Di Batas Senja

Di Batas Senja
Eps. 50(perang saudara)


__ADS_3

Ali terus berteriak meminta tolong. Namun tak ada suara siapapun yang ingin menolongnya. Sunyi dan sepi.


Karena merasa teriakannya hanya sia sia saja, Ali pun melakukan ritual seadanya agar bisa segera keluar dari tempat tersebut.


Setelah membaca beberapa mantra akhirnya Ali terbebas dari ruangan tanpa pintu tersebut. Namun anehnya kini Ali berada di sebuah ruangan yang di depannya sudah berdiri 2 orang yang tidak asing oleh nya yaitu Paman bagus dan Paman Bayu.


"Apa yang kamu lakukan di sini Ali?" tanya Paman Agus heran.


"Tidak tahu paman, aku tersesat!" jawab Ali mengelak.


"Memangnya kamu mau menemui siapa?"


"Tidak ada paman, tadi hanya iseng aja ingin masuk ke dalam mimpi seseorang. Namun aku malah tersesat." Ali meringis malu.


Dengan di bantu kedua pamannya akhirnya Ali bisa kembali ke tempat asalnya. Namun Ali tak habis pikir apa yang dilakukan kedua pamannya tersebut.


"Sepertinya paman Agus dan paman Bayu akan melakukan sebuah ritual. Tapi untuk apa? apa ada hubungannya dengan Bu Rossi?"Ali hanya bisa menebak saja tanpa tau pasti apa yang akan dilakukan oleh kedua pamannya tersebut. Namun Ali yakin jika mama Rossy akan baik baik saja bersama kyai Arifin.


Karena telah gagal ingin masuk ke dalam mimpi Raya, Ali mengurungkan niatnya untuk mencobanya kembali. Mungkin Raya masih terjaga sehingga Ali tidak bisa masuk ke dalam mimpinya.


Ali masih belum bisa tidur. Saat ini dia kepikiran dengan apa yang akan dilakukan kedua pamannya. Apakah kedua paman Ali tau jika mama Rossy kembali ke kampung itu lagi dan akan melakukan sesuatu terhadap beliau?Ali menjadi gelisah.


Tak bisakah masalah dendam yang sudah bertahun-tahun disudahi?


Ali mengingat kembali masa lalunya saat masih ada ayahnya. Ayahnya selalu memberi nasehat agar kejadian buruk yang telah terjadi pada keluarga nya jangan sampai berkelanjutan. Ali mengetahui situasi apa yang terjadi pada keluarganya. Namun berkat nasehat ayahnya, Ali jadi yakin jika semua itu tidak ada gunanya jika diteruskan.

__ADS_1


Namun sayang, hal itu sangat tidak berpengaruh pada semua paman Ali yang masih hidup. Mereka seakan merasa terancam jika menghindar dari peristiwa masa lalu itu. Terlebih mereka tau jika garis keturunan keluarga musuh masih ada dan hidup bahagia.


"Aku akan tetap mencegah kedua pamanku melakukan kejahatan pada keluarga Raya!" pikir Ali.


🌸🌸🌸


Siska merasakan panas di dadanya yang teramat nyeri. Paman Herman tidak bisa berbuat apa-apa. Dokter pun telah dipanggil untuk memeriksa keadaan Siska, tapi tidak menemukan suatu gejala apapun.


Karena merasa khawatir dengan keadaan putrinya yang memegang perutnya dan meronta kesakitan, akhirnya paman Herman membawa Siska ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Namun setelah di rongsen, tak ada suatu penyakit apapun yang diderita Siska. Dokter menyatakan jika Siska dalam keadaan sehat.


Paman Herman menjadi murka. Sudah jelas putri kesayangannya mengeluh kesakitan di bagian perut, tapi dokter bilang jika Siska baik baik saja.


"Anda ini bagaimana dokter! Sudah jelas putri saya mengeluh kesakitan, tapi anda justru bilang jika putri saya baik baik saja!" amuk paman Herman.


