Di Batas Senja

Di Batas Senja
Eps. 22(kisah nenek Sari)


__ADS_3

Sampai di rumah nenek Sari, Raya langsung menunjukkan gundukan tanah tempat neneknya dimakamkan. Semua orang yang mengetahuinya sangat tertegun dibuatnya. Gundukan tanah yang dikira hanya gundukan tanah biasa ternyata adalah tempat tinggal nenek Sari setelah diperkirakan hilang oleh warga.


"Jadi ini makam nenek Sari? bagaimana kamu bisa tau?" tanya kyai Arifin.


"Saya hanya bermimpi tentang nenek dan nenek yang menunjukkan dimana makamnya. Setelah itu beliau pergi, makanya saya mengikuti beliau. Siapa sangka ternyata sampai hutan dan saya tidak tau jalan pulang." cerita Raya pada semua orang tanpa memberitahu mereka jika dirinya punya Indra keenam yang bisa melihat kejadian di masa lalu, karena papa Sigit pernah melarang nya. Jangan sampai orang lain tau tentang kelebihannya .


Papa Sigit dan mama Rossi tau jika Raya berbohong, namun beliau berdua tidak memarahinya karena yakin jika Raya melakukannya demi menyembunyikan kelebihannya.


"Untuk lebih jelasnya bagaimana jika kita bongkar saja! jika benar ini memang makam ibu saya, saya ingin memindahkan nya ke makam umum."saran papa Sigit meminta persetujuan kyai Arifin dan juga warga yang ada di sana.


"Tapi nenek Sari sudah dinyatakan hilang beberapa tahun yang lalu. Kalaupun dibongkar pasti sudah menjadi tulang belulang." Ucap kyai Arifin.


"Kalau begitu saya akan memanggil tim forensik dari rumah sakit kota agar bisa melakukan identifikasi terhadap kerangka ibu saya nantinya." jawab papa Sigit dengan yakin. Setelah berpikir beberapa saat, kyai Arifin akhirnya menyetujui usul papa Sigit.


Papa Sigit segera menelpon sahabatnya yang bekerja di rumah sakit agar menghubungi petugas forensik dari rumah sakit. Papa Sigit juga menceritakan apa yang terjadi pada ibunya sebelum makamnya ditemukan.


Sambil menunggu pihak rumah sakit datang, mama Rossi mengajak semua orang yang ada di sana untuk menikmati hidangan teh yang sudah disiapkannya.


Saat menikmati jamuan teh yang disuguhkan mama Rossi, kyai Arifin pun menceritakan kisah nenek Sari sebelum dinyatakan hilang.


"Sebenarnya nenek Sari sempat mengalami depresi sebelum dinyatakan menghilang.." ucap kyai Arifin.


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ

__ADS_1


Menurut ceritanya....


Setelah ditinggal putranya ke kota dengan membawa cucu serta menantunya, nenek Sari sering menangis di dalam rumah. Awalnya nenek Sari hanya menangis pelan kadang dengan suara keras hingga kerap terdengar oleh tetangga bahkan yang sedang lewat.


Hingga suatu hari ada yang melihat seseorang memasuki rumah nenek Sari. Seorang perempuan memakai cadar dan membawa sebuah bingkisan masuk ke dalam rumah nenek Sari. Namun setelah nya tidak ada yang melihat perempuan itu lagi.


Anehnya sejak kemunculan perempuan asing di rumah nenek Sari, beliau lebih sering uring-uringan. Kadang mengamuk tanpa alasan.Setiap ada anak kecil lewat di depan rumah, beliau selalu menganggap jika anak itu adalah cucunya. Tak segan nenek Sari langsung menggendongnya dan membawanya ke dalam rumah. Namun tak lama nenek Sari membawa keluar anak tersebut.


Anak itu seakan senang sekali karena begitu keluar dari rumah nenek Sari. Mereka seperti merasa bahagia karena nenek Sari membekali mereka dengan banyak makanan yang dimasukkan ke dalam kantong plastik.


Setelah kejadian itu berkali kali, warga yang awalnya resah dan takut sudah tidak merasa khawatir lagi. Namun terakhir kali nenek Sari menjerit di malam hari, warga dibuat panik setelah nya. Rumah nenek Sari menjadi sepi, tak ada suara nenek Sari lagi. Anak anak yang mengharapkan pemberian makanan dari nenek Sari merasa kecewa, karena nenek Sari tidak pernah muncul lagi.


