
Kun Yi yang mendengar jerit kesakitan Qia Qia berusaha membuka matanya namun kembali dia tutup karena sinar cahaya merah itu sangat menyilaukannya.
Kembali ke Qia Qia kini seluruh tubuhnya sudah menjadi lava dan lautan Qi nya juga kini terpenuhi oleh lava, dan terbentuk sebuah pulau dengan sebuah Gunung berapi yang mengeluarkan lava terus menerus dan mengalir ke lautan qi nya sehingga lautan Qi nya itu terus menerus terisi oleh lava.
Rambut Qia Qia yang tadinya hitam kini berubah menjadi merah demikian juga dengan matanya namun lava itu tidak membakar pakaian yang dia gunakan.
"Lava ini ternyata lava suci benar benar keberuntungan langit untuk ku" ucap Qia Qia sambil terus menyerap lava suci itu dan terus menyatukan lava suci dengan tubuhnya agar dia bisa kembali ke bentuk semulanya.
Kun Yi tidak melihat hal ini sama sekali karena masih terduduk sambil menutup matanya.
Satu jam berlalu dan kini cahaya merah yang menyilaukan mata itu perlahan meredup dan dalam lima belas menit kemudian cahaya merah itu hilang semuanya.
Kun Yi langsung berdiri dan berlari menuju ke Qia Qia namun langkahnya terhenti karena sebuah bola api berdiameter tiga meter kini yang nampak melayang di atas kolam lava itu, akan tetapi lava itu sudah hilang semuanya.
Bola api itu kemudian perlahan menghilang dan kini terlihat Qia Qia dengan wajah yang tampak lebih muda sedang melihat ke arah Kun Yi.
Qia Qia kemudian menyimpan pedangnya dan juga Gulungan kuno serta memakai cincin dimensi yang melayang di depannya itu lalu mendekati Kun Yi.
"Kun Yi maaf membuat mu khawatir, ayo teruskan membereskan harta harta bagian mu jadi aku bisa membereskan bagian ku" ucap Qia Qia dengan ramah sambil tersenyum hangat ke Kun Yi.
"Baik Dewi, syukurlah anda tidak apa apa" ucap Kun Yi sambil berdiri dan melangkah meninggalkan Qia Qia untuk kembali memasukkan harta bagiannya ke cincin dimensi miliknya dan juga cincin cincin dimensi kosong yang dia bawa.
Qia Qia kemudian melangkah menuju arah yang berlawanan namun bukan untuk membereskan hartanya melainkan untuk melihat lihat ruangan itu mencari apabila ada harta lainnya.
__ADS_1
"Cincin ini masih terkunci sebaiknya aku melakukan kontrak dengan cincin ini juga" ucap Qia Qia sambil menggigit ujung jarinya dan meneteskan ke cincin dimensi yang melayang tadi.
Cincin dimensi itu langsung berekasi dan kini sudah sah menjadi milik Qia Qia.
"Ternyata harta di dalam cincin ini jauh lebih banyak dari yang ada di ruangan ini, dan juga hampir setengah dari harta ku" ucap Qia Qia dalam hatinya sambil melihat isi cincin dimensi barunya yang memiliki ruang seperti sebuah dunia namun bukan merupakan dunia kecil dan didalamnya tertata rapi harta yang sangat berharga.
Qia Qia terus melangkah dengan gembira karena kini dia sudah mendapatkan apa yang dicarinya di dunia pedang kuno itu.
Satu hal yang kini dia tahu adalah jika pedang lava neraka yang di cari semua orang kini menjadi miliknya dan api Lava suci miliknya juga merupakan api lava suci ilahi yang merupakan jenis api terkuat nomor satu bahkan api lava suci abadi milik Long Tian kalah dengan api Lava suci ilahi miliknya.
Dua jam sudah berlalu dan kini setengah ruangan itu sudah di kosongkan oleh Kun Yi.
"Dewi, saya sudah mengambil bagian saya dan ini semua adalah milik anda" ucap Kun Yi yang mendatangi Qia Qia.
Kun Yi terlihat kaget karena harta yang sangat banyak itu menghilang dalam sekejap mata saja.
"Kun Yi sudah tidak ada apapun di sini jadi sebaiknya kita melanjutkan perjalanan kita" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Siap Dewi bersama anda kemana pun juga saya siap" jawab Kun Yi bersemangat.
Qia Qia kemudian membawa Kun Yi berteleportasi ke pantai kembali dan mereka berdua kini muncul di atas geladak sebuah perahu yang cukup besar dan merupakan yang terbesar.
Perahu itu juga yang mereka lihat saat di atas awan sebelumnya setelah membereskan desa kanibal.
__ADS_1
Qia Qia menghiraukan wajah kaget Kun Yi dan dia dengan auranya menggerakkan perahu itu untuk langsung berlayar menuju benua satu satunya yang sempat dia lihat dari atas awan.
Perahu itu bergerak dengan cepat namun sudah hampir dua hari mereka berlayar belum juga menemukan daratan yang mereka tuju.
"Dewi sudah hampir dua hari kita berlayar namun kenapa belum ada juga daratan" ucap Kun Yi sambil memandangi lautan dan saat ini mereka sedang berdiri di geladak kapal.
"Seharusnya dalam beberapa jam lagi kita sampai di daratan yang sempat aku lihat." Ucap Qia Qia dengan ramah sambil terus melihat arah daratan yang memang sudah bisa dia lihat namun tidak dengan Kun Yi yang hanya melihat lautan saja.
"Dewi jika di pulau itu hanya ada desa itu saja dari mana mereka bisa mendapatkan daging manusia sedangkan jarak ke pulau itu sangatlah jauh" ucap Kun Yi dengan hormat.
"Kun Yi aku duga itu adalah para kultivator yang mencari harta sama seperti kita" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Kau ingat racun buatan mereka itu yang akan melumpuhkan semua orang yang berada sampai di tingkat pencipta Ilahi tahap akhir jad mereka semua tidak sanggup untuk melawan, inilah yang aku takutkan jika mengunjungi dunia kecil karena selalu saja ada hal aneh" ucap Qia Qia kembali.
"Dewi untung saya bersama Dewi jika tidak bisa bisa saya mungkin sudah meninggal dunia" ucap Kun Yi yang melihat Qia Qia
"Kun Yi waspadalah, aku akan beristirahat sebentar dan jika sudah sampai daratan kabari aku" ucap Qia Qia sambil melangkah menuju ruangan yang selama ini menjadi kamar mereka berdua karena memang hanya satu kamar saja yang ada di perahu itu.
"Baik, Dewi beristirahat saja, biar saya saja yang berjaga" ucap Kun Yi dengan hormat sambil melihat punggung Qia Qia.
"Aku sangat beruntung bisa mengenal Dewi Mawar Qia Qia, dia sangat baik dan juga sangat bijaksana, semakin aku mengenalnya semakin aku mengaguminya, pantas sepuluh bawahannya sangat menghormatinya" ucap Kun Yi dalam hatinya sambil terus melihat ke arah lautan dan kini dia sudah bisa melihat perahu pria nelayan meskipun jaraknya masih sangat jauh dari lokasi perahunya itu.
Qia Qia sudah memperkirakan jika perahu mereka akan sampai di daratan dalam waktu lima jam jadi dia memilih untuk mempelajari gulungan kuno yang dia dapatkan saat dia mendapatkan pedang lava neraka
__ADS_1