi Mawar Penakluk Surgawi

Dewi Mawar Penakluk Surgawi
Masih ada yang berjiwa baik


__ADS_3

Satu jam berlalu dengan cepat dan terlihat jika Li Jong berjalan mendatangi Qia Qia.


"Dewi, saya sudah mempersiapkan kereta kuda untuk kita gunakan" ucap Li Jong dengan sangat hormat.


"Apakah hanya kita yang kesana? Atau ada para pemimpin dari sekte sekte yang akan ikut menghabisi sekte aliran hitam bersama kita?" Tanya Qia Qia dengan ramah.


"Dewi, tadi mereka semua ingin ikut tapi tidak berani menyampaikannya kepada Dewi" jawab Li Jong.


"Ajak saja semuanya kesana, aku akan berikan kalian lagi pil penyembuh tingkat dewa jika ada yang terluka, setelah aku pikir kembali kalian harus siap mempertahankan tanah kelahiran kalian ini, mengenai mereka biarkan saja, nanti sebelum jalan aku akan kasih mereka sedikit hadiah lagi" ucap Qia Qia dengan ramah sambil melirik ke atasnya yang terus menerus mengumpatnya.


"Siap Dewi, sebentar saya persiapkan terlebih dahulu pihak aliansi" ucap Li Jong dengan sangat gembira karena bisa membawa aliansi sekte aliran putih untuk menghabisi orang orang sekte aliran hitam dan mereka mendapatkan jaminan mendapatkan pil penyembuh tingkat dewa yang berharga sangat mahal.


Li Jong kemudian meninggalkan Qia Qia kembali dan langsung menemui beberapa Pri Sepuh yang merupakan para pemimpin sekte dan tokoh tokoh beladiri benua kedua.


"Kalian benar benar lebih parah dari perempuan, aku yang dulu pernah mengalami di kurung oleh penguasa 100 galaksi Long Tian saja tidak secerewet kalian" ucap Qia Qia dalam hatinya sambil menunjuk ke atas tepatnya ke arah bola transparan yang mengurung lima Patriark sekte aliran hitam itu.


Setitik Lava suci ilahi miliknya melesat menuju ke bola transparan dan dengan cepat mengenai bola transparan itu lalu menyebar di dinding bagian dalamnya membuat bola transparan itu kini berwarna merah layaknya api lava.


Kelima Patriark sekte aliran hitam itu merasakan panas lava yang sangat menyengat dan mereka berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkan diri mereka.


Teriakan demi teriakan terdengar kembali, demikian juga jeritan kesakitan kembali terdengar oleh mereka yang ada di bawah.


"Kalian berlima aku berikan pilihan, aku akan kurangi rasa panasnya jika kalian melepaskan memasukan semua barang berharga yang ada di badan kalian ke cincin dimensi milik kalian lalu melepas cincin dimensi tersebut untuk ku" ucap Qia Qia melalui telepati ke kelima Patriark itu.


"Datang dan ambillah jika kau menginginkannya" ucap salah satu Patriark itu.

__ADS_1


Hanya satu Patriark yang menjawabnya dan dengan kekuatannya Qia Qia menggerakkan lava suci ilahi miliknya.


Setitik lava suci ilahi yang melingkari dinding bagian dalam itu melesat dengan cepat ke kening Patriark tersebut dan langsung membuat Patriark tersebut menjerit kesakitan, keempat Patriark lainnya melihatnya terbakar oleh lava suci ilahi lalu merubahnya menjadi abu tapi tidak dengan cincin dimensi milik Patriark tersebut yang langsung jatuh menembus bola transparan dan melayang di depan Qia Qia.


Qia Qia kemudian mengambil cincin dimensi tersebut dan memeriksanya.


"Dia Hanya punya harta sedikit saja sombongnya minta ampun" ucap Qia Qia melalui telepati ke empat Patriark yang tersisa.


"Dewi kami akan melepaskan cincin dimensi kami, dan mohon ampuni kami" ucap salah seorang Patriark melalui telepati ke Qia Qia.


