
Ternyata sejak tadi Lily memperhatikan Raya dan Ali dari samping rumah. Dia sangat kesal melihat Raya semakin dekat dengan Ali. Lily merasakan cemburu pada mereka.
Mulai saat ini Lily benar benar telah mengibarkan bendera perang pada Raya. Dia sudah tidak bisa menahan emosinya lagi. Lily tak mau kalah dengan Raya untuk mendekati Ali.
Lily merasa dialah yang pertama kali melihat Ali. Jadi harusnya dia yang bisa lebih dekat dengan Ali. Lagipula sejak awal bertemu, Lily merasa sudah ada hati dengan Ali. Raya yang awalnya cuek, kenapa sekarang justru mendekati Ali juga? Lily tidak terima dengan sikap Raya yang seolah olah tak peduli dengan Ali, tapi nyatanya justru mendekatinya sendirian dan mencuri start.
Lily pun mengepalkan kedua tangannya.
Setelah Ali pamitan untuk pulang, Lily mengikuti Ali tanpa sepengetahuannya. Lily mengikuti Ali sampai tiba di rumah dan menatap Ali sampai menghilang di samping rumah.
Lily hanya bisa berdiri di balik pohon yang ada di halaman rumah Ali.
Lama Lily berdiri di balik pohon, berharap Ali keluar sehingga Lily bisa memandangnya. Namun sepertinya Lily tak berani mendekati Ali, dia hanya bisa memandang Ali dari jauh saja. Sudah lama Lily menanti, Ali tak kunjung menampakkan diri.
Senja telah tiba, langit berubah warna menjadi orange dan suasana hampir gelap.Kumandang adzan Magrib dari surau sayup sayup mulai terdengar. Karena rumah Ali agak jauh dari surau, suara adzan tak terdengar begitu jelas.
Lily masih setia berdiri di balik pohon dan memperhatikan rumah Ali.
Tiba tiba..Lily merasakan kehadiran seseorang dari belakang. Lily sangat terkejut dibuatnya. Namun saat melihat ke belakang, ternyata orang tersebut adalah Ali, Lily pun tersenyum. Lily berbalik dan memandang wajah Ali dengan tersipu.
"Heh..apa yang kamu lakukan? pergi!"
Lily tersentak mendengar suara itu. Suara yang dikenalnya. Lily langsung menengok ke arah sumber suara.
Lily melihat Ali berdiri tak jauh dari tempatnya. Lily menjadi heran dan mulai ketakutan. Jika memang Ali berdiri di sana, lalu siapa yang ada di dekatnya?
Tubuh Lily pun gemetar, dia memaksakan diri menatap orang yang tadi ada di depannya tersebut.
"Aaakkkhhh...."
Lily pun menjerit sekencang kencangnya. Sosok yang disangka Lily adalah Ali ternyata adalah makhluk buruk rupa yang tak berbentuk. Karena terkejut dengan teriakan Lily, makhluk itupun pergi menghilang. Hampir saja Lily kecolongan.
__ADS_1
Lily merasa malu pada Ali dan langsung berlari pulang ke rumah nenek Sari. Ali terus memandangi Lily.
๐ฟ๐ฟ๐ฟ
Sementara itu dirumah nenek Sari..
Raya dan Manda semakin mencemaskan Lily. Kemarin Lily menghilang, namun saat senja dia sudah ada di dalam rumah. Tapi kini?
"Nenek sudah pulang?" Raya pun menghampiri nenek Sari yang baru saja tiba di rumah.
"Kenapa kalian masih di luar? cepat masuk sudah magrib!" nenek Sari meminta Raya dan Manda segera masuk ke dalam rumah.
"Lily belum pulang nek?" ucap Raya masih mencemaskan Lily.
"Sebentar lagi pasti pulang!" Nenek Sari pun tersenyum sambil berdiri di depan pintu. Manda yang dari tadi memandang nenek Sari menjadi heran.
Namun tak lama kemudian, Lily pulang dengan raut muka kesal namun menangis. Saat hendak masuk ke dalam rumah, Lily menatap nenek Sari dengan sinis. Nenek Sari pun tersenyum pada Lily. Manda yang masih memperhatikan semakin merasa ada kejanggalan.
Raya pun mengejar Lily sampai ke kamar.
