Di Batas Senja

Di Batas Senja
Eps 74 ( Pembalasan dendam)


__ADS_3

Hari ini Ilham sudah mulai beraktifitas di sekolah. Dia sudah sembuh total jadi tidak ingin berlama-lama untuk bermalas-malasan di rumah. Kemarin Ilham kembali ke kota dengan diantar kedua orangtuanya.


Karena sampai di kota sudah sore, kyai Arifin dan istrinya pun menginap di kosan Ilham. Sekalian ingin berkunjung ke rumah papa Sigit yang lokasinya tidak begitu jauh dengan kosan Ilham. Karena Ilham sudah masuk sekolah jadi kyai Arifin dan istrinya hanya berdua berkunjung ke rumah papa Sigit dengan alamat yang sudah di share.


Karena semalam sudah mendapat kabar jika kyai Arifin ingin berkunjung ke rumahnya, papa Sigit khusus untuk hari ini sudah ijin tidak masuk kerja. Papa Sigit dan mama Rosi menunggu kedatangan kyai Arifin dan istrinya di teras rumah. Sedangkan Raya sudah pamit juga ke sekolah.


"Assalamualaikum.." Kyai Arifin tiba dan disambut baik oleh papa Sigit dan mama Rossi.


Setelah dipersilahkan masuk, mereka pun berbincang semua hal karena memang sudah lama tidak bertemu dan jarang teleponan. Papa Sigit pun menceritakan pengalamannya bertemu dengan anggota keluarga Hambali.


"Saya ingin jujur ya pak kyai. Sebenarnya sejak saya pindah ke sini, saya selalu mengikuti perkembangan keluarga Hambali yang ada di kota."


Awalnya papa Sigit mengajak keluarganya untuk pindah ke kota memang ingin menghindar dari keluarga Hambali karena takut ancaman dari mereka kepada keluarganya. Siapa sangka ternyata penerus keluarga Hambali juga pindah ke kota meskipun beda daerah.


Namun papa Sigit selalu waspada meskipun tidak ada hal ganjil dari mereka. Karena pekerjaan yang melelahkan membuat papa Sigit harus mengabaikan kehidupan ibu kandungnya yang sudah tinggal sendiri di kampung halaman.


Papa Sigit berpikir ibunya akan baik baik saja karena tidak mungkin diusik oleh keluarga Hambali yang sudah tinggal di kota. Namun siapa sangka ternyata karirnya membuat dirinya sampai lupa dengan janjinya kepada sang ibu yang katanya akan sering mengunjunginya.


Kini semua hanya menjadi penyesalan yang mendalam untuk papa Sigit karena sudah kehilangan sang ibu tanpa bisa bertemu untuk yang terakhir kalinya.


"Ya sudah...Semua sudah berlalu, yang penting sekarang adalah doa kalian sebagai seorang anak kepada ibunya. Semoga nenek Sari mendapatkan tempat yang lapang di sisi Nya." Kyai Arifin pun menenangkan papa Sigit yang memang sangat menyesal.


Papa Sigit pun menceritakan jika sekarang terjadi kekisruhan antara keluarga Hambali sendiri yang ada di kota.Mereka bersaudara sudah tidak akur lagi seperti sebelumnya.


"Jadi Kakak pertama mereka memiliki anak perempuan yang disembunyikan? padahal selama ini mereka yakin jika perempuan di keluarganya hanya membawa malapetaka dan harus di musnahkan?" kyai Arifin mulai tidak mengerti dengan cerita papa Sigit.

__ADS_1


"Saya juga kurang tahu kyai. Menurut informasi dari teman saya, jika Agus dan Bayu sudah berselisih paham dengan Herman tentang putri kandungnya yang selama ini tidak pernah diperlihatkan " jelas papa Sigit.


"Sepertinya semakin rumit, tapi sangat bagus untuk keluarga kamu. Sepertinya mereka sudah mengabaikan dendam leluhurnya kepada kalian." terang kyai Arifin. Papa Sigit dan mama Rossi pun bernapas lega.


"Namun kalian harus tetap berhati hati" lanjut kyai Arifin.


"InsyaAllah kyai..Kami akan selalu waspada." jawab Papa Sigit.


