Di Batas Senja

Di Batas Senja
Eps 89 (upacara pernikahan 3)


__ADS_3

Upacara pernikahan digelar di Aula kerajaan. Kedua pasangan pengantin sudah siap menjalani serangkaian proses upacara. Bayu dan Agus tidak banyak bertanya. Mereka mengikuti semua instruksi yang diberikan.


Bayu dan Agus sama sekali tidak penasaran dengan pengantin wanitanya. Bagi Bayu, pengantin wanita ataupun dayangnya sama saja . Sama-sama wanita yang hanya bisa memuaskan nafsunya saja. Sedangkan bagi Agus, dia sudah punya rencana tersendiri untuk pengantin wanita nya itu .


Upacara pernikahan berlangsung selama satu jam lamanya. Setelah jamuan selesai sudah saatnya kedua pasangan mempelai memasuki kamar pengantin masing-masing.


Di kamar Bayu, Lusia yang terkenal sangat arogan hanya bisa diam tanpa memberontak saat Bayu mulai melancarkan aksinya sebagai suami. Bayu tak tanggung-tanggung langsung melakukan malam pertama. Apalagi suasana sepi yang sangat mendukung.


Lusia selama ini terkenal sangat dingin dan sombong di kerajaan. Sifat angkuhnya membuat semua bawahan harus tunduk dan hormat padanya. Jika membangkang maka Lusia tidak akan segan untuk menghilangkannya tanpa jejak.


Lusia tidak kalah cantik dengan Sofia, hanya saja kepribadian mereka yang membedakannya. Jika Sofia sangat tertutup dan lebih suka menyendiri, maka Lusia lebih suka memasang muka dan menindas kaumnya yang lemah. Karena itu dia terkenal dengan putri yang arogan. Namun dari semua itu Lusia masih takut terhadap kakaknya yaitu sang raja iblis dan juga sangat hormat dan segan pada ibu suri.


Seperti saat ini, setelah mendapat petuah dari sang suri, Lusia hanya pasrah menjadi istri dari Bayu. Lusia yang tidak pernah dekat dengan lelaki manapun kini harus siap melayani suaminya.


Malam itu Bayu sangat semangat menikmati tubuh istrinya yang cantik itu. Meskipun sebelumnya Bayu sangat dimanjakan oleh dayang dayang, kini dia harus lebih agresif karena istrinya tidak begitu gairah saat berhubungan dengannya.


Bayu hanya tidak menyangka jika ternyata seorang putri kerajaan sangatlah cantik rupawan. Tubuhnya sangatlah indah jika dibandingkan dengan para dayang itu. Bayu semakin menggebu menikmati tubuh istrinya yang sudah sah itu.


Lusia terpaksa menyerahkan tubuhnya untuk digauli suaminya hanya demi untuk mendapatkan seorang anak berketurunan manusia sesuai dengan perintah sang ibu suri. Sifat arogan dan suka memberontak dari diri Lusia kini telah hilang , kalah dengan yang namanya suami istri.

__ADS_1


Lusia yang tidak berpengalaman dalam berhubungan , tentu saja hanya diam saja merasakan sentuhan dari Bayu. Kekuasaan yang biasanya digunakan untuk menindas orang lemah, kini tidak berguna di hadapan Bayu. Lama kelamaan Lusia mulai menikmati sentuhan dari Bayu.


Bayu tersenyum menyeringai. Tak mungkin baginya untuk tidak bisa menaklukan hati wanita. Bayu memainkan tubuh Lusia dengan lembut sehingga membuat Lusia nyaman dan sangat menikmatinya.


Malam itu menjadi malam yang panas bagi Bayu dan Lusia. Lusia sudah meruntuhkan pertahanannya sendiri yang dia bangun dengan sangat kokoh. Ternyata Bayu memang bisa menaklukkan siapa saja termasuk yang mempunyai hati sekeras batu.


Selama ini kaum iblis ingin mendekati manusia karena ingin memperbaiki keturunannya. Namun karena minimnya ilmu, mereka hanya bisa mendekat tanpa menyentuh.


