
Herman sangat gelisah dalam perjalanan menuju rumah gurunya. Kasus anaknya sangat rumit. Herman sangat yakin jika yang telah merusak kehormatan anaknya adalah makhluk dunia lain. Karena selama ini putrinya hanya di dalam kamar. Dan jika keluar pasti dikelilingi pengawal.
Herman yakin jika gurunya pasti bisa menerawang apa yang sudah terjadi pada putrinya. Meskipun Herman sudah berguru pada guru Noe, tapi dia tidak memiliki kekuatan lain selain hanya melakukan ritual sesembahan untuk kekayaan. Berbeda dengan kedua adiknya yang memiliki sedikit bakat lainnya.
"Kenapa aku masih bisa kecolongan seperti ini? Sepertinya aku terlalu menyepelekan hal ini!" Herman terus saja menggerutu sendiri di dalam mobil. Dia juga menyalahkan dirinya yang gagal untuk kedua kalinya dalam melindungi putrinya.
🪦🪦🪦
Di malam yang sama di suatu tempat...
"Ini adalah tempat terakhir yang aku datangi. Apa benar kamu bisa menelusuri perjalananku setelah ini?" Sastro sudah berada di sebuah apartemen tempat terakhir yang dia ingat saat mengikuti kekasihnya. Disana juga sudah ada Ali yang sebelumnya sudah janji akan membantu Sastro menemukan jasadnya.
Ali mengerahkan ilmunya untuk menerawang keberadaan jasad Sastro. Ali memang sudah memiliki kekuatan untuk menemui sesuatu yang hilang. Sejak kehilangan tunangannya saat itu, Ali selalu mempelajari ilmu menemukan seseorang yang sudah lama hilang, sekalipun itu benda yang tidak bernyawa.
"Aku sudah menemukannya.." Ali pun menghilang bersama dengan Sastro.
Ali dan Sastro sudah berada di sebuah hutan yang hanya diterangi cahaya rembulan. Sastro memperhatikan keadaan di sekelilingnya. Dia mulai ingat dengan tempat tersebut.
"Iya..aku pernah kesini. Disini mereka menguburkan ku." Sastro merasakan tubuhnya ada di sana tetapi tidak tau pasti di dalam tanah yang mana karena semua tampak sama.
"Jadi kamu benar pernah ke tempat ini? tapi bagaimana mungkin kamu tidak tahu dimana jasadmu berada?" Ali pun berpikir. Dia juga merasakan adanya banyak jasad manusia yang terkubur disini. Namun Ali juga tidak bisa begitu mengenali yang mana milik Sastro.
"Sepertinya banyak sekali mayat yang dikuburkan disini." ungkap Ali.
"Apakah mereka sama denganku?" tanya Sastro penasaran.
"Entahlah! yang pasti tempat ini lebih mirip dengan kuburan."jawab Ali.
Meskipun tanah di sana sangat rata dan bukanlah sebuah Kuburan, Ali merasakan jika banyak sekali mayat manusia yang tertimbun di sana. Namun tidak dikubur dengan selayaknya.
__ADS_1
"Sudahlah! terimakasih kamu sudah menolongku. Setidaknya aku sudah tahu dimana jasadku berada" ucap Sastro.
"Apa yang akan kamu lakukan sekarang?" tanya Ali yang melihat perubahan di wajah Sastro.
"Tentu saja aku akan balas dendam. Dari sini aku bisa tahu dimana mereka berada." Sastro langsung menghilang meninggalkan Ali.
Ali yang begitu saja ditinggalkan Sastro hanya bisa geleng kepala. Dia kemudian pulang ke kampung halamannya. Mungkin setelah ini dia akan sering menemui Raya melalui mimpinya.
🪦🪦🪦
Tak berapa lama Herman sudah tiba di rumah guru Noe. Herman langsung menuju ruang ritual gurunya tanpa menghiraukan beberapa asisten gurunya yang sudah melarangnya masuk karena guru Noe sedang melakukan ritual.
Karena sudah tidak sabar, Herman langsung membuka pintu ruang ritual gurunya. Namun siapa sangka sebuah sinar langsung menghempaskan tubuhnya hingga terpental jauh keluar ruangan.
"Awww....." Herman jatuh tersungkur. Anak buahnya segera membantunya berdiri.
"Sudah saya bilang, jangan mengganggu guru saat melakukan melakukan ritual." ucap salah satu asisten guru Noe.
