Di Batas Senja

Di Batas Senja
Eps 131 ( Melarikan Diri 2)


__ADS_3

Sementara itu di tempat Raya berada, sang raja iblis masih berdiam diri menunggu Raya bereaksi. Sang raja iblis sudah melamar Raya secara pribadi tetapi ditolak oleh Raya. Raja iblis yang tidak pernah berbuat kasar kepada siapapun , kini menjadi kalap karena penolakan secara terang-terangan oleh Raya.


"Kita bangsa beda alam, tidak bisa bersatu. Sebaiknya urungkan niat anda untuk menikahi bangsa manusia. Kita punya kehidupan masing-masing yang berbeda dan anda bisa menikahi bangsa anda sendiri." ucap Raya yang ternyata membuat raja iblis semakin murka karena dibutakan oleh cinta.


Raja iblis yang dulu pernah bersumpah hanya akan memilih satu bangsa manusia dan akan setia selamanya kepada pilihannya, kini harus menelan ludahnya sendiri setelah melihat ternyata ada wanita lain yang lebih menarik perhatiannya selain permaisurinya. Namun raja iblis sangat marah dan kecewa karena cintanya ditolak mentah-mentah oleh Raya.


"Aku pasti akan menaklukkan mu. Tunggu ibu suri sembuh dari penyakitnya. Aku pastikan kamu akan menjadi milikku selamanya. Hahaha...." sang raja iblis sangat percaya diri. Namun dia langsung berhenti tertawa setelah mendapat berita dari pengawalnya tentang keberadaan permaisurinya di hutan dan membawa para pangeran.


Raya yang mendengar pembicaraan sang raja dengan pengawalnya menjadi tersentak. Bukankah Siska sudah kembali ke dunia manusia seperti yang dikatakan oleh raja beberapa waktu yang lalu? Kenapa sekarang ada berita jika permaisuri sedang bersama anak-anak nya? Raya masih diam dan mendengarkan dengan seksama kelanjutan pembicaraan sang raja dengan pengawalnya.


"Bagaimana bisa sang permaisuri datang kembali kesini?" sang raja langsung bangkit dan memerintahkan pengawalnya untuk menjaga ketat ruangan yang ditempati Raya. Raja pun langsung meninggalkan Raya begitu saja.


Melihat kepergian Raja iblis, Raya merasa lega. Dia pun segera berdiri dan mencari sesuatu di ruangan tersebut.


"Tidak mungkin di istana sebagus ini tidak ada benda berharga." Entah benda berharga apa yang diinginkan Raya, hingga dia akhirnya berpura-pura tidur di ranjang setelah mendengar pintu dibuka.


"Ray bangun..."


Terdengar oleh Raya suara seorang lelaki yang sangat familiar. Namun Raya mengabaikannya, karena tidak mungkin orang itu ada di hadapannya.


"Ray..Bangun!"

__ADS_1


Terdengar lagi suara lelaki yang sudah membuat hatinya meleleh. Raya membuka matanya perlahan untuk memastikan jika tebakannya benar. Dan ketika Raya melihat wajah Ali ada di hadapannya, tentu saja Raya sangat terkejut dan juga senang hingga membuatnya hampir saja berteriak. Namun Ali segera membekap mulut Raya agar tidak berteriak.


"Bang Ali?" Raya langsung membenarkan posisi duduknya dan tersenyum senang karena bisa melihat Ali.


"Jangan berteriak. Kita harus segera meninggalkan tempat ini." ucap Ali ingin menggendong Raya karena berpikir saat itu Raya pasti sedang dalam kondisi yang kurang baik.


"Aku baik baik saja bang..Tadi hanya pura pura.." candaan Raya tentu saja membuat Ali salah tingkah.


"Bagaimana bang Ali bisa sampai sini?" tanya Raya penasaran.


"Ayo kita pergi dari sini terlebih dahulu. Nanti aku ceritakan jika sudah ada kesempatan. Kamu bisa memimpin doa seperti waktu itu kan? Sepertinya kita hanya bisa kembali ke dunia manusia dengan cara seperti waktu itu." pinta Ali pada Raya karena dia dan yang lainnya sudah sepakat akan mencari jalan pulang sendiri sendiri dan cara yang lebih efisien hanyalah dengan membaca ayat suci Al-Qur'an dengan khusyuk.