Sang raja iblis yang sudah memiliki kekuatan yang sebelumnya masih enggan melaksanakan hubungan dengan manusia, ternyata membuat suatu gebrakan serius. Siapa sangka jika pertemuan nya dengan Bayu justru membuatnya kenal dengan Siska dan langsung jatuh cinta. Dan kini dia bisa mendapatkan Siska dengan mudahnya.


Raja iblis menjanjikan apapun yang diinginkan oleh Siska kecuali keinginan untuk kembali ke alam manusia. Saat itu Siska sudah tidak bisa berbuat apapun karena dia juga tidak tahu caranya pulang. Meskipun merasa kesepian diantara keramaian kerajaan, kini hatinya cukup lega karena ada kedua pamannya disana yang menemaninya.


Sofia masih diam duduk di tepi ranjang. Dia tidak menyangka jika diabaikan oleh suaminya sendiri. Karena sifat pemalu nya,Sofia tidak berani untuk mendekati Agus. Dia masih berpakaian pengantin lengkap dan tidak membuka tudung di kepalanya.


Agus yang sedang melamun tiba-tiba teringat akan Sofia. Malam ini dia sudah janjian dengan Sofia akan ketemuan di taman. Agus pun bergegas keluar kamar tanpa pamitan pada Sofia yang masih diam di tepi ranjang.


Agus langsung menuju ke taman. Hari telah larut, Agus tidak tahu apakah Sofia akan menunggunya atau tidak. Suasana taman sudah sepi, semua tamu lebih memilih kembali ke aula karena semua makanan tersaji di sana. Jadi semua tamu yang diijinkan menikmati indahnya istana terpaksa kembali ke aula karena takut kesasar di dalam istana.


Agus duduk di kursi taman, berharap Sofia akan datang menemuinya. Namun lama dia menunggu, Sofia tak kunjung tiba.

__ADS_1


"Apakah aku kemalaman? Apakah dia sudah menungguku dari tadi dan sekarang sudah kembali karena aku tidak datang? " Agus merutuki dirinya sendiri karena melupakan janjiannya dengan Sofia.


Lama Agus duduk di kursi taman. Suasana dingin mulai menusuk kulitnya. Karena tidak tahan, dia pun kembali ke kamarnya. Mungkin besok malam dia akan kembali ke taman lebih awal agar tidak membuat Sofia menunggu.


Agus sangat terkejut setelah membuka pintu kamarnya. Dia tertegun melihat Sofia duduk di depan meja rias masih lengkap dengan baju pengantinnya yang sudah tanpa tudung di kepala.


"Sofia.." Sapa Agus secara spontan.


Sofia yang merasa namanya dipanggil tentu saja langsung menoleh. Dia langsung berdiri karena terkejut ternyata Agus mengenalinya dengan dandanan seperti itu.


"Aku mencari mu di taman.." ucap Agus terbata bata, merasa malu karena tadi sudah mengabaikan Sofia yang ternyata adalah pengantinnya tanpa dia lihat sebelumnya.


"Jadi kamu adalah seorang putri bukan dayang?" tanya Agus mulai mendekati Sofia . Sofia hanya mengangguk dan tersenyum malu. Entah kenapa Agus tiba-tiba berdesir saat mendekati Sofia.


"Kenapa aku seperti ini? Kenapa ada perasaan aneh yang bergejolak di tubuhku? Apa mungkin aku jatuh cinta lagi?" batin Agus. Dia memang tidak mengerti mengapa bertemu dengan Sofia justru membuatnya merasakan apa yang pernah dia rasakan saat bertemu dengan Rossi untuk pertama kalinya.


Agus dan Sofia mulai canggung. Mereka masih diam dalam angan-angan nya masing-masing. Apalagi Sofia yang memang sudah memiliki perasaan pada Agus sejak pertama kali bertemu.


Agus yang mulai sadar akan rasa canggungnya, akhirnya mulai menetralisir suasana. Karena sebelumnya sudah merasa akrab, dia mencoba berkomunikasi dengan baik. Dan Sofia pun mengimbanginya.

__ADS_1


Malam itu mereka lakukan dengan mengobrol di atas ranjang. Karena sudah saatnya istirahat dan mereka berdua juga lelah setelah upacara pernikahan tadi. Akhirnya mereka berdua pun terlelap dalam mimpi masing-masing.


__ADS_2