"Lepaskan sekarang dan aku akan mengurangi rasa panas yang kalian terima" ucap Qia Qia melalui telepati ke empat Patriark tersebut.


Ke empat Patriark yang tersisa itu kemudian melepaskan semua barang berharga yang ada badan mereka baik itu kalung maupun lainnya lalu memasukannya ke dalam cincin dimensi milik mereka dan menjatuhkannya.


Ke empat cincin dimensi itu menembus bola transparan dan langsung melayang di depan Qia Qia, Qia Qia kemudian mengambil ke empat cincin dimensi tersebut dan langsung memeriksanya lalu menyimpannya.


Bola cahaya yang mengurung empat Patriark itu kini transparan kembali dan memperlihatkan ke empat Patriark yang terlihat bernafas lega.


Qia Qia kemudian memeriksa jiwa mereka berempat dengan maksud ingin melihat apakah jiwa mereka ada kebaikan atau tidak dan ternyata masih ada kebaikan di jiwa mereka meskipun tidak sebesar kejahatan mereka.


Qia Qia dengan kekuatannya mengubah bola cahaya transparan itu, dia membelahnya menjadi empat dan memisahkan ke empat Patriark sekte aliran hitam itu lalu menurunkannya hingga keempatnya melayang di depannya.


"Kalian Patriark empat sekte aliran hitam bukan?" Ucap Qia Qia dengan sangat tegas dengan masih duduk di atas puing puing bangunan itu.


"Benar Dewi" ucap ke empatnya kompak dan terlihat sopan tidak seperti sebelumnya.

__ADS_1


"Jika Aku berikan kalian kesempatan kedua dan syaratnya adalah kalian menghapus sekte kalian itu, apa kalian berminat?" Ucap Qia Qia dengan sangat tegas sambil melihat jika Li Jong sedang berjalan ke arahnya.


"Dewi, tidak semua orang di sekte kami berjiwa jahat dan buruk, jadi kami tidak bisa jika harus membunuh semuanya, namun kami siap membunuh mereka semua yang berjiwa jahat dan buruk" ucap salah satu dari mereka dengan sangat hormat.


"Li Jong bagaimana menurut mu?" Tanya Qia Qia ke Li Jong yang berdiri di depan nya membelakangi ke empat Patriark tersebut.


"Dewi, semua orang berhak kesempatan kedua untuk berubah dan saya mendukung apapun keputusan Dewi" ucap Li Jong dengan sangat hormat.


"Baiklah, aku ingin kalian semua menjawabnya apakah kalian masih keberatan jika aku memberikan dunia peri ini ke Dewi Li Mei sahabatku" ucap Qia Qia dengan datar.


"Dewi saya tidak keberatan" ucap salah seorang Patriark.


"Dewi saya juga tidak keberatan" ucap salah seorang Patriark lagi.


"Dewi, saya dari awal tidak keberatan dan saya mengikuti mereka karena solidaritas diantara kami berempat saja" ucap Patriark satunya dengan sangat hormat dan Patriark ini satu satunya yang jiwa baiknya lebih bersahabat dari jiwa jahatnya.


"Dewi, saya juga tidak keberatan" ucap Patriark terakhir.


"Jika ada keluarga kalian selain anak dan istri kalian yang berjiwa jahat dan berhati buruk, apa kalian sanggup memotong kepala mereka?" Ucap Qia Qia memberikan pertanyaan jebakan.


"Dewi, jika memang kematian mereka diperlukan untuk membuat suatu perubahan yang lebih baik maka kenapa tidak" ucap Patriark ke tiga dengan sangat hormat dan di angguki kepala oleh ketiga nya.


"Lalu apa jaminannya jika kalian tidak akan berkhianat kepada ku dan juga kepada sahabat ku Dewi Li Mei" ucap Qia Qia dengan sangat tegas.


Patriark ketiga langsung berlutut di dalam bola cahaya transparan miliknya dengan membuka pertahanan jiwanya dan di ikuti oleh ketiga temannya.

__ADS_1


Li Jong melihat ketiga orang yang di kenal nya dengan baik seperti itu juga sama langsung berlutut dan membuka pertahanan jiwanya.


__ADS_2