Bahkan Ali yang setiap hari membantu nenek Sari membersihkan rumah, dipikirnya nenek Sari sudah berangkat kerja ke kebun. Dan tidak ada yang tau keberadaan nenek Sari hingga saat ini.


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


"Iya..Ali dan ayahnya lah yang selama ini dekat dengan nenek Sari" jawab kyai Arifin.


"Beberapa waktu lamanya setelah nenek Sari menghilang,ada warga yang menjumpai nenek Sari berdiri di teras di waktu senja. Nenek Sari hanya tersenyum. Namun saat didekati, tiba-tiba nenek Sari menghilang. Dipikir warga beliau sudah masuk ke dalam rumah." cerita kyai Arifin.


Raya pun mulai berpikir,Ali dan ayahnya yang terakhir bersama nenek Sari. Mereka pasti tahu kejadian sebenarnya pada nenek Sari.


Setelah menunggu hingga siang hari, akhirnya tim medis datang. Karena kasusnya misterius, mereka datang bersama dengan polisi.

__ADS_1


"Maaf Sigit, kami tidak bisa bertindak sendiri. Karena menurut cerita kamu ini sangatlah misterius. Bisa jadi ini kasus kriminal,seperti pembunuhan misalnya. Jadi untuk lebih jelasnya pihak kepolisian akan melakukan identifikasi terhadap korban. Kami akan melakukan autopsi jenazah di rumah sakit." kata teman papa Sigit yang bekerja di rumah sakit.


"Tapi ibuku diperkirakan meninggal beberapa tahun yang lalu. Kalaupun dilakukan autopsi hanya akan melalui tulangnya saja." jelas papa Sigit.


"Apa?" polisi dan tim medis yang ada di sana sangat terkejut mendengar penjelasan papa Sigit.


"Jadi bukan baru saja dikuburkan?" tanya polisi yang ikut mendengar.


"Tidak! kami baru tiba di sini setelah beberapa tahun pindah ke kota" jawab papa Sigit.


"Tidak apa! kami bisa mengidentifikasi meskipun melalui tulang saja. Tapi kami mohon ijin untuk membawanya ke rumah sakit di kota." ucap dokter forensik.


Beberapa warga sudah menggali gundukan tanah yang diperkirakan adalah makam nenek Sari. Beberapa polisi juga menginterogasi kyai Arifin dan beberapa warga untuk mengetahui lebih jelasnya kejadian hilangnya nenek Sari.


Setelah digali, mereka pun menemukan beberapa tulang yang sudah terpisah. Penguburan tidak terlalu dalam, dan posisi tulang tidak tersusun rapi layaknya menguburkan jenazah. Semua pun tercengang. Mama Rossi menangis melihat keadaan tulang mertuanya itu.


"Bagaimana pak? apakah ini korban pembunuhan?" tanya papa Sigit penasaran.


"Dari posisi tulang memang seperti kasus pembunuhan dan penguburannya juga asal asalan. Tapi kami tidak bisa memprediksikannya secara langsung. Semua akan jelas setelah dilakukan autopsi." kata polisi.


Semua tulang yang diduga milik nenek Sari sudah diletakkan di tempat semestinya dan akan di bawa ke rumah sakit kota untuk dilakukan autopsi. Polisi juga sudah mengantongi keterangan dari kyai Arifin dan juga warga di sana. Semua akan diproses untuk mengetahui hasilnya.


Papa Sigit ikut ke kota bersama polisi dan petugas medis untuk mengetahui hasil pemeriksaan dan juga tes DNA. Sementara Raya dan mama Rossi akan tinggal di kampung tersebut. Manda dan Lily memutuskan untuk tetap tinggal karena ingin menemani Raya.

__ADS_1


Raya masih tetap diam. Dia tidak memberitahukan semua pada orang orang tentang siapa yang sudah menguburkan neneknya tersebut.


Mama Rossi dibantu istri kyai Arifin telah menyiapkan masakan. Malam ini akan diadakan tahlilan untuk mengirimkan doa pada nenek Sari agar tenang di alamnya sana.


__ADS_2