
"Dunia pedang, bukankah dunia itu sudah hilang baiklah berapapun biayanya aku harus mendapatkan token itu. Jika perlu ketiga tiganya" ucap Qia Qia dalam hatinya sambil terus memperhatikan token itu.
"Sembilan puluh ribu keping koin emas" ucap ruangan VVIP nomor dua dan ini sudah menjadi angka tertinggi saat ini.
"Dua ratus ribu keping koin emas" ucap Qia Qia dengan santai.
"Dua ratus lima puluh ribu keping koin emas" ucap ruangan VVIP nomor tiga.
"Tiga ratus ribu keping koin emas" ucap ruangan VIP nomor satu tidak mau kalah.
"Lima ratus ribu keping koin emas" ucap ruangan VIP nomor dua.
"Tujuh ratus ribu keping koin emas " ucap ruangan VVIP nomor tiga
"Satu juta keping koin emas" ucap Qia Qia dengan santai.
"Satu juta keping koin emas oleh Ruangan VVIP Nomor satu apakah ada lagi" ucap pria sepuh pembawa acara lelang dengan lantang namun tidak ada yang meresponnya lagi karena semuanya tahu masih ada dua token lagi untuk diperebutkan oleh mereka semua.
"Satu ….. Dua …. Tiga …. Sah terjual seharga satu juta keping koin emas kepada ruangan VVIP nomor satu dan barang akan diantarkan jadi mohon siapkan uang anda barang berikutnya adalah sebuah pedang yang kami tidak ketahui apakah pedang pusaka atau bukan namun pedang ini memiliki aura kematian yang sangat kuat akan tetapi pedang ini sangat berkarat jadi kami membukanya dengan seratus keping koin emas saja dan kalian bebas menaikkan harga suka suka kalian" ucap pria sepuh pembawa acara lelang dengan lantang sambil memperlihatkan sebuah pedang berkarat dan pedang itu memang mengeluarkan aura kematian yang sangat mencekam.
"Lima ribu keping koin emas" ucap Qia Qia dengan santai seolah olah tidak menginginkan pedang berkarat itu.
Tidak ada seorang pun yang ikut menawar untuk pedang berkarat itu karena mereka tidak menginginkannya.
"Baiklah sepertinya hanya ruangan VVIP nomor satu saja yang tertarik jadi sah pedang ini menjadi milik ruangan VVIP nomor satu dan barang berikutnya adalah token dunia kecil kembali dan karena sebelumnya terjual satu juta keping koin emas maka kami membukanya dengan lima ratus ribu keping koin emas" ucap pria sepuh pembawa acara lelang dengan lantang.
__ADS_1
"Satu juta keping koin emas" ucap Qia Qia mendahului yang lainnya dan dia sengaja melakukan hal ini karena tidak ingin harga token itu di bawah harga yang dia keluarkan sebelumnya.
"Ayo kita lihat jadi berapa harga token itu" ucap Qia Qia dalam hatinya sambil terus mengawasi setiap orang yang terlihat dari ruangan nya.
Suasana pelelangan terlihat heboh karena mereka semua yang tadinya ingin membeli di bawah satu juta namun kini harus berjuang di atas satu juta keping koin emas.
"Satu juta seratus ribu keping koin emas" ucap kamar VVIP nomor dua.
"Satu juta dua ratus lima puluh ribu keping koin emas" ucap kamar VIP nomor dua
"Satu juta lima ratus ribu keping koin emas" ucap kamar VVIP nomor tiga.
"Sudah saya saja yang membayarnya dua juta keping koin emas" ucap Qia Qia dengan santai sambil melihat ke semua orang itu.
"Dua juta lima ratus ribu keping koin emas" ucap seorang pria sepuh dari kursi umum dan membuat semuanya melihat ke arahnya.
"Eh kalian kenapa melihat ku seperti ini, selama ada uang kenapa tidak" ucap pria sepuh itu sambil duduk lagi di kursinya dengan santai.
"Tiga juta keping koin emas" ucap pria sepuh lainnya di kursi umum.
"Tiga juta lima ratus ribu keping koin emas" ucap seorang pemuda dari kursi umum.
"Lima juta keping koin emas" ucap kamar VIP nomor satu dengan lantang dan terlihat wajah kecewa dari semuanya.
"Lima Juta Keping Koin Emas untuk token kedua apakah ada yang ingin menawar lebih" ucap pria sepuh pembawa acara lelang dengan lantang sambil melihat ke sekelilingnya namun tidak ada lagi yang terlihat ingin mengambil kesempatan untuk menawar lebih tinggi.
__ADS_1
Lima menit berlalu namun belum ada seorang pun yang menawar harga lebih tinggi dari tawaran kamar VIP nomor 1 itu.
"Baiklah jika tidak ada lagi maka satu ….. dua ….. tiga ….. sah terjual kepada kamar nomor satu dan mohon siapkan uang anda karena barang akan segera kami antarkan ke ruangan anda, untuk barang selanjutnya adalah sebuah artefak kapal perang dan artefak kapal perang ini sanggup menampung sampai seribu orang saya membuka dengan harga lima ribu keping koin emas saja, silahkan untuk yang berminat bisa dengan kenaikan harga kelipatan seratus keping koin emas" ucap pria sepuh pembawa acara lelang dengan lantang sambil memperlihatkan sebuah artefak yang merupakan sebuah kapal perang.
Qia Qia memperhatikan artefak kapal perang itu namun tidak tertarik sedikitpun karena dia memiliki yang lebih baik dan lebih besar.
Pelelangan terus berlangsung dan tidak ada lagi yang dibeli oleh Qia Qia karena memang sudah tidak ada lagi yang menarik perhatiannya hingga pelelangan itu berakhir.
Qia Qia pun sudah membuka pintu ruangannya untuk menunggu wanita muda yang dia titipkan cincin dimensi datang kembali kepadanya membawa semua yang dia beli sebelumnya di pelelangan itu.
"Nona maaf membuat anda menunggu, ini saya membawa barang barang yang telah anda beli" ucap wanita muda itu dengan ramah sambil berdiri di depan pintu ruangan VVIP nomor satu tempat Qia Qia berada.
"Masuklah kesini dan dengan siapa kau datang itu" ucap Qia Qia menengok ke arah pintu ruangan dan melihat jika ada seorang wanita muda lainnya yang datang bersama wanita itu.
"Nona perkenalkan nama saya Kun Lian dan saya adalah pemilik rumah lelang kayu hitam" ucap wanita muda itu memperkenalkan dirinya.
"Nona nona anda bisa memanggil saya dengan Dewi Mawar saja dan silahkan duduk" ucap Qia Qia dengan ramah sambil tersenyum hangat ke mereka berdua.
"Dewi, ini barang barang yang anda beli sudah saya masukan ke dalam cincin dimensi ini dan ini Cincin dimensi milik anda saya kembalikan" ucap wanita muda yang sebelumnya diminta oleh Qia Qia untuk membantunya.
"Terima kasih apakah kau sudah mengambil hak mu, seperti yang aku sampaikan sebelumnya" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Dewi Mawar, saya sudah mengambil seperti yang anda pesankan sebelumnya kepada saya" ucap wanita muda itu dengan ramah dan sangat sopan di hadapan Qia Qia sejak pertama kali mereka bertemu di lantai bawah rumah lelang itu.
"Jadi Nona Kun Lian apakah ada yang bisa saya bantu untuk anda" ucap Qia Qia dengan ramah sambil tersenyum hangat ke keduanya.
__ADS_1