🪦🪦🪦


Di malam hari lainnya...


"Kamu siapa? kenapa kamu muncul di mimpiku?" Agus mulai berteriak dalam tidurnya.


Bayu menjadi panik karena Agus tidak terbangun. Bayu segera mengambil dupa dan menyalakannya. Dia pun segera melakukan ritual agar bisa masuk ke dalam mimpi Agus.


Bayu berhasil masuk ke dalam mimpi adiknya. Dia sangat terkejut begitu melihat siapa yang ada di dalam mimpi Agus. Dia adalah sosok yang pernah mengejarnya di hutan terlarang waktu itu sehingga membuat dirinya masuk terlalu dalam dan bertemu dengan iblis disana.


"Kamu? apa yang kamu lakukan disini? cepat pergi?" bentak Bayu pada Sastro.


Dia adalah Sastro. Selama ini dia tidak berhasil mendekati Agus dan Bayu di dunia nyata karena sepertinya mereka sudah melakukan perlindungan diri terhadap makhluk halus. Jadi Sastro hanya bisa mendekati mereka melalui alam mimpi. Siapa sangka ternyata mimpi Agus lah yang bisa dimasukinya.


"Baguslah kalian berdua ada disini. Aku hanya ingin menuntut balas atas apa yang sudah kalian lakukan terhadap ku di waktu aku masih hidup." Sastro berkata penuh amarah. Agus dan Bayu hanya saling pandang. Mereka tidak paham dengan apa yang dikatakan Sastro. Kenapa hantu itu ingin balas dendam kepada mereka?


"Memangnya apa yang sudah kami lakukan kepadamu?" tanya Bayu tidak terima.

__ADS_1


"Oh.. Ternyata kalian sudah melupakan kami yang kalian kubur di hutan waktu itu. Ingatlah jika saat itu aku masih hidup saat kamu membuangku di lubang yang telah kamu gali." tunjuk Sastro pada Agus .


Agus pun terperanjat, dia kembali berpikir apa yang sudah dikatakan Sastro barusan. Setelah mengingat kejadian waktu itu, Agus dan Bayu justru tertawa terbahak-bahak. Sastro semakin murka karena melihat kedua orang itu tidak merasa bersalah sedikitpun.


"Memangnya apa yang bisa kamu lakukan sekarang?" tanya Bayu menantang.


"Kalian.." Sastro langsung mendekat dan mencekik leher Agus yang berdiri tak jauh di hadapannya.


Agus merasa kehabisan nafas. Bayu dengan sekuat tenaga melepaskan tangan Sastro yang sangat kuat. Karena kehabisan akal, Bayu pun menendang perut Sastro hingga membuat Sastro terpental. Agus mengatur napasnya yang hampir hilang itu.


"Ayo kita pergi dari sini!" Bayu segera menggandeng tangan Agus dan keluar dari mimpinya.


"Sial..." Sastro merasa kecewa karena telah gagal ingin membunuh Agus.


"Mas, sepertinya dia jadi hantu penasaran. Apa mungkin dia akan terus mengganggu kita?" Agus mulai khawatir dengan nasibnya.


"Jangan terlalu banyak berpikir. Aku akan memikirkan cara bagaimana menyingkirkan setan itu." Bayu masih belum punya ide untuk kasus Sastro yang mulai mengganggu mereka.


Menurut Bayu, Sastro punya suatu kekuatan saat bertemu dengannya di hutan waktu itu, tapi masih belum bisa menjangkaunya karena Bayu mempunyai perlindungan diri. Namun di dalam alam mimpi tadi sepertinya kekuatan mereka sama.


"Setidaknya kita harus tetap waspada." pinta Bayu pada Agus.


Sastro yang keluar dari mimpi Agus, hanya bisa berputar putar di sekeliling rumah Bayu dan Agus. Sastro tidak bisa masuk karena rumah itu memiliki pagar pelindung yang tidak bisa dimasuki dirinya.


"Aku akan menunggu mereka keluar, terutama pria di mimpi tadi yang sepertinya lebih lemah dibandingkan satunya." Sastro tertawa senang karena mempunyai sasaran empuk untuk dirinya melakukan pembalasan dendam.

__ADS_1


__ADS_2