"Berapa lama lagi guru Noe selesai melakukan ritual nya?." tanya Herman pada asisten gurunya.
"Bulan purnama sudah berakhir, seharusnya sebentar lagi juga sudah selesai." jawab asisten guru Noe.
Dan benar saja, tak berapa lama guru Noe mendatangi Herman.
"Apa yang kamu lakukan? kenapa kamu mengacaukan ritualku?" guru Noe pun marah kepada Herman. Herman gelagapan dan langsung meminta maaf pada gurunya.
"Maafkan saya guru, saya sudah salah. Saya hanya tidak sabar ingin menanyakan perihal putri saya."
"Memangnya apa lagi yang terjadi pada putrimu? kalau itu urusan dengan kedua adikmu, aku tidak bisa ikut campur. Kamu harus mengurusnya sendiri." ucap guru Noe.
__ADS_1
Herman pun menceritakannya semua yang terjadi pada putrinya saat ini. Herman sangat terpukul dengan kejadian yang menimpa putrinya. Dia ingin guru Noe membantunya mengetahui siapa dalang di balik semua kejadian yang menimpa putrinya tersebut.
Setelah memahami apa yang diceritakan Herman, guru Noe langsung kembali ke tempat ritualnya. Herman dan beberapa orang disana langsung mengikuti gurunya.
Guru Noe pun kembali melakukan ritual untuk mencari tahu siapa yang sudah melakukan perbuatan itu pada anak Herman. Namun ternyata guru Noe tidak menemukan apapun.
"Bawa aku ke rumahmu. Aku harus mendeteksinya di tempat kejadian." Atas perintah guru Noe, saat itu juga mereka pergi ke rumah Herman. Mereka pun sampai sebelum fajar menyingsing.
Saat itu juga guru Noe dan Herman langsung menuju kamar Siska. Saat itu Siska masih tidur. Herman langsung menyuruh pembantu yang berjaga untuk keluar kamar, begitu juga dengan pengawal lainnya.
Kini di dalam kamar hanya ada Herman, guru Noe dan juga Siska yang masih terlelap. Guru Noe segera melakukan ritual nya untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Guru Noe sangat terkejut dengan apa yang telah diketahuinya.
"Ada apa guru?" Herman sangat penasaran melihat gurunya yang begitu terkejut.
"Ini gawat! anakmu sudah menjadi istri iblis." jelas guru Noe.
"Apa? bagaimana bisa terjadi? putri saya tidak pernah pergi ke manapun selama ini" Herman semakin khawatir dengan putrinya. Bagaimana ceritanya Siska bisa menjadi pengantin iblis?
"Ini semua karena kedua adik kamu. Sepertinya mereka tidak akan pernah mengalah denganmu. Tapi maaf, aku tidak bisa membantumu jika ini adalah urusan keluarga. Kamu harus menyelesaikannya sendiri dengan kedua adikmu itu." Guru Noe memang tidak bisa berbuat apapun jika berurusan dengan sebuah keluarga karena ini memang pantangan untuk ritualnya.
"Dan untuk anakmu, dia hanya dijadikan wadah perkembangbiakan makhluk itu. Tiga bulan lagi dia akan melahirkan keturunan iblis dan bapaknya pasti akan datang untuk mengambil keturunan nya." jelas guru Noe lagi.
"Lalu apa yang bisa saya lakukan guru?" meskipun tahu gurunya tidak bisa membantu apapun tetapi Herman masih berharap jika gurunya menemuka sedikit petunjuk apa yang harus dilakukannya.
"Kedua adikmu itu sangat berbakat. Sekarang mereka bisa menentukan hidupnya sendiri dan tidak akan bergantung padamu lagi. Sebaiknya kamu berbaiklah pada mereka." saran guru Noe.
"Tapi saya tidak tahu keberadaan mereka setelah kejadian waktu itu." sesal Herman.
"Mereka tidak berada jauh dari sini. Sepertinya mereka sengaja ingin menghukum kamu melalui putrimu. Hahaaa...." guru Noe pun pergi meninggalkan kamar Siska dan pulang.
__ADS_1
Herman sangat murka terhadap kedua adiknya. Dia tidak pernah berharap akan mengemis kepada kedua adiknya itu. Apalagi setelah kejadian yang menimpa putrinya saat ini.
"Ini semua karena kalian berdua. Aku tidak akan membiarkan ini terjadi. Kalian harus menanggung akibatnya karena sudah mempermainkan putriku!"