Di Batas Senja

Di Batas Senja
Eps 86 (menghilang 2)


__ADS_3

Haris dan kedua anak buahnya mulai beraksi. Ruangan NICU hanya dijaga oleh dua polisi saja dan sepertinya mereka tidak begitu siaga. Haris langsung membius kedua polisi tersebut dan menggantikan posisinya dengan Herman. Haris dan anak buahnya langsung membawa Herman ke dalam mobil ambulan tak jauh dari ruang NiCU.


Rencana berjalan lancar hingga di pos penjagaan rumah sakit, mereka melaporkan harus membawa jenazah ke rumah duka. Tanpa penyelidikan mereka lolos begitu saja.


"Kita kemana bos?" tanya anak buah Haris yang bertugas mengemudi.


" Ke jalan sepi di belakang rumah sakit. Ada yang sudah standby di sana!" perintah Haris.


Mereka langsung mengganti kendaraan dan meninggalkan kota. Haris membawa Herman berobat ke rumah sakit di luar kota. Haris yakin mereka akan aman disana untuk sementara waktu.


Keesokan harinya, rumah sakit tempat Herman dirawat sebelumnya menjadi heboh lantaran dokter yang hendak memeriksa pasien langsung teriak ketika melihat pasiennya berubah menjadi polisi yang masih berseragam lengkap.


Komandan polisi yang bertanggung jawab atas kasus Herman langsung dikabari dan segera datang ke rumah sakit. Komandan polisi langsung geleng-geleng kepala karena merasa anak buahnya tidak siaga menjalankan tugas.


"Bagaimana ini bisa terjadi?" komandan polisi hanya bisa memijat pelipisnya dan anak buahnya yang lain hanya diam tak berani menjawab.


Sang komandan pun langsung meminta pihak rumah sakit untuk memberikan rekaman CCTV yang ada di ruang NICU. Harusnya semua kejadian diketahui jelas saat itu, tapi kenapa beritanya baru diketahui hari ini? Kemana petugas pengawas kamera yang berjaga semalam?'


Ternyata saat kejadian, petugas pengawas sedang berjaga sendirian dan kebetulan saat itu dia meninggalkan ruang pengawasan karena pergi ke toilet. Begitu juga dengan polisi yang bertugas di pos penjagaan depan rumah sakit, mereka hanya membuka tutup pintu portal dan tidak peduli dengan apa yang ada di dalam ambulan waktu itu.


Beberapa polisi yang sudah menyelidiki kasus tersebut langsung memberi kabar komandan jika ditemukan mobil ambulan yang terparkir di belakang rumah sakit dengan plat nomor mobil yang sama dengan ambulan yang keluar semalam. Dan mereka kehilangan jejak disana.

__ADS_1


Komandan polisi langsung memberikan perintah kepada anak buahnya untuk membuat surat perintah, menjadikan Herman sebagai salah satu target operasional dan memasang selebaran 'orang dicari ' di setiap penjuru kota.


Berita tersebut sudah sampai pada telinga Haris dan anak buahnya. Mereka tetap berjaga jangan sampai berita itu sampai ke dalam kota tempat Herman dirawat. Terutama rumah sakit yang sedang merawat Herman. Haris berjanji akan menyelamatkan Herman karena sudah dianggap sebagai keluarganya sendiri.


Haris merasa berhutang Budi pada Herman karena dulu pernah menolongnya. Hingga sekarang Herman sudah memberikan pekerjaan yang layak padanya sebagai ketua pengawal. Saat seperti inilah Haris merasa sudah saatnya membalas Budi kebaikan Herman padanya.


Komandan polisi yang masih pusing dengan menghilangnya Herman, kini dibuat lebih pusing lagi setelah mendengar dua tahanan yang kabur. Mereka yang hilang ternyata adalah Bayu dan Agus.


"Bagaimana mungkin? Apakah mereka janjian?" Komandan polisi hampir saja pingsan mendengar hilangnya tiga bersaudara secara bersamaan. Komandan pun segera memerintahkan anak buahnya untuk mengerahkan semua pasukan mencari keberadaan ketiga tersangka.


