Di Batas Senja

Di Batas Senja
Eps. 10(rahasia Ali)


__ADS_3

Keesokan paginya..


Lily dan Raya mulai saling bungkam. Raya sudah menyapa duluan, namun sepertinya Lily tak mengindahkannya. Hingga setelah sarapan, Raya mengajak Manda jalan jalan ke sungai.


"Aku gak ikut ah, ntar dihadang warga lagi. Aku masih trauma dengan kejadian waktu itu. Sebaiknya aku di rumah saja. Oke!" Manda pun menolak ajakan Raya. Raya tak lagi mengajak Lily, karena sudah pasti akan ditolak.


"Ya sudah aku pergi sendiri!" Raya pun pamitan pada Manda untuk pergi ke sungai. Lily hanya melihat Raya sekilas, kemudian masuk ke kamar. Dia masih tak rela melihat kedekatan Raya dengan Ali.


Manda ternyata sengaja tidak ikut karena tidak ingin memperkeruh permusuhan antara Raya dan Lily yang baru saja dimulai. Manda tidak ingin memihak siapapun diantara mereka berdua. Manda ingin segera melenyapkan kesenjangan diantara Lily dan Raya. Karena Manda tau mereka adalah sahabat sejati. Masak harus hancur karena lelaki?


"Bang Ali..pesonamu sungguh bisa menghancurkan persahabatan kedua temanku ini!" gumam Manda.


Manda pun menemui Lily di kamar. Menurutnya semua bisa diatasi jika mereka saling membuka diri. Mungkin Raya bisa memahami itu. Tapi Lily? dia terlalu yakin dengan dirinya sendiri. Dengan tenang Manda mengajak Lily mengobrol. Manda hanya ingin tau apa sebenarnya yang dirasakan Lily. Apa benar dia sangat cemburu dengan kedekatan Raya dan Ali?


"Lily kenapa kamu seperti ini? ayolah! kita ini best friend!" Manda mulai mendekati Lily.


"Raya itu curang..kalau mau bersaing yang sportif donk!" jawab Lily.


"Maksud kamu bersaing apa? bersaing mendapatkan hatinya bang Ali? Kamu benar-benar menyukai bang Ali?" Manda sengaja memancing Lily agar mau bercerita.


"Isshhh..."Lily pun diam dan berpaling dari Manda.


"Tapi ly.. kemarin Raya perginya bareng aku. Kami berdua mencarimu karena kamu menghilang sejak siang. Dan tak sengaja ketemu bang Ali. Kami hanya penasaran dengan apa yang dilakukan oleh bang Ali, itu saja!" jelas Manda.


"Kamu membela Raya, iya kan?" Lily hanya menganggap pernyataan Manda sebagai dukungan buat Raya dan hanya memojokkannya saja.


"Bukan seperti itu ly.." Manda tak mampu menjelaskan lagi.

__ADS_1


"Sudahlah!" Lily beranjak dari tempat tidurnya dan keluar dari kamar meninggalkan Manda. Manda hanya terdiam menatap kepergian Lily.


🌿🌿🌿


Sementara itu..


Raya berjalan seorang diri menuju sungai. Dia melewati jalan pintas menuju sungai yang kapan hari ditemukannya. Raya tidak ingin bertemu warga di jalan. Raya menghirup udara pagi dalam dalam. Suasana yang menyenangkan menurutnya. Raya berjalan dengan sangat riang menuju sungai, melupakan sejenak masalahnya dengan Lily.


Tiba di sungai, Raya berpindah tempat dari tempat biasanya berendam. Karena saat ini disana lagi banyak ibu ibu yang mencuci pakaian. Meskipun sudah mempunyai sumur di rumahnya, ternyata para ibu di kampung ini masih sangat suka mencuci di sungai. Karena mereka bisa mencuci bersama sama sambil bergosip. Tuh kan Ibu ibu, tak jauh beda dengan yang ada di kota.


Raya mendekati air terjun yang tidak terlalu tinggi dan jauh dari ibu ibu yang sedang mencuci itu. Sungguh pemandangan yang masih asri menurutnya. Raya lupa jika dia tak membawa ponsel. Harusnya dia mengambil gambar pemandangan sebanyak banyaknya untuk diabadikan.