"Eh..iya nek!" Manda bergegas masuk dan menutup pintu.
Raya masuk ke dalam kamar dan melihat Lily sudah meringkuk di sudut ruangan. Raya pun menghampiri Lily.
"Lily..Kamu kenapa?" Raya ikut berjongkok di samping Lily dan berusaha menenangkannya. Sepertinya Lily mengalami sesuatu di luar sana. Saat Lily berbalik dan menatap Raya..
" Astaghfirullah..." Raya sangat terkejut melihat perubahan wajah Lily.Lily yang melihat Raya di depannya, langsung mencekiknya.
Manda yang baru datang menjadi histeris. Dia juga teriak melihat Raya dicekik oleh Lily.
Ali langsung datang menolong Raya, Sepertinya Manda belum mengunci pintu hingga Ali bisa masuk.
__ADS_1
Ali pun menarik Lily, berusaha melepaskan cekikan tangan Lily pada Raya. Setelah terlepas,Ali langsung menjambak rambut Lily karena melawan. Manda pun membawa Raya untuk menyingkir. Mereka menyerahkan semua pada Ali.
Ali pun membacakan sesuatu pada Lily. Lily berteriak dan memberontak. Setelah beberapa saat, Lily mulai tenang. Ali membiarkan Lily tergeletak di lantai. Ali pun segera pamitan pada Raya dan Manda.
"Kamu gapapa kan? teman kamu sudah baik baik saja! Aku pulang dulu. Ingat ya..jangan keluar saat senja telah tiba." Kata Ali.
"Terimakasih bang!" ucap Raya dan Manda secara bersamaan. Ali pun mengangguk.
Ali keluar dari rumah nenek Sari. Saat melewati teras dia melihat nenek Sari tersenyum padanya. Ali bergegas meninggalkan rumah tersebut dan kembali ke rumahnya.
Raya masih memegang lehernya yang nyeri akibat cekikan tangan Lily. Kuku panjang Lily sempat melukainya. Manda pun membantu Raya memasangkan plester pada luka tersebut.
Raya dan Manda segera mengangkat tubuh Lily dan membaringkannya di ranjang. Mereka pun kelelahan dan akhirnya tertidur.
๐ฟ๐ฟ๐ฟ
Keesokan paginya...
Raya, Lily dan Manda sudah bersiap hendak pulang ke kota. Mereka sudah tidak nyaman tinggal di sana. Karena setiap pagi nenek Sari sudah tidak ada di rumah dan semalam Raya juga belum sempat pamitan, akhirnya Raya meninggalkan surat pada neneknya tersebut. Yang isinya mereka bertiga akan kembali ke kota dan minta maaf karena tidak sempat pamitan.
Raya segera memasukkan tasnya ke dalam mobil. Dia terkejut saat menutup pintu belakang mobil, karena tiba tiba Nina sudah berdiri di sampingnya.
"Ada apa? kami sudah mau kembali ke kota. Kamu dan warga lainnya tidak perlu risau." ucap Raya pada Nina.
"Aku tau kamu pasti marah padaku, aku punya alasan untuk itu. Maafkan aku karena saat itu langsung lapor pada ayahku sehingga beliau langsung memarahi kalian. Bisa aku bicara sebentar? ada sesuatu yang ingin aku sampaikan!" Nina mengajak Raya ke suatu tempat. Dia tidak sempat pamitan pada Lily dan Manda.
Nina mengajak Raya mengunjungi sebuah makam. Mereka pun melakukan ziarah terlebih dahulu. Raya mengikuti apa yang dilakukan Nina tanpa banyak tanya. Setelah selesai barulah Raya bertanya pada Nina.
"Ini makam siapa?" tanya Raya saat masih berdiri di samping makam tersebut.
"Ini makam kakakku, Tata. Dia tunangannya bang Ali!" jelas Nina. Raya sungguh terkejut mendengarnya, dia pun menatap kembali makam tersebut dan melihat tulisan pada nisannya. Selisih umur 2 tahun dengan Raya.
__ADS_1
"Apa yang terjadi dengan kakak kamu?" tanya Raya lagi.
"Dia menghilang secara misterius. Dan ditemukan seminggu kemudian dalam keadaan tak bernyawa!"