Di Batas Senja

Di Batas Senja
Eps 72 (Kehilangan kesucian)


__ADS_3

Malam bulan purnama telah tiba..


"Mas..apa kamu yakin bisa melakukannya kali ini?"meskipun sudah percaya dengan kakaknya, Agus sedikit khawatir jika rencananya akan gagal seperti sebelumnya. Apalagi permintaan tuan barunya sungguh bersyarat.


"Kita pasti bisa melakukannya..Kamu percayakan saja semua padaku. Mas Herman tidak akan pernah menyangka jika kita akan kembali bergerak. Pasti mas Herman mengira kita sudah mati setelah kejadian waktu itu." Bayu sangat percaya diri bisa memberikan sesembahan yang terbaik sesuai kesepakatannya dengan iblis yang ditemuinya di hutan terlarang.


Dengan kemampuannya, Bayu berusaha menculik Siska, putri kesayangan kakaknya yang telah disembunyikan dari mereka sebelumnya. Bukan hal yang sulit untuk Bayu melakukan hal ini. Semua tergantung kesempatan dan keberuntungan.


Bayu membuka ilmunya menerobos alam bawah sadar untuk pergi ke rumah kakaknya. Bayu pun berhasil, usahanya tidak sia sia. Sekali tembus langsung ke kamar Siska. Bayu tersenyum sinis. Usahanya sangat lancar tanpa halangan.


🪦🪦🪦


Di suatu tempat....


"Siapa kamu? berhenti mengejar ku!" Siska merasa tubuhnya lelah dan sakit setelah berusaha berlari sekuat tenaga menghindari kejaran sosok misterius.


Siska sudah berada di sebuah hutan yang sepertinya masih alami. Dia sangat ketakutan, dengan sekuat tenaga berteriak meminta pertolongan.


Sesuatu yang pernah dialaminya kini terulang kembali. Dan sepertinya saat ini sudah tidak ada kesempatan lagi menghindar. Siapa lagi yang akan menolongnya kali ini?


"Kemarilah..kamu adalah milikku. Kamu sudah menjadi milikku sekarang." Sosok hitam besar itu sudah berhasil mendekati Siska. Siska sudah tidak bisa berkutik. Suaranya tercekat, dia tidak bisa berteriak lagi untuk meminta tolong. Kakinya juga sudah lemas, tidak mempunyai kekuatan lagi untuk berlari.


Siska hanya bisa menangis, dalam hati hanya bisa memanggil nama papanya. Namun apa daya, dimana papanya sekarang dia sendiri tidak tahu. Siska hanya bisa bersandar pada pohon besar di belakangnya. Dia tidak bisa membayangkan apa yang akan dilaluinya setelah ini.


🪦🪦🪦


"Lihatlah apa yang kubawa ini?" Bayu meletakkan tubuh seorang gadis di atas ranjang. Dia pun kembali ke raganya. Agus memperhatikannya sejenak dan begitu kaget setelah tahu siapa gadis yang dibawa kakaknya itu.

__ADS_1


"Dia benar anaknya mas Herman?" Agus heran sekaligus senang. Ternyata kakaknya sudah bisa memindahkan fisik orang lain dengan rohnya.


"Mas Herman memang ceroboh. Dia sama sekali tidak memberikan perlindungan pada putrinya sendiri, setelah kejadian waktu itu. Sekarang entah dimana dia.." Bayu pun tertawa puas begitu juga dengan Agus.


Siska pun mulai bergerak, tapi tubuh lemahnya tidak cukup kuat untuk memberontak. Suasana sangat gelap sehingga Siska tidak bisa melihat apapun yang ada di sana. Berbeda dengan suasana saat dikejar makhluk hitam tadi. Kali ini lebih sedikit tenang meskipun gelap.


Bayu dan Agus tak banyak mengeluarkan suara. Mereka segera melakukan pemanggilan kepada tuannya. Tiba-tiba sebuah bola api datang dan melayang di atas tubuh Siska, Bayu dan Agus segera keluar dari kamar tersebut setelah tuannya datang. Mereka sudah diperintahkan untuk tidak melihat apapun yang akan dilakukan tuannya.


Siska sangat ketakutan setelah tahu bola api itu berubah wujud. Meskipun dalam keadaan gelap, Siska masih mengenali suara tersebut. Dia adalah sosok hitam besar yang tadi mengejarnya. Siska ketakutan hingga tak sadarkan diri lagi.