"Tapi berdasarkan hasil lab, putri bapak memang tidak mengalami suatu kejadian apapun. Anda juga melihatnya saat kami periksa tadi!" jawab dokter tidak mau disalahkan karena hasil pemeriksaannya memang benar adanya.


Dan hasilnya sama saja. Paman Herman sangat murka. Jika semua dokter bilang putrinya tidak ada penyakit apapun, lantas kenapa Siska meronta merasakan sakit yang teramat sangat.


Paman Herman akhirnya mendatangi guru spiritualnya di suatu kampung yang jauh dari kota. Telah lama paman Herman tidak pernah berkunjung ke sana setelah berhasil mendapatkan semua Keinginannya.


"Apa guru murka terhadapku dan membalasnya melalui anakku?" pikir paman Herman.


Paman Herman melakukan perjalanan jauh bersama Siska dan beberapa anak buahnya. Paman Herman ingin minta maaf pada sang guru jika memang perlakuannya telah menyinggung sang guru tersebut.


"Angin apa yang telah membawamu kembali ke sini?" tanya guru Noe saat tau paman Herman tiba di gubuknya.

__ADS_1


"Guru..maafkan saya jika selama ini telah mengabaikan guru. Bukan maksud saya melupakan guru, tapi saya terlalu disibukkan dengan banyak urusan di kota." jawab paman Herman tidak ingin gurunya tambah sakit hati lagi.


"Ada apa?" tanya guru Noe lagi.


"Sekali lagi maafkan saya..Jika guru merasa sakit hati dengan saya, saya mohon jangan melimpahkannya pada putri kesayangan saya"


"Jadi kamu menuduhku telah berbuat sesuatu dengan anak kamu? dasar tidak tau di untung!" bentak guru Noe merasa sakit hati.


"Bukan itu maksud saya. Saya telah berhasil mengalahkan semua musuh saya dan membuat mereka bertekuk lutut. Namun tiba-tiba anak saya merasakan sakit di perutnya dan setelah saya bawa ke dokter, mereka bilang putri saya tidak mengalami suatu penyakit apapun. Maka dari itu saya membawanya kemari untuk meminta pertolongan dari guru.Saya hanya ingin tau apa yang menyebabkan putri saya merasakan sakit yang luar biasa" paman Herman bertekuk lutut di bawah kaki guru Noe. Paman Herman merasa takut karena telah sengaja menuduh guru Noe.


Karena sudah tau apa yang dialami muridnya itu, guru Noe pun melakukan ritual mencari tau siapa yang telah menyakiti putri paman Herman. Guru Noe tersenyum tatkala tau siapa dalang dari semua ini.


"Apa yang kamu lakukan kepada kedua adikmu sehingga mereka membangkang?" tanya guru Noe kemudian.


"Maksud guru kedua adikku yang telah melakukan semua ini?"


"Sepertinya mereka telah sakit hati" jawab guru Noe.


"Ini masalah intern keluarga. Aku tidak bisa membantu pertikaian antar keluarga. Karena itu akan berdampak buruk pada kinerja spiritual ku. Aku hanya bisa membantu jika itu adalah pertikaian dengan musuh." lanjutnya.


Paman Herman menjadi geram, dia tidak menyangka jika kedua adiknya akan melakukan hal ini. Paman Herman pun pamit. Mungkin setelah kembali ke kota dia akan membuat perhitungan dengan kedua adiknya tersebut. Namun paman Herman jadi khawatir dengan keselamatan Siska, putri tercintanya. Pasti kedua adiknya akan berbuat jahat setelah tau jika Siska masih sedarah dengan mereka.


Siska masih merasakan panas pada perutnya, membuatnya mengerang tak tahan dengan sakitnya. Paman Herman pun panik,tapi tak bisa berbuat apa-apa.


"Sakit pa.."erang Siska memegang perutnya.

__ADS_1


"Sabar ya sayang..sampai di rumah kamu pasti baikan." Hanya itu yang bisa disampaikan pada putrinya. Paman Herman ikut merasakan sakit dengan apa yang dirasakan putri tercintanya itu.


Paman Herman akan membuat perhitungan dengan kedua adiknya tersebut begitu tiba di rumah nanti.


__ADS_2