"Kami kesini bersamaan. Ada Lily dan Ilham juga." jelas Ali.


"Apa?" Raya sungguh terkejut. Dia tak menyangka jika Ilham dan Lily juga ada di kerajaan Iblis.


Ali kemudian menceritakan apa yang sudah mereka alami sebelumnya dan sepakat akan kembali ke dunia manusia masing-masing dengan cara tersendiri. Namun melihat situasi yang kurang menyenangkan ini membuat Raya tidak ingin kembali ke dunia manusia terlebih dahulu. Dia harus menyelamatkan Siska karena sekarang mereka adalah saudara. Disamping itu Siska juga bersama keenam anak kandungnya. Raya tidak mau untuk tidak peduli dengan keponakannya yang lucu-lucu itu. Ali pun mengerti dan kini mencari jalan keluar dari rumah tersebut.


Sebelumnya Ali bisa masuk untuk menemui Raya karena salah satu penjaga di depan pintu ada kepentingan mendesak dan kebetulan ada Ali, jadi memintanya untuk menggantikannya sementara. Sedangkan saat berjaga ternyata penjaga yang satunya pamit untuk istirahat sebentar karena dirasa situasi sangat aman, jadi memintanya untuk berjaga secara bergantian. Ali pun menyanggupinya dan merupakan kesempatan baginya untuk bisa masuk menemui Raya.


Namun kini sepertinya kedua penjaga itu telah kembali karena mereka sangat berisik menyalahkan Ali yang sudah tidak ada di depan pintu.

__ADS_1


"Kita harus memastikan jika selir yang mulia raja masih ada di dalam."


Mendengar ucapan pengawal tersebut tentu saja membuat Raya dan Ali menjadi panik. Raya pun kembali berpura-pura tidur, sedangkan Ali bersembunyi di balik tirai.


"Baguslah jika yang mulia selir masih ada di dalam. Hampir saja.." Kedua pengawal itupun kembali menutup pintu untuk berjaga di luar. Namun mereka masih bergosip tentang Ali yang sudah meninggalkan tugasnya untuk berjaga.


Raya dan Ali segera mencari cara untuk keluar. Namun ternyata ruangan tersebut tidak ada jendelanya sama sekali. Jadi mereka tidak bisa kabur melalui jendela. Hanya ada satu pintu sebagai tempat keluar masuk dan diluar sana sedang ada petugas yang berjaga.


"Jadi bagaiman Bang?" Raya juga tidak punya ide lagi. Ali pun mencoba mencari celah celah yang mungkin bisa dijadikan jalan keluar.


Setelah menyelidiki semua dinding ruangan, Ali menemukan sebuah pintu rahasia dibalik lemari. Raya ikut mendekat dan saling berpandangan dengan Ali. Mereka berdua ragu apakah itu jalan keluar atau justru hanya ruang kosong untuk bersembunyi. Agar tidak penasaran, Raya dan Ali akhirnya memasuki pintu tersebut. Namun sebelumnya mereka mengembalikan posisi almari yang menutupi pintu tersebut.


Ternyata dibalik pintu tersebut adalah lorong yang sangat panjang . Karena tidak ada ventilasi, tentu saja udara menjadi pengap. Namun Ali dan Raya sudah terlanjur masuk lebih dalam dan dalam lagi.


"Tempat apa ini bang? kenapa hanya lorong panjang?" Raya meraih lengan Ali untuk berlindung. Ali membiarkannya dan justru menggenggam tangan Raya erat agar Raya tidak berjalan jauh darinya.


Beberapa lamanya akhirnya suhu ruangan berubah. Hembusan angin mulai dirasakan oleh Ali dan Raya . Mereka pun tersenyum senang.


"Sepertinya ini adalah jalan rahasia. Semoga kita bisa keluar dari tempat ini." ucap Ali membuat Raya sedikit lebih tenang. Mereka melanjutkan jalannya kembali hingga menemukan sebuah cahaya terang di depan mereka


" Ini memang jalan keluar, tapi kita dimana sekarang aku tidak tahu!"

__ADS_1


__ADS_2