🪦🪦🪦


Di suatu tempat, tepatnya di kerajaan iblis. Bayu dan Agus terbangun dari tidurnya. Agus langsung memukul pipinya sendiri karena merasa berada di tempat yang asing.


Agus memegangi semua benda disana. Semua tampak nyata sehingga membuatnya yakin jika dia tidak sedang bermimpi. Agus segera memanggil kakaknya, karena dia hanya sendiri di dalam kamar.


"Mas...Mas Bayu..." Agus membuka pintu kamar dan sangat terkejut dengan pemandangan yang lebih indah di luar kamar.


Ada dua pengawal kerajaan berdiri di depan pintu kamarnya. Agus keluar dan bertanya dimana kakaknya berada tetapi kedua pengawal itu hanya diam tak menjawab.


"Maaf tuan..Adakah yang bisa kami bantu?" tiba-tiba dua pelayan cantik mengejutkan Agus. Dengan gelagapan dia bertanya dimana kakaknya. Kedua pengawal itupun mengantar Agus ke kamar yang ditempati Bayu.

__ADS_1


"Mas Bayu.." Agus langsung melotot matanya ketika melihat kakaknya dikelilingi beberapa wanita cantik. Dandanan lebih mirip pelayan di istana Aladin.


"Sini Gus.." Bayu melambaikan tangannya memanggil Agus. Tiba-tiba saja Agus merasa ngeri. Meskipun mereka sangat cantik, tetapi Agus merasa ada yang aneh dengan mereka.


"Mas..." bisik Agus lirih tapi Bayu malah menyuruhnya untuk diam. Agus pun hanya terdiam saat beberapa wanita cantik itu menghampirinya. Entah mengapa dia merasa merinding saat didekati wanita cantik tersebut.


Karena merasa tidak nyaman, Agus pun pamitan ingin kembali ke kamar dengan alasan sedang tidak enak badan. Bayu membiarkan adiknya pergi. Agus juga menolah saat dua pelayan tadi ingin mengantarnya.


Sampai di kamar, Agus segera mengunci pintu dan merebahkan tubuhnya di kasur. Memang benar yang dikatakan Bayu sebelumnya, bahwa di pagi hari mereka akan mendapatkan sebuah kejutan. Inikah kejutannya? Agus masih belum bisa berpikir jernih. Dia pun terlelap kembali.


Bayu masih bersenang-senang dengan beberapa wanita cantik disana. Dia sama sekali tidak peduli dengan apa yang dia alami. Yang terpenting baginya saat ini adalah dia bisa menikmati keindahan hidup tanpa bersusah payah.


"Hahaha....Kenapa tidak dari dulu saja seperti ini? Dengan begini aku tidak perlu lagi bingung mencari kerja. Semua sudah ada, tinggal tunjuk juga terlayani dengan baik." Bayu terus meneguk minuman yang dihidangkan. Dia sangat menikmati hidupnya saat ini.


Siang harinya, Bayu dan Agus dipanggil ke aula istana untuk bertemu dengan keluarga besar. Sang raja sudah memberikan kabar sebelumnya jika dia akan menikahkan adik perempuannya dengan manusia. Tentu saja kabar ini mendapat banyak apresiasi dari masyarakat di seluruh penjuru kota.


Sang raja iblis juga mendapat banyak hadiah dari semua petinggi kerajaan karena berhasil membawa manusia masuk ke dalam istananya dan menjadi menantu kerajaan. Ibu ratu juga sangat menyanjung putranya tersebut.


Semua yang hadir disana sangat bangga dan bahagia. Siska yang mendampingi suaminya hanya tersenyum tipis melihat kedua pamannya yang akan dinikahkan dengan adik iparnya tersebut.


Bayu cuek saja dengan apa yang akan terjadi. Namun tidak dengan Agus yang masih tidak mengerti dengan semuanya. Menikahi putri kerajaan? menjadi menantu istana ? apakah dia akan selamanya berada di sana? Agus hanya menunduk tidak berani mengangkat wajahnya melihat semua yang ada disana seakan sedang memakai topeng.

__ADS_1


"Mas...Kita harus bicara!" bisik Agus pada kakaknya.


"Nanti malam saja..Saat ini nikmatilah semua yang ada di depan kita.."


__ADS_2