Dewi Mawar Penakluk Surgawi

Dewi Mawar Penakluk Surgawi
Dunia Lava 6


__ADS_3

"Ayah sebaiknya kita keluar dan aku akan langsung membuat segel perlindungan untuk dunia lava kita ini" ucap Qia Qia dengan sangat sopan.


"Istriku kau kembalilah dulu ke istana dan kumpulkan para bawahan kita di aula utama istana, nanti aku akan menyusulmu setelah menarik semua lava yang menutupi bagian atas" ucap Raja Qia Zi sambil melihat ke istri nya.


"Baik dan kalian berdua berhati hatilah" ucap Ratu Qia Yui.


"Ibu maaf yang di taman istana biarkan saja, karena hanya aku yang bisa menarik lava ku" ucap Qia Qia sambil tersenyum lebar memperlihatkan deretan giginya.


"Kau ini masih saja sama menghukum orang di kolam ikan dikelilingi lava" ucap Ratu Qia Yui sambil melangkah menuju pintu gerbang dimensi yang menuju ke dunia kecil.


Raja Qia Zi kemudian mendekati dinding yang berlawanan arah dengan pintu gerbang dimensi yang menuju dunia kecil lalu menyentuh dinding itu dan kini terlihat sebuah pintu gerbang dimensi yang menuju ke luar dari dalam gunung itu.


Ratu Qia Zi langsung memasuki pintu gerbang dimensi itu dan Qia Qia mengikutinya di belakang.


Mereka berdua muncul di atas kawah lava itu tepatnya di dinding kawah.


"Qia ayah akan menarik semua lava" ucap Raja Qia Zi sambil melayang ke atas lava itu.


Qia Qia hanya tersenyum saja dan menunjuk ke arah langit dengan menggunakan tangan kanannya.


Seberkas cahaya putih pekat melesat keluar dari dalam jari telunjuknya itu dan terus melesat sampai sejauh lima puluh kilometer lalu menyebar dan menutupi dunia lava.


Kini dunia lava yang tadinya merah jika dilihat dari angkasa kini sepenuhnya menghilang dari pandangan karena cahaya putih tersebut selain segel perlindungan namun merupakan segel ilusi.


Qia Qia tidak berhenti disana melainkan dia juga membuat kubah perlindungan berdiameter seratus kilometer dari lokasinya dan ini dia lakukan untuk sebagai lokasi pertama pembangunan ulang dunia naga.

__ADS_1


Sementara itu Raja Qia Zi tampak sedang melayang lima puluh meter di atas kawah lava yang meletup letup itu dengan kedua tangannya secara berulang ulang di angkat dari bawah ke atas dan setiap dia mengangkat kedua tangannya itu lava yang sebelumnya mengalir perlahan naik kembali ke kawah itu.


Qia Qia kemudian terbang melayang ke samping ayahnya.


"Ayah ijinkan Qia ikut membantu ayah" ucap Qia Qia dengan sangat sopan.


"Qia sudah tidak apa apa ayah saja" ucap Raja Qia Zi sambil tersenyum hangat ke Qia Qia.


Qia Qia tidak menjawabnya melainkan hanya tersenyum sambil mengeluarkan kekuatan lavanya dan dari jari telunjuknya itu keluar setetes lava suci ilahi miliknya yang langsung jatuh ke kawah itu. 


Cara yang Qia Qia lakukan berbeda dengan apa yang ayahnya lakukan jika ayahnya memanggil sedikit demi sedikit lava itu, Qia Qia mengutus lava suci ilahinya untuk menarik semua lava kembali ke kawah itu.


Terlihat jika kini lava yang sebelumnya memenuhi daratan kembali masuk ke kawah itu dengan sangat  cepat sehingga kawah itu menjadi cepat penuh dan hal ini membuat Raja Qia Zi sangat kaget karena lava gunung berapi itu kembali dengan sendirinya.


Kawah itu semakin penuh bahkan sudah hampir mengenai kaki Qia Qia dan Raja Qia Zi sehingga keduanya pun terbang dua ratus meter dari lokasinya.