Bola api yang berubah menjadi sosok hitam besar itu memulai aksinya dengan menindih tubuh Siska. Ternyata dia mencari pasangan untuk meneruskan garis keturunannya. Dan mereka yang dipilih adalah manusia yang masih gadis.


Sosok itupun sangat puas setelah melakukan aksinya. Dia terus membelai wajah Siska. Setelah sekian lama ternyata bisa mendapatkan bangsa manusia lagi untuk meneruskan garis keturunannya.


Sosok itu sangat tertarik dengan wajah manis Siska, sepertinya sosok itu ingin memilikinya seutuhnya. Namun tempat tinggalnya saat ini sedang bergejolak, jadi tidak mungkin baginya untuk membawa bangsa manusia ke alamnya.


Perasaan kali ini memang sungguh berbeda. Bayu dan Agus tidak menyangka jika nasib baik masih berpihak pada mereka.


"Aku sudah selesai. Kalian urus selanjutnya. Untuk permintaan kalian berikutnya, kalian siapkan saja yang seperti ini di bulan purnama berikutnya. Ingat, jika kalian memanipulasi, kalian akan tanggung akibatnya. Haaaa....."


Suara berat itu menggema di penjuru ruangan. Bayu dan Agus yang tadinya masih santai, menjadi kaget dan langsung berlari menuju kamarnya.


"Sudah selesai mas? coba di cek!" Agus masih belum berani memastikan sehingga meminta kakaknya untuk mengecek keadaan Siska.


"Biarkan wanita itu melahirkan anakku. Tiga bulan lagi aku sendiri yang akan mengambil keturunanku." ternyata sosok itu masih belum menghilang dan memberikan pesan terakhir kepada Bayu dan Agus.


"Dia tidak seperti sosok sebelumnya yang menginginkan nyawa wanita untuk dijadikan budak. Tetapi hanya ingin menambah keturunannya dari manusia." Bayu pun mulai mengerti kenapa Siska masih bernyawa.

__ADS_1


Bayu kemudian mengembalikan Siska ke rumahnya sama seperti waktu dia mengambilnya tadi. Tak butuh waktu lama Bayu sudah kembali.


"Apa yang kita dapatkan setelah ini mas?" tanya Agus penasaran.


"Kita tidak mendapatkan apapun saat ini, karena sesembahan kali ini sebagai ganti aku di kembalikan dari hutan terlarang waktu itu." jawab Bayu. Agus pun mengerti.


"Jika kita menginginkan sesuatu selanjutnya, maka kita harus menyediakan rahim baru yang masih tersegel untuk menambah garis keturunannya. Kita masih harus sabar." ucap Bayu lagi.


Bayu dan Agus tertawa bahagia. Mereka sudah merencanakan semua keinginannya untuk menjalani kehidupan selanjutnya. Kini mereka tidak akan bergantung lagi pada kakaknya yang sudah membohonginya selama ini.


🌻🌻🌻


Siska akhirnya tersadar setelah mendengar suara papanya. Dia pun menangis di pelukan papanya. Herman sangat heran melihat ketakutan dalam diri putrinya itu.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Herman mengelus punggung putrinya agar tenang.


"Aku sudah ternodai papa. Sosok hitam itu sudah menodaiku." Siska menangis sesenggukan membuat Herman kaget sekaligus marah. Meskipun belum tahu hal yang sebenarnya, tapi kata kata Siska sudah membuatnya mengerti jika hal ini sangat tidak masuk akal.


"Ceritakan yang jelas sayang, ada apa sebenarnya?" Herman masih belum yakin dengan apa yang dikatakan putrinya.


"Makhluk itu, dia sudah mengambil kesucian ku!" Siska semakin keras dalam menangis.


"Siapa yang sudah melakukan ini terhadap mu?" Herman semakin marah, apalagi Siska hanya menggelengkan kepalanya dan bilang tidak tahu.


Herman pun meminta anak buahnya untuk segera menyalakan mobil. Herman ingin langsung ke tempat gurunya dan menanyakan tentang semua ini. Herman yakin gurunya pasti tahu apa yang sudah terjadi pada keluarganya.


Herman pun meminta beberapa pengawal lainnya untuk berjaga di depan kamar Siska. Begitu juga dengan beberapa pembantu agar tidak meninggalkan putrinya sendirian. Herman segera berangkat menemui gurunya.

__ADS_1


__ADS_2