Raya menikmati kegiatannya bermain air, hingga suara ibu ibu yang mencuci itu tidak lagi didengar olehnya. Sepertinya ibu-ibu itu sudah pada pulang, pikir Raya. Raya kembali menikmati bermain air sendirian di sungai tersebut. Hingga..


"Hai.. Sendirian saja! Mana teman teman kamu?" Raya sangat terkejut dengan suara lelaki yang menyapanya. Raya pun menoleh.


"Bang Ali?" Raya tersenyum begitu tau Ali menyapanya. Ali membalas senyuman Raya dan mendekatinya.


"Silakan bang!" Raya mempersilakan Aku duduk di batu tersebut.


"Mana teman teman kamu?" tanya Ali lagi.


"Mereka tidak ingin keluar rumah. Trauma dengan kejadian waktu itu,katanya. Bang Ali sedang apa di sini?" Raya mulai penasaran dengan keberadaan Ali yang tiba tiba itu.


"Aku sedang mencari kayu bakar disebelah sana!" tunjuk Ali pada sebuah hutan yang tidak begitu rimbun. Raya pun menoleh ke arah petunjuk Ali.


"Karena tak sengaja melihat mu di sini, boleh kan aku menyapa?" Raya pun tersipu mendengar penuturan Ali. Raya hanya tersenyum.

__ADS_1


Suasana hening sesaat..


"Maaf soal semalam, kamu pasti melihat sesuatu yang tidak seharusnya." Ali pun membuka suara. Raya hanya memandangnya.


"Memangnya apa yang bang Ali lakukan? Bang Ali tidak sholat? Bang Ali menyembah selain Allah?" Raya pun mengulang pertanyaan yang semalam belum mendapatkan jawaban dari Ali.


"Sebenarnya hal itu..."


Ali pun menceritakan kejadian yang menimpa keluarganya beberapa puluh tahun yang lalu. Bahkan bisa dibilang sebelum Ali lahir, alias cerita nenek buyut. Awalnya Ali tak mempercayai nya, namun kejadian demi kejadian yang dialaminya dari kecil, mau tak mau Ali membenarkannya. Apalagi setelah satu persatu keluarganya pergi meninggalkannya. Ali semakin terpukul.


"Meninggalkan bang Ali maksudnya gimana bang?" Raya merasa aneh dengan penjelasan Ali. Seperti tidak masuk akal.


Semua wanita di keluarganya meninggal secara tidak wajar dan semua raganya menghilang. Sedangkan para lelaki harus memberikan sesembahan dalam kurun waktu tertentu. Jika dilanggar akan ada kejadian yang membahayakan pada lelaki tersebut.


Ali pernah mengalami kejadian tersebut pada ayahnya semasa masih hidup, hanya karena ayahnya lupa akan waktu dalam memberikan sesembahan. Sesuai pesan ayahnya jika Ali tidak boleh melupakan waktu kapan harus memberikan sesembahan. Semenjak Ali melakukan ritual tersebut, sampai sekarang Ali terselamatkan dari malapetaka.


"Kok bisa begitu bang?" tanya Raya.


"Entahlah..aku sendiri juga kurang tau!" Ali hanya menunduk memandang air yang mengalir di bawahnya.


"Lalu yang dibilang warga tentang musuh bebuyutan antara keluarga kita itu bagaimana bang? apa aku boleh mengetahuinya darimu?" Raya ingat jika pernah mendengar warga mengatakan hal itu saat Ali mencoba menyelamatkannya di hari itu.


"Soal itu aku tidak bisa menjelaskannya. Sebaiknya kamu tidak usah tau, lagipula itu masa lalu leluhur kita!" jawab Ali. Mereka pun terdiam lagi.


"Apa kamu hanya menghabiskan waktu merendam kakimu di sini? ayo naik ke atas sana, kamu akan melihat sesuatu yang menakjubkan !" Ali mengajak Raya ke sumber air terjun. Raya belum pernah ke sana karena menurut nya itu terlalu jauh. Namun karena Ali yang mengajaknya, Raya pun tak menyia-nyiakannya.


" Memangnya disana ada apa bang?" Raya semakin penasaran dengan apa yang dikatakan Ali.

__ADS_1


"Nanti kamu akan tau setelah sampai sana." jawab Ali.


Ali dan Raya melewati jalan setapak untuk sampai ke atas. Cukup terjal, namun tak dirasakan Raya karena Ali menggandeng tangannya agar tidak terjatuh.


__ADS_2