Namun fenomena itu tidak sampai disana melainkan semua lava yang sempat mengering nuga ikut kembali karena lava suci ilahi milik Qia Qia melumerkan kembali kerak lava itu dan memasukkan kembali ke dalam kawah sehingga gurun pasir merah yang sebelumnya ada disana kini menghilang berganti dengan hamparan tanah hitam yang sangat luas.


"Qia apakah kau memiliki lava suci abadi?" Tanya Raja Qia Zi sambil menengok ke Qia Qia.


"Tidak ayah, lava suci abadi sudah di miliki oleh penguasa seratus galaksi dewa naga emas Long Tian sedangkan milikku lava suci ilahi" ucap Qia Qia dengan sangat sopan.


"Anakku kau sungguh beruntung, lava tertinggi ada padamu dan menyatu dengan mu, dan lava suci dewa ayah tidak ada apa apanya dibandingkan dengan lava suci ilahi itu" ucap Raja Qia Zi.


"Iya ayah. Dan sebaiknya ayah menggunakan kontrak dunia ini untuk merubah cuaca menjadi hujan agar rumput dan pepohonan kembali tumbuh" ucap Qia Qia dengan sangat sopan ke ayahnya itu.

__ADS_1


"Kau benar Nak dan sebaiknya kita ke atas awan terlebih dahulu sebelum ayah memanggil awan hitam." Ucal Raja Qia Zi sambil kemudian terbang melesat ke atas awan di ikuti oleh Qia Qia.


Sampainya di atas awan Raja Qia Zi langsung menggerakkan kedua tangannya ke atas kepalanya dengan posisi lurus ke atas dan kedua telapak tangannya menghadap ke atas dan dengan perlahan dia turunkan kembali.


Awan hitam tiba tiba memenuhi langit di bawah mereka berdua dan hujan pun turun dengan lebatnya.


"Ayah tidak bisa melakukan perubahan waktu, Qia apakah kau bisa?" Ucap Raja Qia Zi sambil tersenyum ke Qia Qia.


"Bisa ayah, mau berapa lama" ucap Qia Qia sambil tersenyum lebar.


"Qia rubah semaksimal kau bisa rubah, agar alam dunia lava ini kembali hijau" ucap Raja Qia Zi dengan ramah.


Qia Qia hanya tersenyum dan menunjuk ke bawahnya.


Cahaya putih transparan keluar dari dalam jari telunjuknya lalu menyebar dan menutup seluruh dunia lava persis mulai di bawah kakinya.


"Ayah di bawah kaki kita saat ini sudah berbeda seribu tahun jadi sebentar saja kita disini sudah cukup, dan Qia hanya menyeting agar berlaku satu hari saja." Ucap Qia Qia menjelaskan.


"Qia kau bisa merubah waktu selama itu?" Ucap Raja Qia Zi kaget.


"Benar ayah, tapi jangan khawatir dunia kecil ayah tidak terpengaruh kok, lihatlah ayah sudah mulai banjir daratannya jadi sebaiknya hujannya ayah hentikan saja ya" ucap Qia Qia sambil menunjuk ke arah gurun pasir itu yang kini sudah seperti lautan.


Raja Qia Zi langsung menggerakkan kedua tangannya dengan sangat cepat dan menghentikan perubahan cuaca yang dia lakukan. Mereka bisa melihat jika di bawah mereka tiba tiba gelap lalu terang dan kini mereka juga melihat jika gurun pasir itu mulai tertutup oleh rerumputan.


Banyak juga pepohonan mulai tumbuh di dunia lava yang sebelumnya adalah pasir berwarna merah yang sangat panas.

__ADS_1


"Ayah, kita akan menunggu di sini atau akan kembali  ke dunia kecil" ucap Qia Qia sambil tersenyum lebar memperlihatkan deretan giginya karena melihat jika ayahnya asyik melihat perubahan alam dunia lava.


__ADS_2